- Bersinergi untuk Membangun Cianjur: BAZNAS dan Pemkab Perkuat Pelayanan Masyarakat
- Pemkab Cianjur dan Kejaksaan Perkuat Sinergi Hukum demi Pembangunan yang Bersih
- Guru Jadi Benteng Utama: Disdikpora Cianjur Perkuat Sekolah Aman dari Kekerasan
- DPPKBP3A Cianjur Hadir di Sekolah, Bangun Generasi Sadar Kependudukan Sejak Dini
- Rekonsiliasi Pajak Daerah: Upaya untuk Menjaga Kepercayaan Publik di Cianjur
- Diskumdagin Cianjur Perkuat UMKM: Dari Legalitas hingga Pasar Digital
- DPMPTSP Cianjur Dorong Investasi Kesehatan demi Pertumbuhan Ekomomi Daerah
- TP PKK Cianjur Perkuat Pembinaan Kecamatan untuk Keluarga Berdaya dan Sejahtera
- Kabid SMP Disdikpora Cianjur Apresiasi Edukasi Hukum Pelajar Lewat Jaksa Masuk Sekolah
- Tugu Kujang Cianjur: Ketika Pusaka Sunda Tertidur di Tengah Jalan
Sekolah Sudah Dibangun Tanpa Kursi dan Meja, Para Siswa SDN Terpaksa Belajar di Lantai

Keterangan Gambar : Bangunan Sekolah Dasar Negeri Sukabakti tampak bagus, tapi anehnya tidak ada kursi dan meja untuk belajar para siswanya.
Pinusnews.id - Puluhan siswa SDN Sukabakti di Kampung Nagrog, Desa Cirumput, Kecamatan Cugenang, Cianjur, terpaksa harus mengikuti kegiatan belajar mengajar tanpa kursi dan meja alias belajar di lantai atau lesehan.
Dari enam ruang kelas yang ada terdapat tiga kelas di sekolah tersebut yang siswanya belajar tanpa menggunakan kursi dan meja. Para siswa di kelas 3, 4 dan 5 terpaksa belajar tanpa alas di lantai ruang kelas.
Salah satu siswa kelas 5 SDN Sukabakti Agus Muhidin mengaku belajar di lantai sudah terjadi sejak satu tahun lalu saat dirinya duduk di kelas empat.
Baca Lainnya :
- Pemotor Luka-Luka, Tabrak Mobil Truk Sedang Parkir di Pacet Cianjur
- Pjs Bupati Cianjur Kunjungi Bazar Jumat Segar
- Heboh, Mayat Perempuan Ditemukan di Sungai Agrabinta Cianjur
- Waspada, Positif Covid-19 di Cianjur Melonjak Drastis
- Bagikan Ribuan Masker Usai Peringati HKN
"Sekarang saya sudah naik ke kelas lima, ya audah satu tahun belajar di lantai. Sering pegal dan kedinginan, pengen nya ya ada kursi sama meja, biar belajarnya nyaman," ungkap Agus saat ditemui wartawan.
Kepala Sekolah SDN Sukabakti, Wawan, mengatakan 3 ruang kelas yang tidak ada meja dan kursi tersebut terjadi sejak kejadian gempa bumi dahsyat tahun 2022. Seluruh bangunan hancur termasuk mebeulernya.
"Iya saat kejadian gempa seluruh bangunan sekolah rusak dan mebelernya rusak tidak ada yang terpakai," ujarnya.
Pasca gempa lanjut Wawan, pemerintah pusat kembali membangun sekolah baru. Namun setelah bangunannya selesai ternyata tidak dibantu dengan mebelernya dan dibiarkan kosong. (tim).











