- BAZNAS Cianjur Ringankan Beban Korban Bencana di NTT
- Isfhan Anggota DPR RI ke Naringgul: Mengawal 5 Pilar HAM agar Nyata dirasakan Warga
- Berhasil Kawal Program 3 Juta Rumah, Pemprov Jabar Terima Apresiasi dari Kemendagri
- DLH Cianjur Pimpin Operasi Bersih Sungai Cisarua: Gotong Royong Pulihkan Aliran, Cegah Banjir
- Diskumdagin Cianjur Tegaskan Integritas: Langkah Nyata Perbaiki Pelayanan Publik
- Siapkan Tenaga Kerja Kompeten di Pasar Global, 1.280 Lulusan SMA, SMK, MA Jabar Diberi Pelatihan Ker
- DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Pimpinan Siap Mundur
- BAZNAS Cianjur Hadirkan Harapan Lewat Distribusi Air Bersih di Desa Sukamaju
- Buka Muktamar ke-35 NU, Presiden Prabowo: NU Institusi Bersejarah dan Berjasa Besar bagi Indonesia
- Bidang SMP Disdikpora Cianjur Gerak Cepat Antisipasi Kekurangan Guru Menjelang 2026–2027
Yusman Faisal: Seluruh Puskesmas Di Kabupaten Cianjur Harus Sediakan Obat Formularium

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal.
Pinusnews.id - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal mengatakan, seluruh pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) yang ada di Cianjur harus menyediakan obat formularium untuk 155 jenis diagnosis penyakit.
"Kita punya batasan jenis penyakit yang memang harus kita tangani di tingkat dasar (Puskesmas) hingga rumah sakit (RS). Obat bagi 155 diagnosis harus ada di Puskesmas, itu wajib," ungkap Yusman usai Rapat Paripurna di DPRD Kabupaten Cianjur, Senin, 11 November 2024.
Dengan begitu, pihaknya tidak bisa membeli obat di luar formularium yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
Baca Lainnya :
- Direktur Jendral PKTN Kunjungi Pasar Rakyat Cipanas Menuju sertifikasi SNI.
- Dudi Tegaskan ASN di Cianjur Harus Netral di Pilkada 2020
- Sejumlah Kampung di Agrabinta Cianjur Dikepung Banjir dan Longsor
- Panwascam Sukaluyu Lantik 170 Anggota PTPS
- 918 Burung Digantangkan, Kontes Burung di Pendopo Tumaritis Semarak Luar Biasa
Disebutkan Yusman Faisal, Jika ditemukan kasus kosongnya stok obat formularium di salah satu Puskesmas hingga warga terpaksa membeli di luar, mungkin dokter di unit pelayanan tersebut masih baru atau belum terpapar formularium obat-obatan.
"Atau bisa saja dokter-dokter itu lebih percaya pada formularium obat di luar yang sudah ditetapkan di Puskesmas. Itu diperbolehkan, hanya risikonya ya tidak disediakan Puskesmas dan harus diresepkan," jelasnya.
Hanya saja, untuk pasien pelayan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, harus mengikuti formularium yang ada. Sedangkan pasien umum, tidak diharuskan.
Yusman menyebut, ada banyak distributor obat yang tercatat resmi di Dinkes Kabupaten Cianjur, jumlahnya capai puluhan perusahaan.
"Semua distributor itu lah yang memenuhi kebutuhan obat se-Cianjur. Karena di satu distributor belum tentu semua obatnya lengkap, sehingga mereka akan saling melengkapi untuk pemenuhannya," jelas Yusman Faisal. (dens).











