- DPRD Cianjur Pimpin Refleksi dan Akselerasi Pembangunan pada Hari Jadi ke-349
- Bupati Cianjur Sambut Korban TPPO, Ingatkan Warga Urus TKI Secara Legal
- Cianjur Masih di Bawah: Tantangan IPM dan Upaya Perbaikan Bersama
- Peringati Milangkala Ke-349 Kabupaten Cianjur, KDM akan Tingkatkan Kualitas Pendidikan
- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
Sudah 80 Tahun Merdeka, Tapi di Cianjur Ada Murid Belajar di Sekolah Mirip Saung, DPRD Buka Suara

Keterangan Gambar : Siswa-siswi kelas jauh SDN Harapanjaya di Desa Karyabakti, Cidaun, Cianjur Selatan, masih belajar di dalam bangunan reyot seperti saung.
Pinusnews.id - Di tengah gegap gempita perayaan kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia, potret memilukan justru terlihat di Kampung Sangkalan, Desa Karyabakti, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur.
Sebanyak 58 siswa-siswi kelas jauh SDN Harapanjaya masih harus menjalani proses belajar mengajar di bangunan reyot yang lebih mirip saung daripada ruang kelas.
Kondisi ini terungkap saat anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur, Dicki Ismail, melakukan reses ke wilayah Cianjur selatan. Ia menyebutkan bahwa sekolah yang terletak di perbatasan desa tersebut, sudah beroperasi lebih dari enam tahun dalam kondisi sangat memprihatinkan.
Baca Lainnya :
- BNN RI Intip Program Desa Bersih Narkoba di Cianjur
- LPM Sindangraja Pertanyakan SK Ada Dua, Ini Penjelasan Pemdes
- PLN ULP Tanggeung: Hindari Cuaca Ekstrem dan Jauhi Jaringan Listrik
- Pom Mini Hangus Terbakar dan Meledak di Sukaluyu
- Manajemen Qoha Ajak Patuhi Prokes 3M dan Konsumsi Air Minum Sehat
“Bangunannya jauh dari layak, seperti saung yang kumuh dan tanpa mebeler. Ini sangat memprihatinkan,” ujar Dicki, Selasa (5/8/2025) kemarin.
Ia menambahkan, meskipun sarana sangat terbatas, sekolah ini sudah berhasil meluluskan dua angkatan dengan hanya dibantu oleh dua guru honorer. Ini menjadi bukti semangat belajar siswa dan dedikasi guru, meskipun nyaris tanpa dukungan fasilitas dari pemerintah.
“Ironis, setelah 80 tahun Indonesia merdeka, masih ada anak-anak bangsa yang belajar di tempat yang sangat tidak layak. Ini tamparan bagi kita semua,” tegasnya.
Dicki menyatakan pihaknya akan mengawal penuh usulan pembangunan sekolah tersebut agar bisa direalisasikan di atas tanah carik desa. Ia pun telah berkoordinasi dengan Kordik Cidaun dan Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, agar pembangunan sekolah menjadi prioritas.
“Anak-anak ini adalah bagian dari masa depan bangsa. Mereka berhak mendapatkan tempat belajar yang layak dan aman,” pungkasnya. (tim dens).











