- Tugu Kujang Cianjur: Ketika Pusaka Sunda Tertidur di Tengah Jalan
- DPPKBP3A Cianjur Perkuat Kolaborasi untuk Generasi Bebas Stunting
- BAZNAS Cianjur Hadir di Rakornas 2026, Perkuat Zakat yang Produktif dan Berdampak
- Dinas PUTR Cianjur: Integritas Menjadi Kunci Pelayanan yang Bersih dan Terpercaya
- Disdikpora Cianjur Percepat Pemenuhan SLF Sekolah demi Izin Operasional
- Dari Keterampilan Menuju Kemandirian: DPW PUTR Cianjur Hadir untuk Perempuan dan Keluarga
- BAZNAS Cianjur Doakan dan Ajak Masyarakat Peduli Korban Banjir Padang
- DPRD Cianjur Percepat Penyempurnaan Perubahan APBD 2026 demi Layanan Publik yang Lebih Baik
- Kabid SMP Ipan Sopandi: Disdikpora Cianjur Wajibkan Bahasa Sunda di Sekolah
- BAZNAS Cianjur Perkuat Kolaborasi dengan DPRD demi Kesejahteraan Warga
Sekda Herman Suryatman Sambut Baik Kerja Sama dengan BRIN Tangani Stunting

Keterangan Gambar : Istimewa
Pinusnews.id - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menyambut baik kerja sama yang diinisiasi oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk menangani stunting di 27 kabupaten/kota se-Jabar.
"Ahamdulillah, Pemprov Jawa Barat dan 27 kabupaten/kota kerja sama dengan BRIN melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) tentang teknologi dalam penanganan stunting. Insyaallah, tahun ini kita akan akselerasi penurunan stunting," ucap Herman Suryatman saat ditemui di Kantor BRIN Bandung, Kamis (20/6/2024).
Penanganan stunting di Jabar memerlukan berbagai dukungan dari lintas stakeholders.
Baca Lainnya :
- Sekda Jabar: Selesaikan PR Jabar dengan Prinsip Sabilulungan
- Bupati Cianjur Menggelar Silaturahmi dengan Ulama Didampingi Ketua PKB
- RSUD Sayang Cianjur Kurban 7 Sapi dan 10 Kambing
- Kabag Barjas Dampingi Sekda Cianjur Buka Giat Optimalisasi Pengadaan Barang dan Jasa Tahun 2024
- Kadis Dinkes Cianjur: Jika Prosesnya Lancar Pertengahan Tahun Ini RSUD Sindangbarang Bisa Difungsika
Dengan adanya kekuatan riset dari BRIN, Herman berharap bisa menurunkan angka stunting di Jabar demi generasi masa depan yang gemilang.
"Karena ini menyangkut masa depan anak cucu kita, generasi penerus. Tidak ada tawar menawar, ini harus kita turunkan (stunting), dengan di-support oleh teman-teman dari BRIN dan kabupaten/kota. Semuanya sudah berkomitmen," tuturnya.
Herman juga meminta masyarakat berpartisipasi dengan pemerintah dalam mengedukasi anggota keluarga terkait pentingnya gizi bagi pertumbuhan anak dimulai dari ketika seorang ibu hamil.
Ia menyebut ada tiga syarat untuk dilakukan. Pertama, yakni komitmen di setiap jenjang.
Kedua, partisipasi masyarakat bukan hanya ibu hamil atau remaja putri, tapi semua keluarga dan seluruh anggota masyarakat.
Ketiga, metodologi dengan bantuan teknologi informasi.
"Dengan tiga pendekatan tersebut stunting di Jawa Barat akan turun signifikan, zero new stunting," tandasnya.
Sementara itu Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Riset dan Inovasi Daerah BRIN Oetami Dewi menjelaskan, kegiatan FGD yang dilakukan merupakan bukti komitmen dari BRIN untuk mendorong penurunan stunting di Jabar.
"Pada FGD ini kita kumpulkan seluruh kabupaten/kota yang memiliki komitmen terhadap penurunan angka stunting se-Jawa Barat untuk saling sharing dan teknologi inovasi apa yang bisa disampaikan BRIN kepada daerah, juga apa yang dibutuhkan sehingga angka stunting bisa menurun dan ibu-ibu hamil tambah sehat," ujar Oetami Dewi. (tim).











