- Bapenda Cianjur Perkuat Evaluasi PAD demi Pembangunan yang Lebih Maju
- Bupati dan BAZNAS Cianjur Hadir Cepat, Salurkan Bantuan untuk Penyintas Kebakaran di Cilaku
- Disdikpora Cianjur Membangun SD Negeri Hegarsari lewat Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026
- Bapperida Cianjur Perkuat Bukti Dukung Inovasi demi Reformasi Birokrasi yang Lebih Baik
- Provinsi Jabar Bentuk Tim Pemburu Anak Tidak Sekolah Sampai ke Desa
- Kotak Amal BAZNAS Cianjur: Sedekah Kecil, Manfaat Besar untuk Sesama
- Dinas Pertanian Cianjur Perkuat Hilirisasi Produk Unggulan Daerah Bersama BRIN
- Pemerintah Cianjur Diperintahkan Hadir Lebih Dekat untuk Warga Terdampak Bencana
- Bersinergi untuk Membangun Cianjur: BAZNAS dan Pemkab Perkuat Pelayanan Masyarakat
- Pemkab Cianjur dan Kejaksaan Perkuat Sinergi Hukum demi Pembangunan yang Bersih
Selama Libur Nataru, Pasokan Pangan di Jabar Aman

Keterangan Gambar : Foto Istimewa.
Pinusnews.id - Pemda Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jabar memastikan ketersediaan pangan aman selama libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru).
Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Jabar Nenny Fasyaini mengatakan bahwa 12 komoditas pangan strategis yang ada saat ini semuanya surplus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kita itu daerah wisata, otomatis selain regular kita membutuhkan pangan, masyarakat yang datang ke Jawa Barat untuk wisata perlu makanan juga. Kita tahu Jabar terkenal dengan kulinernya,” ucap Nenny beberapa waktu lalu.
Baca Lainnya :
- Karena tak Pakai Masker, Puluhan Warga Cugenang Terjaring Razia
- Akibat Tanah Longsor, Akses Jalan Sukanagara dan Pagelaran Cianjur Selatan Lumpuh Total
- Akibat Sosialisasi Kurang Gencar, Ada Warga Pinggiran Cianjur Tak Tahu Pilkada
- Kini di Cianjur Hadir Layanan Virtual Grab Driver Center
- Polsek Mande Semangati Warga Ajakan 3M, Ini Tujuannya
Menurut Nenny, untuk memenuhi kebutuhan pasokan komoditas pangan, Jabar dan provinsi lain bekerja sama untuk saling memasok kebutuhan pangan.
“Kita memasok dari daerah-daerah yang surplus ke daerah yang defisit sehingga kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi semuanya, termasuk cadangan pangan pemerintah daerah juga aman,” ucapnya.
Terkait harga, Nenny mengakui bahwa saat ini ada kenaikan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat meski tidak terlalu signifikan. Pada saat bersamaan, ada juga komoditas yang mengalami penurunan harga, seperti daging sapi.
“Kita harus menjaga harga di produsen dan konsumen, Natal dan Tahun Baru harus terkendali, yang penting tidak melebihi HET yang sudah ditetapkan. Yang naik bawang merah, cabe merah, cabe rawit merah, dan telur naik. Untuk harga daging sapi malah turun,” tuturnya.
Nenny juga menyatakan, pihaknya juga menggelar Gerakan Pangan Murah di 27 kota dan kabupaten sebagai upaya pengendalian inflasi dan mempermudah akses pangan kepada masyarakat yang berkualitas.
“Gerakan Pangan Murah, untuk mendekatkan kepada masyarakat. Masyarakat bisa mendapatkan pangan yang berkualitas dan murah,” ucap Nenny. (tim-dens).











