- 282 Ruang Kelas yang Hilang: Potret Kesenjangan Infrastruktur SMP di Cianjur
- Presiden Prabowo: Tertibkan Kawasan Hutan SecaraTegas, Transparan, dan Akuntabel
- Sanroh BAZNAS Cianjur: Menyegarkan Hati, Mengokohkan Amanah
- Sekolah di Ujung Kampung: Janji Bupati Cianjur untuk Pendidikan yang Layak
- SADA JABAR, Aplikasi Baru Permudah Program Pemprov Jabar Lebih Tepat Sasaran
- 3.500 Beasiswa untuk Masa Depan: Janji Nyata Disdikpora Cianjur demi Pendidikan yang Merata
- Rembug Warga di Cidamar: Bupati Cianjur Ajak Masyarakat Jaga Alam, Dukung Pembangunan
- Langkah Cepat Disdikpora Cianjur demi Masa Depan Siswa SMP Swasta SCBC Naringgul
- Estafet Kepemimpinan, Diskominfo Cianjur Perkuat Sinergi dan Kebersamaan
- BKAD Cianjur Perkuat Pelayanan Publik melalui Budaya Kerja BerAKHLAK
Ancaman Banjir Sungai Cidamar: Tanggul Rapuh, Ribuan Jiwa Terancam

Keterangan Gambar : Tanggul di Kampung Jogjogan, Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun, Cianjur Selatan, yang sudah rusak perlu segera diperbaiki karena bisa membahayakan keberadaan hidup warga masyarakat setempat.
Pinusnews.id - Kekhawatiran mendalam menyelimuti warga Kampung Jogjogan, Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Mereka yang tinggal di bantaran Sungai Cidamar kini hidup dalam ketakutan karena didera bayang-bayang banjir dahsyat akibat tanggul sungai yang kondisinya semakin memprihatinkan.
Struktur penahan air ini, yang sudah rusak parah, kini rawan jebol kapan saja—terutama di tengah curah hujan tinggi yang masih mengguyur wilayah tersebut belakangan ini. Bagi ribuan warga, ini bukan sekadar berita; ini adalah ancaman nyata terhadap nyawa, mata pencaharian, dan masa depan mereka.
Endang Kartiwa, salah seorang warga yang menjadi saksi langsung kehancuran sebelumnya, menggambarkan situasi dengan nada pilu yang mencerminkan keputusasaan kolektif.
Baca Lainnya :
- Polisi Cianjur Tangkap Pembunuh Pegawai Koperasi
- Kunjungan Kerja Danrem 061– Suryakencana ke Cianjur
- Komisi D DPRD Cianjur Pertanyakan Rencana Pembangunan BLK TKI
- Penemuan Mayat Pria Gegerkan Warga Ciranjang.
- Cianjur Dapat Penghargaan Harmony Award 2020 dari Kementrian Agama RI.
"Kondisi tanggul saat ini sangat rawan dan bisa kembali jebol kapan saja," ujarnya baru-baru ini.
Ia pernah merasakan getirnya saat tanggul jebol di masa lalu, yang membuatnya kehilangan segalanya. Kini, dengan hujan deras yang tak kunjung reda, ketakutannya kembali membuncah. Endang memperkirakan, jika bencana terulang, banjir tak hanya mengancam keselamatan lebih dari 4.000 jiwa, tapi juga akan merendam sekitar 300 hektare lahan persawahan—sumber utama penghidupan petani setempat.
Ternak akan binasa, rumah-rumah roboh, sekolah terendam, perkantoran lumpuh, dan tempat ibadah rusak. Bayangkan: banjir datang tiba-tiba di malam hari, saat warga tertidur lelap, meninggalkan mereka tak berdaya menghadapi air bah yang ganas.
Kecemasan ini bukan isapan jempol belaka. Tanggul Sungai Cidamar yang rapuh telah menjadi bom waktu, diperburuk oleh kelalaian pemeliharaan jangka panjang. Warga seperti Endang bukan hanya korban potensial; mereka adalah suara hati nurani yang menuntut tindakan. Mereka berharap pemerintah tak lagi menunda-nunda.
"Kami meminta perhatian langsung dari KDM agar persoalan ini segera ditangani," tegas Endang, mewakili aspirasi masyarakat yang sudah terlalu lama menunggu.
Warga masyarakat sangat menunggu bantuan pembangunan tanggul tersebut, terutama kepada instansi terkait yang ada di Kabupaten Cianjur, turun ke lapangan untuk mengantisipasinya.
Alokasikan anggaran darurat, kerahkan alat berat, dan libatkan warga dalam proses perbaikan untuk memastikan keberlanjutan. Jangan sampai ribuan jiwa dan lahan subur hilang sia-sia hanya karena keterlambatan birokrasi.
Tindakan sekarang berarti nyawa diselamatkan, ekonomi lestari, dan kepercayaan rakyat dipulihkan. Waktunya bertindak, bukan sekedar berjanji belaka. (tim dens).











