- DPRD Cianjur Gelar Rapat Paripurna: Jawaban Eksekutif atas Pandangan Umum Fraksi
- Hilman Saukani: BAZNAS dan Dekopinda Merajut Sinergi Zakat yang Menggerakkan Umat
- Ruhli Solehudin: Sekolah Rakyat Cianjur Masih Pending, Lahan 10 Hektare Jadi Kendala Utama
- Dari Abu Menuju Harapan: Aksi Cepat PMI Cianjur Lindungi Warga di Tengah Hujan Vulkanik
- Disdikpora Cianjur: Imbau Warga Sekolah dari Abu Vulkanik dengan Pembelajaran Daring
- Lewat SADA Jabar, Sekda Herman Dorong Kepala Desa Aktif Tingkatkan IPM
- 282 Ruang Kelas yang Hilang: Potret Kesenjangan Infrastruktur SMP di Cianjur
- Presiden Prabowo: Tertibkan Kawasan Hutan SecaraTegas, Transparan, dan Akuntabel
- Sanroh BAZNAS Cianjur: Menyegarkan Hati, Mengokohkan Amanah
- Sekolah di Ujung Kampung: Janji Bupati Cianjur untuk Pendidikan yang Layak
TPPO di Cianjur Tak Hanya Manfaatkan Tenaga Kerja Tapi Perdagangkan Organ Tubuh Korban

Keterangan Gambar : Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada DPPKBP3A Kabupaten Cianjur, Tenty Maryanthy, saat diwawancarai awak media.
Pinusnews.id - Kabupaten Cianjur secara geografis merupakan wilayah paling strategis sebagai lokasi atau lalu lintas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cianjur, Tenty Maryanthy, usai mengikuti pengukuhan Gugus Tugas TPPO Kabupaten Cianjur, di Hotel Sangga Buana, belum lama berselang.
"Kabupaten Cianjur secara geografis sangat strategis, dimana bisa dijadikan sebagai lokasi untuk lalu lalang terjadinya perdagangan orang," kata Tenty kepada wartawan.
Baca Lainnya :
- Akibat Cuaca Buruk Nelayan Jayanti Gagal Cari Ikan, Kini Tanam Jagung
- Pemdes Tanjungsari Sukaluyu Bagikan BLT
- Peranan PT. Bukit Naga Mas Kembangkan UMKM di Cianjur
- Ini Hasil Penghitungan Suara Pilkada Cianjur 2020
- Geger, Mayat Pria Ditemukan Meninggal  dalam Rumah
Menurutnya, kasus trafficking atau perdagangan orang di Kabupaten Cianjur, termasuk ke dalam kabupaten/kota di Jawa Barat yang cukup tinggi. Berdasarkan data UPTD PPA hingga Agustus 2025, tercatat ada 28 kasus.
"Semuanya sudah tertangani. Ada yang memang sudah ditangani sampai dengan selesai. Tapi juga masih ada dalam proses, karena terkait dengan perdagangan orang sangat complicated sekali penyelesaiannya," ujarnya.
Tenty mengatakan, penanganan korban perdagangan orang tidak sesederhana memulangkan mereka ke kampung halaman, karena harus memperhatikan dampak psikologis, sosial, hingga finansial, sehingga harus dipulihkan terlebih dahulu.
"Karena akar permasalahannya adalah permasalahan ekonomi," katanya.
Berdasarkan data setempat, kasus perdagangan orang yang terjadi di Kabupaten Cianjur, diantaranya dari Kecamatan Mande, Kecamatan Cianjur, Kecamatan Haurwangi dan lain sebagainya.
Tenty menghimbau kepada masyarakat agar waspada terhadap iming-iming pekerjaan dari pihak tak bertanggung jawab. Mengingat modus pelaku kian beragam, tak hanya memanfaatkan tenaga kerja, tetapi juga memperdagangkan organ tubuh korban.
“Sasaran utama pelaku adalah mereka yang sedang butuh pekerjaan. Jadi, jangan mudah tergoda tawaran kerja tanpa kejelasan,” ungkapnya. (tim dens).











