- Tanggung Jawab PT DMGP dalam Mengembangkan Energi Panas Bumi di Cipanas, Cianjur
- Rembug Warga: Langkah Nyata Bupati Cianjur Hadirkan Pembangunan Berbasis Aspirasi Masyarakat
- Zakat Bersama: Membangun Cianjur Kuat dari Soliditas Umat Bersama BAZNAS
- Satgas Yonif 300/Brajawijaya Amankan Senjata Logistik Kelompok Bersenjata di Nduga
- Revitalisasi Pendidikan Dasar Cianjur: Tinjauan Bupati di Tengah Tes Akademik Nasional
- Dedikasi Polisi Pelosok: Bripka Bayu, Guru Sukarela di Tengah Tugas Keamanan
- Efisiensi Energi Pemkab Cianjur: Rp388 Juta Dihemat di Bawah Kepemimpinan Hendra
- Memperkuat Fondasi Hukum Cianjur: Pelantikan BLCI sebagai Momentum Edukasi Masyarakat
- KDM: Penataan Halaman Gedung Sate agar Aktivitas Masyarakat Lebih Lancar
- Aplikasi Nyari Gawe Semakin Diandalkan, Total Pelamar Kerja Capai Setengah Juta Orang
Tanggung Jawab PT DMGP dalam Mengembangkan Energi Panas Bumi di Cipanas, Cianjur

Keterangan Gambar : Pihak dari PT Daya Mas Geopatra Pangrango diantaranya Yunis, Imron, dan Marissa, saat melakukan wawancara dengan wartawan di Cianjur, Rabu, 22 April 2026.
Pinusnews.id - Indonesia menghadapi dorongan global menuju energi bersih, dengan potensi panas bumi mencapai 27,3 gigawatt (GW), salah satu terbesar di dunia. Di tengah upaya kemandirian energi nasional, PT Daya Mas Geopatra Pangrango (DMGP) memimpin proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Cipanas di Kabupaten Cianjur. Proyek ini tidak hanya memanfaatkan sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ketahanan energi.
PT Daya Mas Geopatra Pangrango, anak perusahaan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk dari Grup Sinar Mas, fokus pada pengembangan energi panas bumi. Wilayah Cipanas telah ditetapkan sebagai Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) melalui Keputusan Menteri ESDM No. 2778 K/30/MEM/2014. Sebagai Proyek Strategi Nasional (PSN), inisiatif ini selaras dengan komitmen perusahaan untuk tanggung jawab sosial dan pelestarian alam.
Dalam operasionalnya, DMGP menerapkan standar keselamatan ketat, kepatuhan regulasi, dan pemeliharaan ekosistem sekitar. Pengembangan ini dirancang untuk menciptakan nilai tambah ekonomi inklusif bagi masyarakat Cianjur. PT Daya Mas Geopatra harus konsisten menjaga tanggung jawabnya sebagai perusahaan dalam mengembangkan energi terbarukan, memastikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan komunitas.
Baca Lainnya :
- Bupati Herman Suherman : Cianjur Harus Steril dari Covid-19
- Dipancing dengan Perempuan, Tertangkaplah Komplotan Pencuri Domba
- Sekolah Buka Pada Masa Pandemi Covid-19, Bisa Kena Sanksi Berat
- Ini Kata Kades Sukasari, Polemik Video Viral Pengakuan KPM Dana BLT DD
- Asep Irwan : BPKAD Cianjur Harus Transparan Mengelola Keuangan Daerah
Kekhawatiran publik sering muncul terkait dampak lingkungan, seperti risiko longsor atau gempa. Namun, pakar memberikan penjelasan ilmiah yang menenangkan. Prof. Nana Sulaksana, Pakar Vulkanologi Universitas Padjadjaran, menegaskan bahwa aktivitas panas bumi tidak memengaruhi stabilitas gunung.
“Pada dasarnya, longsor adalah proses alami akibat pergerakan material dari tempat tinggi ke rendah karena gravitasi, dan bisa terjadi di mana saja, termasuk di wilayah gunung api,” jelasnya.
Prof. Nana menambahkan bahwa proses pengembangan dilakukan dengan perhitungan geoteknik matang. “Dalam kegiatan panas bumi, seluruh proses seperti pembukaan lahan hingga pengeboran dilakukan dengan perhitungan geoteknik yang matang, sehingga kestabilan lereng tetap terjaga,” ujarnya. Pengambilan uap hanya melalui sumur berdiameter kecil yang diperkuat pipa baja dan semen, tanpa penggalian besar.
Lokasi proyek dipilih berdasarkan kajian geologi untuk menghindari area rawan longsor. “Struktur gunung tetap aman dan stabil. Lokasi proyek pun dipilih berdasarkan kajian geologi untuk menghindari area rawan longsor,” tambah Prof. Nana. Pendekatan ini menunjukkan komitmen DMGP terhadap keselamatan, yang menjadi bagian dari tanggung jawabnya sebagai pengembang energi terbarukan.
Senada dengan itu, Dr. Dewi Gentana, Pakar Geologi Universitas Padjadjaran, memastikan tidak ada pemicu gempa atau gangguan sumber air. “Air yang digunakan berada di kedalaman sekitar 2.000 meter, jauh dari sumber air warga, sehingga tidak saling mempengaruhi,” jelasnya. Kualitas udara tetap terjaga karena tidak ada proses pembakaran, sehingga pertanian lokal berjalan normal.
DMGP menerapkan sistem reinjeksi, mengembalikan air ke bumi setelah digunakan untuk menjaga keseimbangan alam. Praktik ini terbukti sukses di Kamojang, Jawa Barat, selama puluhan tahun. Pembangkit panas bumi di sana berdampingan harmonis dengan lingkungan dan pertanian, menjadi bukti bahwa teknologi ini berkelanjutan.
Selain aspek teknis, DMGP aktif dalam program sosial selama tiga bulan terakhir. Mereka merenovasi fasilitas umum di Desa Cipendawa, mendukung tempat ibadah di Pasir Cina dan Desa Sukatani, serta memberikan bantuan seperti konsumsi untuk Pesantren Kampung Loji di Desa Cipanas. Santunan anak yatim di Desa Sukatani dan bantuan lansia di Desa Cipendawa juga menjadi prioritas.
Pada Rabu, 22 April 2026, di Cianjur, dalam wawancara dengan para wartawan, Kepala Teknik Panas Bumi DMGP, Yunis, menekankan pendekatan holistik. “Berbagai program sosial telah kami jalankan, mulai dari renovasi fasilitas umum, dukungan untuk tempat ibadah, hingga bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. Kami ingin kehadiran proyek ini juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya. “Karena itu, kami berupaya untuk tumbuh bersama,” tambahnya.
Konsistensi PT Daya Mas Geopatra dalam tanggung jawabnya krusial untuk keberhasilan proyek. Sebagai perusahaan energi terbarukan, mereka harus terus mengintegrasikan teknologi canggih, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini tidak hanya memenuhi regulasi PSN, tetapi juga membangun kepercayaan publik di Cipanas, Cianjur.
Melalui kolaborasi ini, pengembangan panas bumi di Cianjur menjadi model masa depan energi bersih Indonesia. DMGP harus membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat selaras dengan keberlanjutan, menciptakan warisan positif bagi generasi mendatang. (dens).










