- 3.500 Beasiswa untuk Masa Depan: Janji Nyata Disdikpora Cianjur demi Pendidikan yang Merata
- Rembug Warga di Cidamar: Bupati Cianjur Ajak Masyarakat Jaga Alam, Dukung Pembangunan
- Langkah Cepat Disdikpora Cianjur demi Masa Depan Siswa SMP Swasta SCBC Naringgul
- Estafet Kepemimpinan, Diskominfo Cianjur Perkuat Sinergi dan Kebersamaan
- BKAD Cianjur Perkuat Pelayanan Publik melalui Budaya Kerja BerAKHLAK
- KDM: Cegah Kebakaran Lahan dan Hutan, Gunung Ditutup Sementara untuk Pendakian
- Kekurangan Guru Cianjur: Saat Pendidikan Harus Tetap Berjalan di Tengah Keterbatasan
- DPMD Cianjur Soal Pilkades Digital: Dorong Demokrasi Desa yang Mudah dan Transparan
- DPRD Cianjur Perkuat Agenda Kerja untuk Dorong Kemajuan Masyarakat
- Bapenda Cianjur dan Strategi Pepeling: Permudah Pembayaran, Genjot Pendapatan
BPBD Cianjur Gerak Cepat Hadapi Kekeringan: Distribusi Air Bersih dan Rencana Sumur Bor

Keterangan Gambar : Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur, Samudra Wira Purnama.
Pinusnews.id - Musim kemarau mulai memberi dampak nyata di sejumlah wilayah Kabupaten Cianjur. Data sementara yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, menunjukkan sedikitnya empat kecamatan sudah merasakan kekeringan hingga pertengahan Juli 2026.
Kondisi ini menjadi alarm dini bagi Pemerintah Daerah Cianjur untuk segera bergerak, terutama menjelang periode dengan potensi hujan yang rendah.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur, Samudra Wira Purnama, menyebutkan wilayah terdampak itu meliputi Kecamatan Kadupandak, Leles, Naringgul, dan Cikalongkulon.
Baca Lainnya :
- Operasi Yustisi, Penyemprotan Desinfektan dan Pembagian Masker
- Dana Milyaran Jangan Semena-Mena Digunakan Kepala Desa
- Plt. Bupati Cianjur : Camat Harus Sediakan Tempat Isolasi Mandiri
- Fakta Baru, Dewan Temukan Orang Kaya di Cianjur Dapat BPNT
- Hebat, Cianjur Punya Dana 15 Miliar untuk Jaminan Persalinan
"Sejumlah kecamatan yang mulai terdampak kemarau tersebut yaitu, Kecamatan Kadupandak, Leles, Naringgul, dan Cikalongkulon," ujarnya pada Jumat, 17 Juli 2026. Hal ini menjadi titik fokus untuk prioritas penanganan BPBD Cianhur di lapangan.
Jenis dampak yang muncul bervariasi antar kecamatan. Di Leles dan Naringgul yang paling terdampak adalah area pesawahan, di mana para petani mulai merasakan berkurangnya pasokan air untuk irigasi.
Di Kecamatan Kadupandak dilaporkan ada satu desa dengan gangguan pasokan air, sementara di Cibinong warga melaporkan debit air sumur mulai menyusut sebagai tanda nyata bahwa masalah ini bukan sekadar lokal tapi mulai menyebar.
Untuk menanggapi kondisi tersebut, BPBD langsung bergerak bersama mitra terkait. "Kemarin kita bersama dengan PMI Cianjur dan Disperkimtan Kabupaten Cianjur telah menyalurkan bantuan air bersih ke Kecamatan Cibinong," kata Samudra.
Langkah cepat seperti pengiriman air bersih menjadi upaya darurat yang penting untuk mencegah krisis kesehatan dan menjaga kebutuhan dasar warga terpenuhi.
Selain distribusi air, BPBD juga sedang melakukan pendataan wilayah terdampak untuk tindakan jangka menengah. Samudra menyatakan pihaknya akan menyalurkan bantuan berupa air bersih serta program sumur bor untuk daerah yang kesulitan air secara berkelanjutan. Rencana sumur bor ini menunjukkan bahwa respons BPBD tidak hanya reaktif tetapi juga berorientasi solusi jangka panjang.
Pemerintah Kabupaten Cianjur sendiri sudah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan sejak Rabu, 15 Juli 2026 hingga akhir September 2026. Kebijakan ini membuka akses sumber daya dan koordinasi yang lebih intensif antar institusi, termasuk Perumdam Tirta Mukti, PMI, dan Disperkimtan, agar penanganan dapat berjalan cepat dan terintegrasi.
BPBD Cianjur juga mengacu pada prediksi cuaca BMKG yang memperkirakan wilayah Jawa Barat, khususnya Cianjur, memiliki potensi hujan yang rendah selama tiga pekan ke depan.
"Potensi hujan memang masih ada, namun potensinya rendah. Selain itu kami juga terus berkoordinasi dengan Perumdam Tirta Mukti, PMI dan Disperkimtan Kabupaten Cianjur untuk penanganan musim kemarau," ujar Samudra.
Dengan kombinasi peringatan cuaca, pendataan lapangan, bantuan darurat, dan rencana sumur bor, BPBD Cianjur terlihat mengambil langkah-langkah pragmatis untuk mengurangi dampak kekeringan bagi warga dan sektor pertanian. (dens).











