- Dirut Perumdam Tirta Mukti Cianjur: Tingkatkan Kualitas Pelayanan Air Bersih Bagi Masyarakat
- Ruhli Solehudin: Revitalisasi Pendidikan Cianjur, Transparansi dan Komitmen Masa Depan Cerah Siswa
- Panggilan Ketua Masjid Agung Cianjur: Jaga Persatuan Umat dari Ancaman Provokasi
- Hadiri Peringatan Hari Buruh, Presiden Prabowo Tegaskan Keberpihakan Negara pada Pekerja
- Cepi R Fadiana: Perkim Cianjur Dirikan Bangunan Hunian Layak: Rp1,8 Miliar untuk 63 Rumah Baru di 20
- Eri Rihandiar: Antisipasi Kemarau Panjang, Dinas PUTR Cianjur Benahi Irigasi dan Pola Tanam Adaptif
- Sinergi Pendidikan: STAI Al-Ittihad dan Pemerintah Cianjur Bangun Kolaborasi Strategis
- Bupati Cianjur Mutasi Pejabat Strategis Berbasis Kompetensi dan Transparansi
- Pemprov Jabar Terima Penghargaan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Terbaik
- Sekda Cianjur: Manfaatkan AI untuk Pelayanan Publik yang Lebih Baik
Ruhli Solehudin: Cianjur Kekurangan Guru Mata Pelajaran Agama Islam

Keterangan Gambar : Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin.
Pinusnews.id - Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur Ruhli Solehudin mengatakan, Kabupaten Cianjur kekurangan jumlah guru mata pelajaran agama Islam.
Menurut Ruhli, Kabupaten Cianjur seharusnya memiliki jumlah guru agama sebanyak 3.108 untuk SD dan SMP. Rinciannya untuk SD butuh guru agama sebanyak 1.188 dan SMP sebanyak 465 atau setara dengan satu sekolah itu ada satu guru pendidikan agama Islam, yakni untuk SD dan tiga guru agama untuk SMP.
“Dari jumlah tersebut hanya 40% yang terisi, atau setara 1.343 orang sehingga masih kurang 1.645 guru lagi. Sehingga, dalam menambal kekurangannya kami memaksimalkan guru-guru SD yang sukarela mengajar agama islam,” kata Ruhi kepada wartawan, Selasa (17/4/2024).
Baca Lainnya :
- H+6 Lebaran 2024, Inflasi di Jawa Barat Terkendali
- Visi & Misi Asep Anwar, Maju jadi Calon Ketua DPC PERADI Cianjur
- Ibang Mau Jadi Calon Bupati Cianjur, Sowan Merapat ke PPP
- Bupati Cianjur Gelar Open House di Taman Pancaniti
- Tren Harga Bahan Pokok di Jabar Menurun
Tak hanya memaksimalkan guru pendidikan umum untuk double job, Ruhli juga mengatakan adanya kerjasama dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan pengawas PAI, sebagai langkah mencari guru agama dengan kompetensi dan latarbelakang kelayakannya.
“Saat ini jumlah guru honorer yang mengajar agama Islam di Cianjur hanya sedikit dari kuota 1.081, sementara untuk ASN dari kuota 251 juga belum maksimal, begitupun untuk P3K dari kuota 123 juga belum terpenuhi,” imbuhnya.
Ruhli menjelaskan, adanya kekurangan-kekurangan guru agama Islam di Cianjur sudah terjadi sejak beberapa tahun kebelakang. Dirinya berharap, tahun depan pemerintah pusat dapat menambah kuota untuk Cianjur agar tidak ada lagi kekurangan guru agama di Cianjur.
“Pemerintah pusat memberikan kuota kepada kita setiap tahunnya, jumlah tersebut masih sangat kurang dari yang kita butuhkan. Kami sudah berupaya baik dari legislatif maupun yudikatif kita komunikasi dengan Menpan-RB untuk memaksimalkan kuota yang didapat oleh Kabupaten Cianjur,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Ruhli, pihaknya juga mengangkat pengajuan sesuai dengan rekomendasi dari pimpinan, mengharapkan formasi-formasi setelah adanya existing, setelah adanya planning satuan pendidikan sangat kekurangan dan mengharapkan itu semua terisi.
“Pada intinya kita melaksanakan sesuai dengan kuota yang diterima dari pusat. Kami sudah berupaya baik dari legislatif maupun yudikatif kita komunikasi dengan Menpan-RB untuk memaksimalkan kuota yang didapat oleh Kabupaten Cianjur,” terangnya. (dens).











