- DPRD Cianjur Pimpin Refleksi dan Akselerasi Pembangunan pada Hari Jadi ke-349
- Bupati Cianjur Sambut Korban TPPO, Ingatkan Warga Urus TKI Secara Legal
- Cianjur Masih di Bawah: Tantangan IPM dan Upaya Perbaikan Bersama
- Peringati Milangkala Ke-349 Kabupaten Cianjur, KDM akan Tingkatkan Kualitas Pendidikan
- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
Tahun 2025 KDM Fokus Pada Keseimbangan Pembangunan Infrastruktur-Pelestarian Alam

Keterangan Gambar : Foto istimewa.
Pinusnews.id - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berkomitmen membangun infrastruktur sejalan dengan upaya pelestarian alam pada tahun pertama pemerintahannya. Oleh karena itu, sejumlah program pembangunan infrastruktur telah dituntaskan beriringan dengan program pelestarian alam sepanjang 2025.
Kondisi jalan di Jabar menjadi perhatian KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, pada tahun lalu. Panjang jalan di Jabar yang direkonstruksi mencapai 223 kilometer dengan anggaran Rp1,2 triliun pada 2025.
Pemeliharaan jalan berkala juga dilakukan. Dengan anggaran Rp520 miliar, jalan sepanjang 211 kilometer di Jabar mendapat pemeliharaan berkala.
Baca Lainnya :
- Personil Kodim 0608/Cianjur, Dukung Pelaksanaan Vaksin Covid-19
- Video Conference Koordinasi Daerah Soal Pembelajaran Tatap Muka
- Anggota Dewan Cianjur : Usut Tuntas Oknum Pemungut Dana Covid-19 di Desa Sukasari, Kadupandak
- Cianjur Dapat Penghargaan Program Desa dan Kelurahan Bersih Narkoba
- Di Cianjur Pembelajaran Tatap Muka Diundur, Jarak Jauh Diutamakan
KDM juga memperlebar ruas jalan. Sepanjang 4,7 kilometer jalan diperlebar dengan anggaran Rp6,1 miliar.
Selain itu, pada 2025, dilakukan pembangunan jalan di Kota Bekasi dan Kabupaten Sukabumi. Panjang jalan yang dibangun di Kabupaten Sukabumi mencapai 6,6 kilometer dan di Kota Bekasi 0,4 kilometer.
Tak hanya jalan, pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan KDM juga meliputi pembangunan jembatan. Terdapat 11 unit jembatan yang diganti dengan anggaran Rp94 miliar.
Pembangunan penerangan jalan umum (PJU) pun tak luput dari perhatian KDM. Terdapat 16.043 PJU yang dibangun pada tahun lalu yang menelan dana Rp493 miliar.
Pemasangan sambungan listrik juga telah dirampungkan dengan total 76.038 satuan sambungan.
Penguatan infrastruktur menjadi fokus KDM untuk mendukung kehidupan yang layak bagi masyarakat.
"Dengan infrastruktur yang memadai, kebutuhan sektor pendidikan, kesehatan hingga perekonomian dapat terpenuhi dengan baik," ujar KDM, Rabu (7/1/2026).
Peremajaan kebun teh
Sejalan dengan pembangunan infrastruktur, program-program pelestarian lingkungan juga telah rampung dilaksanakan pada 2025. Salah satu program yang menjadi fokus KDM yakni peremajaan perkebunan teh. Program tersebut dilaksanakan di Kebun Teh Malabar, Kabupaten Bandung, seluas 5 hektare dan Kecamatan Ciater, Subang, seluas 5 hektare.
“Daerah-daerah menuju kawasan tebing yang kecuramannya tinggi yang masih ada kebun sayur secara berlahan juga akan kita mulai tanami teh,” ucap KDM.
KDM pun merehabilitasi hutan seluas 1,2 hektare dan mereboisasi 7,8 hektare hutan bambu.
Upaya pelestarian lingkungan juga meliputi normalisasi sungai, situ dan embung. Terdapat 17 sungai, 55 situ, 1 oxbow, dan 2 embung yang dinormalisasi sepanjang 2025. Dibangun juga pos pantau curah hujan, pos duga air, pos hidrologi dan sumur bor. Total anggaran yang digunakan untuk semua pembangunan itu mencapai Rp168 miliar.
Dikatakan KDM, normalisasi sungai, situ, embung dilakukan untuk mencegah meluapnya air sungai sehingga mengakibatkan banjir.
Upaya penting lain dalam melestarikan lingkungan yang terlaksana tahun lalu yaitu pembebasan dan pengelolaan mata air. Kegiatan tersebut dilakukan di dua wilayah sungai dengan biaya Rp1,2 miliar. (tim dens).











