- DPPKBP3A Cianjur Hadir di Sekolah, Bangun Generasi Sadar Kependudukan Sejak Dini
- Rekonsiliasi Pajak Daerah: Upaya untuk Menjaga Kepercayaan Publik di Cianjur
- Diskumdagin Cianjur Perkuat UMKM: Dari Legalitas hingga Pasar Digital
- DPMPTSP Cianjur Dorong Investasi Kesehatan demi Pertumbuhan Ekomomi Daerah
- TP PKK Cianjur Perkuat Pembinaan Kecamatan untuk Keluarga Berdaya dan Sejahtera
- Kabid SMP Disdikpora Cianjur Apresiasi Edukasi Hukum Pelajar Lewat Jaksa Masuk Sekolah
- Tugu Kujang Cianjur: Ketika Pusaka Sunda Tertidur di Tengah Jalan
- DPPKBP3A Cianjur Perkuat Kolaborasi untuk Generasi Bebas Stunting
- BAZNAS Cianjur Hadir di Rakornas 2026, Perkuat Zakat yang Produktif dan Berdampak
- Dinas PUTR Cianjur: Integritas Menjadi Kunci Pelayanan yang Bersih dan Terpercaya
Ada Tiga Bupati Cianjur Tidak Bergelar Wiratanudatar, Kok Bisa?

Keterangan Gambar : Rd. Alibadah/Dalem Marhum. Foto Koleksi Keluarga Bumi Ageung Cikidang Cianjur. Sumber diktat R. Pepet Djohar dan Prof. Dr. Reza. Diena Putra/Sejarah Cianjur
pinusnews.id Cianjur -Rd. Alibasah/Dalem Marhum, ia adalah putra RAA. Kusuma ningrat / Dalem Pancaniti Bupati Cianjur (1834-1862).
Dalem Marhum kelak menjadi Bupati Cianjur menggantikan ayahnya, kemudian bergelar RAA. Prawiradiredja II (1862-1910). Kakeknya RAA. Prawiradiredja I juga Bupati Cianjur (1813-1833). Prawiradiredja I tak lain adalah ayah kandung Dalem Pancaniti.
Baca Lainnya :
- Fenomena Pelakor
- Lintasi Jembatan Bambu, Anak Tuna Rungu Terseret Derasnya Sungai Cisungareun
- Apa Arti Kata Solehot Viral di Tik Tok, Simak Saja
- Babinsa Sartono dan Warga Bersihkan Tanah Longsor
- Lingkungan Sehat Tanpa Sampah
Lalu kenapa ketiga Bupati Cianjur ini tidak bergelar Wiratanudatar seperti pendahulunya (I sd VI)? Malah kemudian yang menggunakan nama RAA. Wiratanu Datar VII adalah Bupati Limbangan / Garut yakni Rd. Jenon (Bupati Limbangan 1871-1913).
Salah satunya karena Prawiradiredja I kendati keturunan Dalem Cikundul / Rd. Aria Wiratanu I Bupati Cianjur (1677-1691) tapi dari garis ibu.
Prawiradiredja I adalah anak Rd. Aria Mangkupraja yang bukan Bupati Cianjur. Dan Mangkupraja adalah putra Nyi Rd. Mojanagara. Dan, Mojanagara inilah putra Dalem Sabirudin Bupati Cianjur bergelar Rd. Aria Wiratanudatar IV (1726-1761).
Sabirudin digantikan Dalem Muhyidin anaknya yang kemudian bergelar RAA. Wiratanudatar V (1761-1776). Sepeninggalan Muhyidin ia diganti anaknya yakni Dalem Enoh bergelar RAA. Wiratanudatar VI (1776-1813). Namun Rd. Enoh tidak digantikan anak anaknya, karena tak ada satupun yang dianggap layak oleh Kompeni dan para sesepuh pendopo.
Akhirnya melalui musyawarah panjang para tokoh dan sesepuh lalu diajukanlah Rd. Prawiradiredja sebagai pengganti Rd. Wiratanudatar VI yang wafat. Dan usulan ini disetujui kumpeni. Rd. Prawiradiredja berkuasa menggunakan gelar Prawiradiredja 1.
Ketika memerintah Cianjur jasa Prawiradiredja I terbilang besar, ialah yang melunasi hutang Bupati sebelumnya kepada VOC dari kocek pribadinya. Dan Cianjur menjadi ibukota Kresidenan Priangan, malah Residen PWL Van. Motman mulai menetap di Cianjur.
Sedangkan Prawiradiredja II adalah Bupati Cianjur berwawasan nasionalis, ini dibuktikan dengan menjadi donatur utama koran nasionalis bernama Soenda Berita dengan pemrednya yang terkenal anti imperialis, progressive revolusioner yakni Rd.Tirto Adi Surjo. (Luki Muharam R)











