- Bapperida Cianjur Gerakkan Reformasi Birokrasi 2026 Lewat Desk Verifikasi dan Monitoring
- Semangat Sportivitas, Perumdam Tirta Mukti Cianjur Apresiasi HAORNAS 2026
- Menyambung Harapan: Kinerja Dinas PUTR Cianjur Wujudkan Jalan Padasuka–Cireundeu untuk Masyarakat
- BKAD Cianjur: Pakta Integritas Perkokoh Tata Kelola Keuangan Daerah yang Transparan dan Akuntabel
- Dari Apel Pagi ke Aksi Nyata: Disperkim Cianjur Tunjukkan Wajah Kemanusiaan
- DPMPTSP Cianjur Hadirkan Layanan Pendidikan, Percepat Izin Operasional Sekolah
- DPRD Cianjur Gelar Rapat Paripurna: Jawaban Eksekutif atas Pandangan Umum Fraksi
- Hilman Saukani: BAZNAS dan Dekopinda Merajut Sinergi Zakat yang Menggerakkan Umat
- Ruhli Solehudin: Sekolah Rakyat Cianjur Masih Pending, Lahan 10 Hektare Jadi Kendala Utama
- Dari Abu Menuju Harapan: Aksi Cepat PMI Cianjur Lindungi Warga di Tengah Hujan Vulkanik
Soal SPIP, Bupati Cianjur: Jangan Takut Berubah karena Tidak Ada Birokrasi yang Sempurna

Keterangan Gambar : Kegiatan SPIP yang dihadiri oleh Bupati Cianjur dr Mohammad Wahyu Ferdian bersama para pejabat Cianjur dan pihak terkait lainnya, di Aula Bapperida Cianjur, Kamis 12 Juni 2025.
Pinusnews.id - Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Cianjur untuk menyukseskan pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi. Hal tersebut disampaikan Bupati saat membuka kegiatan Kick Off Penilaian Mandiri SPIP Terintegrasi Pemerintah Kabupaten Cianjur Tahun 2025, yang digelar di Aula Bapperida Cianjur, Kamis 12 Juni 2025.
“Pelaksanaan SPIP Terintegrasi ini bukan sekadar untuk memenuhi kewajiban administratif, tapi sebagai wujud nyata niat baik kita kepada masyarakat Cianjur. Masyarakat berharap banyak dari kita, yang membutuhkan kehadiran pemerintah yang jujur, cepat, dan berpihak,” ungkap Bupati.
Bupati menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah, mulai dari tingkat Kabupaten hingga Kecamatan, serta seluruh ASN, harus memandang SPIP Terintegrasi ini sebagai kesempatan berharga, untuk memperbaiki diri dan sistem pemerintahan.
Baca Lainnya :
- Gegerkan Warga, Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Ditemukan di Sungai Cikondang Cibeber Cianjur
- BPBD Cianjur : Tebing Pasir atau Hutan Rawan Longsor di Cianjur, Sudah Terakomodir 2021
- Rustiman KPU Cianjur : 99 Persen Masyarakat Tahu 9 Desember Ada Apa?
- Perlu Perhatian Serius, Tebing Pasir Cilumping di Cibeber Rawan LongsorÂ
- Ikrar Bersama, Forkopimcam Mande Deklarasi Pilkada Aman Damai
"Kita lihat ini sebagai kesempatan emas untuk memperbaiki diri, memperbaiki sistem, dan memperkuat kepercayaan publik terhadap kita," imbuhnya.
Lebih lanjut, Bupati berharap jajaran perangkat daerah benar-benar memahami esensi dari SPIP Terintegrasi, yakni sebagai sarana evaluasi dan pembenahan tata kelola pemerintahan secara menyeluruh.
“Penilaian mandiri ini bukan soal skor semata. Tapi soal bagaimana kita secara jujur menilai diri, berani mengakui kekurangan, dan bersama-sama mencari jalan keluarnya. Tidak ada birokrasi yang sempurna, tapi birokrasi yang baik adalah yang terus belajar, terbuka terhadap masukan, dan tidak takut berubah ke arah yang lebih baik,” tuturnya.
Acara ini turut dihadiri oleh narasumber dari BPKP Perwakilan Jawa Barat, Ir. Dicky Kusniadi dan Supriatna, Sekretaris Daerah Cianjur, H. Cecep S. Alamsyah, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Arief Purnawan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Budi Rahayu Toyib, serta para Pimpinan Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. (dens).











