- DPRD Cianjur Pimpin Refleksi dan Akselerasi Pembangunan pada Hari Jadi ke-349
- Bupati Cianjur Sambut Korban TPPO, Ingatkan Warga Urus TKI Secara Legal
- Cianjur Masih di Bawah: Tantangan IPM dan Upaya Perbaikan Bersama
- Peringati Milangkala Ke-349 Kabupaten Cianjur, KDM akan Tingkatkan Kualitas Pendidikan
- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
Sekolah Sudah Dibangun Tanpa Kursi dan Meja, Para Siswa SDN Terpaksa Belajar di Lantai

Keterangan Gambar : Bangunan Sekolah Dasar Negeri Sukabakti tampak bagus, tapi anehnya tidak ada kursi dan meja untuk belajar para siswanya.
Pinusnews.id - Puluhan siswa SDN Sukabakti di Kampung Nagrog, Desa Cirumput, Kecamatan Cugenang, Cianjur, terpaksa harus mengikuti kegiatan belajar mengajar tanpa kursi dan meja alias belajar di lantai atau lesehan.
Dari enam ruang kelas yang ada terdapat tiga kelas di sekolah tersebut yang siswanya belajar tanpa menggunakan kursi dan meja. Para siswa di kelas 3, 4 dan 5 terpaksa belajar tanpa alas di lantai ruang kelas.
Salah satu siswa kelas 5 SDN Sukabakti Agus Muhidin mengaku belajar di lantai sudah terjadi sejak satu tahun lalu saat dirinya duduk di kelas empat.
Baca Lainnya :
- Pemotor Luka-Luka, Tabrak Mobil Truk Sedang Parkir di Pacet Cianjur
- Pjs Bupati Cianjur Kunjungi Bazar Jumat Segar
- Heboh, Mayat Perempuan Ditemukan di Sungai Agrabinta Cianjur
- Waspada, Positif Covid-19 di Cianjur Melonjak Drastis
- Bagikan Ribuan Masker Usai Peringati HKN
"Sekarang saya sudah naik ke kelas lima, ya audah satu tahun belajar di lantai. Sering pegal dan kedinginan, pengen nya ya ada kursi sama meja, biar belajarnya nyaman," ungkap Agus saat ditemui wartawan.
Kepala Sekolah SDN Sukabakti, Wawan, mengatakan 3 ruang kelas yang tidak ada meja dan kursi tersebut terjadi sejak kejadian gempa bumi dahsyat tahun 2022. Seluruh bangunan hancur termasuk mebeulernya.
"Iya saat kejadian gempa seluruh bangunan sekolah rusak dan mebelernya rusak tidak ada yang terpakai," ujarnya.
Pasca gempa lanjut Wawan, pemerintah pusat kembali membangun sekolah baru. Namun setelah bangunannya selesai ternyata tidak dibantu dengan mebelernya dan dibiarkan kosong. (tim).











