- DLH Cianjur Pimpin Operasi Bersih Sungai Cisarua: Gotong Royong Pulihkan Aliran, Cegah Banjir
- Diskumdagin Cianjur Tegaskan Integritas: Langkah Nyata Perbaiki Pelayanan Publik
- Siapkan Tenaga Kerja Kompeten di Pasar Global, 1.280 Lulusan SMA, SMK, MA Jabar Diberi Pelatihan Ker
- DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Pimpinan Siap Mundur
- BAZNAS Cianjur Hadirkan Harapan Lewat Distribusi Air Bersih di Desa Sukamaju
- Buka Muktamar ke-35 NU, Presiden Prabowo: NU Institusi Bersejarah dan Berjasa Besar bagi Indonesia
- Bidang SMP Disdikpora Cianjur Gerak Cepat Antisipasi Kekurangan Guru Menjelang 2026–2027
- Disbudpar Cianjur: Strategi Promosi dan Revitalisasi untuk Menutup Kesenjangan Retribusi
- Gerakan Pramuka Diharapkan Mampu Ciptakan Indonesia Emas 2045
- Disdikpora Cianjur Setarakan Peluang Sekolah Swasta dalam SPMB 2026
Ada Tiga Bupati Cianjur Tidak Bergelar Wiratanudatar, Kok Bisa?

Keterangan Gambar : Rd. Alibadah/Dalem Marhum. Foto Koleksi Keluarga Bumi Ageung Cikidang Cianjur. Sumber diktat R. Pepet Djohar dan Prof. Dr. Reza. Diena Putra/Sejarah Cianjur
pinusnews.id Cianjur -Rd. Alibasah/Dalem Marhum, ia adalah putra RAA. Kusuma ningrat / Dalem Pancaniti Bupati Cianjur (1834-1862).
Dalem Marhum kelak menjadi Bupati Cianjur menggantikan ayahnya, kemudian bergelar RAA. Prawiradiredja II (1862-1910). Kakeknya RAA. Prawiradiredja I juga Bupati Cianjur (1813-1833). Prawiradiredja I tak lain adalah ayah kandung Dalem Pancaniti.
Baca Lainnya :
- Fenomena Pelakor
- Lintasi Jembatan Bambu, Anak Tuna Rungu Terseret Derasnya Sungai Cisungareun
- Apa Arti Kata Solehot Viral di Tik Tok, Simak Saja
- Babinsa Sartono dan Warga Bersihkan Tanah Longsor
- Lingkungan Sehat Tanpa Sampah
Lalu kenapa ketiga Bupati Cianjur ini tidak bergelar Wiratanudatar seperti pendahulunya (I sd VI)? Malah kemudian yang menggunakan nama RAA. Wiratanu Datar VII adalah Bupati Limbangan / Garut yakni Rd. Jenon (Bupati Limbangan 1871-1913).
Salah satunya karena Prawiradiredja I kendati keturunan Dalem Cikundul / Rd. Aria Wiratanu I Bupati Cianjur (1677-1691) tapi dari garis ibu.
Prawiradiredja I adalah anak Rd. Aria Mangkupraja yang bukan Bupati Cianjur. Dan Mangkupraja adalah putra Nyi Rd. Mojanagara. Dan, Mojanagara inilah putra Dalem Sabirudin Bupati Cianjur bergelar Rd. Aria Wiratanudatar IV (1726-1761).
Sabirudin digantikan Dalem Muhyidin anaknya yang kemudian bergelar RAA. Wiratanudatar V (1761-1776). Sepeninggalan Muhyidin ia diganti anaknya yakni Dalem Enoh bergelar RAA. Wiratanudatar VI (1776-1813). Namun Rd. Enoh tidak digantikan anak anaknya, karena tak ada satupun yang dianggap layak oleh Kompeni dan para sesepuh pendopo.
Akhirnya melalui musyawarah panjang para tokoh dan sesepuh lalu diajukanlah Rd. Prawiradiredja sebagai pengganti Rd. Wiratanudatar VI yang wafat. Dan usulan ini disetujui kumpeni. Rd. Prawiradiredja berkuasa menggunakan gelar Prawiradiredja 1.
Ketika memerintah Cianjur jasa Prawiradiredja I terbilang besar, ialah yang melunasi hutang Bupati sebelumnya kepada VOC dari kocek pribadinya. Dan Cianjur menjadi ibukota Kresidenan Priangan, malah Residen PWL Van. Motman mulai menetap di Cianjur.
Sedangkan Prawiradiredja II adalah Bupati Cianjur berwawasan nasionalis, ini dibuktikan dengan menjadi donatur utama koran nasionalis bernama Soenda Berita dengan pemrednya yang terkenal anti imperialis, progressive revolusioner yakni Rd.Tirto Adi Surjo. (Luki Muharam R)











