- DLH Cianjur Pimpin Operasi Bersih Sungai Cisarua: Gotong Royong Pulihkan Aliran, Cegah Banjir
- Diskumdagin Cianjur Tegaskan Integritas: Langkah Nyata Perbaiki Pelayanan Publik
- Siapkan Tenaga Kerja Kompeten di Pasar Global, 1.280 Lulusan SMA, SMK, MA Jabar Diberi Pelatihan Ker
- DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Pimpinan Siap Mundur
- BAZNAS Cianjur Hadirkan Harapan Lewat Distribusi Air Bersih di Desa Sukamaju
- Buka Muktamar ke-35 NU, Presiden Prabowo: NU Institusi Bersejarah dan Berjasa Besar bagi Indonesia
- Bidang SMP Disdikpora Cianjur Gerak Cepat Antisipasi Kekurangan Guru Menjelang 2026–2027
- Disbudpar Cianjur: Strategi Promosi dan Revitalisasi untuk Menutup Kesenjangan Retribusi
- Gerakan Pramuka Diharapkan Mampu Ciptakan Indonesia Emas 2045
- Disdikpora Cianjur Setarakan Peluang Sekolah Swasta dalam SPMB 2026
Tahun 2025 Cianjur Zero Anak Tidak Sekolah-Anak Putus Sekolah di SMP

Keterangan Gambar : Kabid SMP Disdikpora Kabupaten Cianjur, Helmi Halimudin.
Pinusnews.id - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, menargetkan zero anak tidak sekolah (ATS) dan anak putus sekolah (APS) SMP pada 2025.
Kepala Bidang SMP Disdikpora Kabupaten Cianjur, Helmi Halimudin mengatakan, tahun 2024 tercatat ada 916 siswa SMP di Cianjur putus sekolah atau tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA/SMK atau sederajat.
"Target zero itu bukan berarti tidak ada sama sekali, maksudnya target zero itu tidak ada penambahan lagi," kata Helmi, Minggu 3 November 2024.
Baca Lainnya :
- Sejumlah Kampung di Agrabinta Cianjur Dikepung Banjir dan Longsor
- Panwascam Sukaluyu Lantik 170 Anggota PTPS
- 918 Burung Digantangkan, Kontes Burung di Pendopo Tumaritis Semarak Luar Biasa
- Dinas Pertanian Buka Bazar Murah untuk Umum
- Jasad Nelayan Tengelam di Pantai Cigebang Cianjur Ditemukan
Helmi mengatakan untuk tahun 2024 ada penurunan sekitar 664 orang, dibanding tahun 2023 ada sekitar 1.580 siswa SMP yang tidak melanjutkan ke jenjang SMA/SMK. Pihaknya berusaha untuk mencarikan solusi agar tidak ada lagi ATS dan APS setiap tahunnya, salah satunya dengan program orang tua asuh dan beasiswa.
"Tercatat jumlah lulusan SMP tahun 2024 sebanyak 29.830 siswa namun yang melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA/SMK sederajat hanya 28.914 siswa, sebagian besar melanjutkan ke jenjang SMK, sedangkan sekitar 916 memilih bekerja," ungkapnya. (tim).











