- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
Ada Tiga Bupati Cianjur Tidak Bergelar Wiratanudatar, Kok Bisa?

Keterangan Gambar : Rd. Alibadah/Dalem Marhum. Foto Koleksi Keluarga Bumi Ageung Cikidang Cianjur. Sumber diktat R. Pepet Djohar dan Prof. Dr. Reza. Diena Putra/Sejarah Cianjur
pinusnews.id Cianjur -Rd. Alibasah/Dalem Marhum, ia adalah putra RAA. Kusuma ningrat / Dalem Pancaniti Bupati Cianjur (1834-1862).
Dalem Marhum kelak menjadi Bupati Cianjur menggantikan ayahnya, kemudian bergelar RAA. Prawiradiredja II (1862-1910). Kakeknya RAA. Prawiradiredja I juga Bupati Cianjur (1813-1833). Prawiradiredja I tak lain adalah ayah kandung Dalem Pancaniti.
Baca Lainnya :
- Fenomena Pelakor
- Lintasi Jembatan Bambu, Anak Tuna Rungu Terseret Derasnya Sungai Cisungareun
- Apa Arti Kata Solehot Viral di Tik Tok, Simak Saja
- Babinsa Sartono dan Warga Bersihkan Tanah Longsor
- Lingkungan Sehat Tanpa Sampah
Lalu kenapa ketiga Bupati Cianjur ini tidak bergelar Wiratanudatar seperti pendahulunya (I sd VI)? Malah kemudian yang menggunakan nama RAA. Wiratanu Datar VII adalah Bupati Limbangan / Garut yakni Rd. Jenon (Bupati Limbangan 1871-1913).
Salah satunya karena Prawiradiredja I kendati keturunan Dalem Cikundul / Rd. Aria Wiratanu I Bupati Cianjur (1677-1691) tapi dari garis ibu.
Prawiradiredja I adalah anak Rd. Aria Mangkupraja yang bukan Bupati Cianjur. Dan Mangkupraja adalah putra Nyi Rd. Mojanagara. Dan, Mojanagara inilah putra Dalem Sabirudin Bupati Cianjur bergelar Rd. Aria Wiratanudatar IV (1726-1761).
Sabirudin digantikan Dalem Muhyidin anaknya yang kemudian bergelar RAA. Wiratanudatar V (1761-1776). Sepeninggalan Muhyidin ia diganti anaknya yakni Dalem Enoh bergelar RAA. Wiratanudatar VI (1776-1813). Namun Rd. Enoh tidak digantikan anak anaknya, karena tak ada satupun yang dianggap layak oleh Kompeni dan para sesepuh pendopo.
Akhirnya melalui musyawarah panjang para tokoh dan sesepuh lalu diajukanlah Rd. Prawiradiredja sebagai pengganti Rd. Wiratanudatar VI yang wafat. Dan usulan ini disetujui kumpeni. Rd. Prawiradiredja berkuasa menggunakan gelar Prawiradiredja 1.
Ketika memerintah Cianjur jasa Prawiradiredja I terbilang besar, ialah yang melunasi hutang Bupati sebelumnya kepada VOC dari kocek pribadinya. Dan Cianjur menjadi ibukota Kresidenan Priangan, malah Residen PWL Van. Motman mulai menetap di Cianjur.
Sedangkan Prawiradiredja II adalah Bupati Cianjur berwawasan nasionalis, ini dibuktikan dengan menjadi donatur utama koran nasionalis bernama Soenda Berita dengan pemrednya yang terkenal anti imperialis, progressive revolusioner yakni Rd.Tirto Adi Surjo. (Luki Muharam R)











