- DPRD Cianjur Gelar Rapat Paripurna: Jawaban Eksekutif atas Pandangan Umum Fraksi
- Hilman Saukani: BAZNAS dan Dekopinda Merajut Sinergi Zakat yang Menggerakkan Umat
- Ruhli Solehudin: Sekolah Rakyat Cianjur Masih Pending, Lahan 10 Hektare Jadi Kendala Utama
- Dari Abu Menuju Harapan: Aksi Cepat PMI Cianjur Lindungi Warga di Tengah Hujan Vulkanik
- Disdikpora Cianjur: Imbau Warga Sekolah dari Abu Vulkanik dengan Pembelajaran Daring
- Lewat SADA Jabar, Sekda Herman Dorong Kepala Desa Aktif Tingkatkan IPM
- 282 Ruang Kelas yang Hilang: Potret Kesenjangan Infrastruktur SMP di Cianjur
- Presiden Prabowo: Tertibkan Kawasan Hutan SecaraTegas, Transparan, dan Akuntabel
- Sanroh BAZNAS Cianjur: Menyegarkan Hati, Mengokohkan Amanah
- Sekolah di Ujung Kampung: Janji Bupati Cianjur untuk Pendidikan yang Layak
Warga Cibinong Nekat Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak Sepanjang 7 Kilometer

Keterangan Gambar : Warga di wilayah Kecamatan Cibinong sedang memperbaiki ruas jalan kabupaten yang rusak berat sepanjang 7 kilometer.
Pinusnews.id - Warga Desa Pamoyanan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, nekat bergotong royong memperbaiki jalan rusak berat sepanjang 7 kilometer yang menjadi akses vital penghubung Desa Pamoyanan dan Cimaskara.
Jalan tersebut merupakan ruas jalan kabupaten yang hingga kini tak kunjung diperbaiki pemerintah, padahal menjadi urat nadi aktivitas ekonomi dan pendidikan warga setempat.
Kepala Desa Pamoyanan, Agus Sutiawan, menyebutkan bahwa kondisi jalan yang rusak parah itu sudah sangat memprihatinkan. Setiap hari, warga harus “bertaruh nyawa” melintasi jalan penuh lubang, licin, dan berlumpur, terutama saat musim hujan.
Baca Lainnya :
- Hitungan Sementara Suara Pilkada 2020 di Cianjur
- Cyrus Network: Hasil Quick Count Sementara BHS-M Unggul Disusul Pilar
- Warga Lima Kecamatan di Cianjur Keluhkan Listrik Mati, Ini Disampaikan PLN
- 4968 TPS Disemprot Cairan Disinfektan
- Cegah Penyebaran Covid-19, Forkopimda Cianjur Penyemprotan Disinfektan Hingga Bagikan Masker
“Ruas jalan sepanjang 7 kilometer ini adalah jalur utama warga dua desa untuk menuju pusat Kabupaten Cianjur. Kerusakan ini bukan hanya menghambat aktivitas, tapi mengancam keselamatan warga setiap harinya,” ungkap Agus, belum lama berselang.
Menurutnya, secara administratif kerusakan jalan ini memang berada di wilayah Desa Pamoyanan, namun fungsinya sebagai jalan kabupaten seharusnya mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Jalan ini vital untuk mobilitas masyarakat, termasuk anak-anak sekolah. Ini bukan soal kemewahan, tapi soal kebutuhan dasar dan keselamatan. Kami mendesak agar pemerintah segera turun tangan,” tegasnya.
Hal senada diungkapkan tokoh pemuda Desa Pamoyanan, Subhan. Ia mengungkapkan bahwa kondisi jalan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kubangan lumpur dan jalan licin telah membuat distribusi barang dan hasil pertanian terganggu.
“Kalau dibiarkan, jalan ini akan jadi kuburan ekonomi bagi dua desa. Kami hanya ingin hidup lebih baik, tapi jalannya malah makin mematikan. Kami mohon agar pemerintah jangan tutup mata,” kata Subhan dengan nada kecewa.
Aksi gotong royong warga ini menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakpedulian birokrasi. Mereka berharap, jeritan masyarakat desa bisa terdengar hingga ke telinga para pengambil kebijakan di Kabupaten Cianjur. (tim-dens).











