Sekolah Bersatu, Damai Terjaga: Upaya SMKN I Cilaku dan SMK Siliwangi Jaga Masa Depan Pelajar

15 Agu 2026, 10:13:42 WIB PERISTIWA
Sekolah Bersatu, Damai Terjaga: Upaya SMKN I Cilaku dan SMK Siliwangi Jaga Masa Depan Pelajar

Keterangan Gambar : Kepala Sekolah SMKN I Cilaku, Cianjur, Kankan Salman Santosa, Kepala Sekolah Siliwangi, Eti Rohaeti, bersama pihak lainnya bersatu padu dengan Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, dalam Deklarasi Damai.


Pinusnews.id - SMKN I Cilaku dan SMK Siliwangi/AMS baru-baru ini menyelenggarakan Deklarasi Damai setelah insiden tawuran yang terjadi di Raya Cibeber KM 7, Desa Sukasari, Kecamatan Cilaku. Peristiwa yang terjadi pada sore hari itu sempat mengguncang suasana belajar-mengajar, namun pihak sekolah dan pemangku kepentingan cepat mengambil langkah penyelesaian. Deklarasi Damai digelar untuk menegaskan komitmen bersama agar konflik serupa tidak terulang.

Hadirnya Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, pada acara deklarasi tersebut menunjukkan betapa pentingnya menjaga ketertiban antar pelajar bagi stabilitas daerah. Bupati berharap deklarasi bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi langkah nyata menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.

"Saya berharap Deklarasi Damai ini menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif," ujarnya.

Baca Lainnya :

Pihak sekolah menyadari bahwa upaya pencegahan tawuran tidak bisa ditanggung satu pihak saja. Kepala Sekolah SMKN I Cilaku, Kankan Salman Santosa, menegaskan bahwa pendidikan karakter dan pembinaan harus melibatkan sekolah, orang tua, dan masyarakat.

"Semua pihak ikut bertanggung jawab dan ini menyangkut generasi sesuai dengan kapasitas dan kewenangannya," kata Kankan usai pertemuan.

Lebih jauh, Kankan Salman Santosa menjelaskan bahwa SMKN I Cilaku rutin melakukan aktivitas pembinaan, seperti apel pagi di tiap jurusan dan program pendidikan karakter yang disesuaikan dengan perkembangan psikologis siswa. Menurutnya, pembentukan sikap disiplin dan empati bukan sekali jadi tapi harus ada pengulangan dan dukungan berkelanjutan. 

"Program-program seperti ini tidak cukup hanya sekali dua kali, tapi harus kontinyu," ujar Kankan Salman Santosa menegaskan.

Selain dari pihak sekolah, keterlibatan lembaga lain juga tampak ketika Kakanwil HAM Jawa Barat, Hasbullah, hadir memberi penguatan kepada siswa. Kehadiran beliau memberi perspektif bahwa pendidikan yang baik juga menghormati hak asasi manusia. Kakanwil HAM Jabar menekankan pentingnya membangun kedisiplinan tanpa mengorbankan hak-hak anak sebagai individu. Ini menambah bobot moral pada upaya rekonsiliasi yang tengah berjalan.

Kepala SMK Siliwangi/AMS, Eti Rohaeti, menyambut baik inisiatif silaturahmi dan deklarasi tersebut. Eti berharap momen ini memperkuat hubungan antarsiswa dan menumbuhkan solidaritas antarpendidik. 

"Khususnya kita sebagai pendidik sudah melakukan apa yang terbaik dalam mendidik anak-anak kita, tidak di beda-bedakan, maka kita harus bersatu padu berkolaborasi dengan baik," ujar Eti Rohaeti.

Deklarasi Damai juga dipandang sebagai panggung pembelajaran kolektif, bagaimana sekolah bisa berkolaborasi dalam menata dunia pendidikan agar lebih baik. Upaya SMKN I Cilaku dan SMK Siliwangi/AMS menghadirkan tokoh seperti Kakanwil HAM Jabar, menunjukkan kesiapan untuk menerima masukan dan memperbaiki metode pembinaan. Ini bukan sekadar memperbaiki hubungan antar sekolah, tapi juga memperbaiki ekosistem pendidikan di Cianjur.

Para orang tua dan masyarakat diminta ikut serta dalam pengawasan dan pembentukan karakter anak. Bupati Cianjur mengingatkan bahwa tanggung jawab menjaga keamanan pelajar tidak hanya milik sekolah.

"Menjaga keamanan dan ketertiban di kalangan pelajar merupakan tanggung jawab bersama," tuturnya. Pesan Bupati Cianjur ini penting agar upaya damai tidak berhenti di ruang aula tetapi dirawat di rumah dan lingkungan.

Pada bagian lain, Kankan Salman Santosa juga mengajak semua pihak duduk bersama merefleksikan penyebab konflik, mencari faktor yang mempengaruhi, dan merumuskan langkah perbaikan. Ia berharap insiden ini menjadi yang terakhir dan Deklarasi Damai menjadi landasan nyata untuk tindakan pencegahan. 

"Sudahlah, ini kejadian terakhir jangan sampai terulang lagi," tegasnya.

Deklarasi Damai antara SMKN I Cilaku dan SMK Siliwangi/AMS tidak hanya mengakhiri konflik sesaat, tapi juga membuka ruang kolaborasi berkelanjutan.

Jika semua pihak, sekolah, orang tua, tokoh masyarakat, dan Pemda Cianjur bersinergi, lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung prestasi siswa akan terwujud. Upaya bersama ini memberi harapan bahwa generasi muda Cianjur dapat tumbuh, belajar, dan berprestasi tanpa bayang-bayang kekerasan maupun pelanggaran HAM. (dens).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment