- DLH Cianjur Pimpin Operasi Bersih Sungai Cisarua: Gotong Royong Pulihkan Aliran, Cegah Banjir
- Diskumdagin Cianjur Tegaskan Integritas: Langkah Nyata Perbaiki Pelayanan Publik
- Siapkan Tenaga Kerja Kompeten di Pasar Global, 1.280 Lulusan SMA, SMK, MA Jabar Diberi Pelatihan Ker
- DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Pimpinan Siap Mundur
- BAZNAS Cianjur Hadirkan Harapan Lewat Distribusi Air Bersih di Desa Sukamaju
- Buka Muktamar ke-35 NU, Presiden Prabowo: NU Institusi Bersejarah dan Berjasa Besar bagi Indonesia
- Bidang SMP Disdikpora Cianjur Gerak Cepat Antisipasi Kekurangan Guru Menjelang 2026–2027
- Disbudpar Cianjur: Strategi Promosi dan Revitalisasi untuk Menutup Kesenjangan Retribusi
- Gerakan Pramuka Diharapkan Mampu Ciptakan Indonesia Emas 2045
- Disdikpora Cianjur Setarakan Peluang Sekolah Swasta dalam SPMB 2026
Ruhli Solehudin: Cianjur Kekurangan Guru Mata Pelajaran Agama Islam

Keterangan Gambar : Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin.
Pinusnews.id - Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur Ruhli Solehudin mengatakan, Kabupaten Cianjur kekurangan jumlah guru mata pelajaran agama Islam.
Menurut Ruhli, Kabupaten Cianjur seharusnya memiliki jumlah guru agama sebanyak 3.108 untuk SD dan SMP. Rinciannya untuk SD butuh guru agama sebanyak 1.188 dan SMP sebanyak 465 atau setara dengan satu sekolah itu ada satu guru pendidikan agama Islam, yakni untuk SD dan tiga guru agama untuk SMP.
“Dari jumlah tersebut hanya 40% yang terisi, atau setara 1.343 orang sehingga masih kurang 1.645 guru lagi. Sehingga, dalam menambal kekurangannya kami memaksimalkan guru-guru SD yang sukarela mengajar agama islam,” kata Ruhi kepada wartawan, Selasa (17/4/2024).
Baca Lainnya :
- H+6 Lebaran 2024, Inflasi di Jawa Barat Terkendali
- Visi & Misi Asep Anwar, Maju jadi Calon Ketua DPC PERADI Cianjur
- Ibang Mau Jadi Calon Bupati Cianjur, Sowan Merapat ke PPP
- Bupati Cianjur Gelar Open House di Taman Pancaniti
- Tren Harga Bahan Pokok di Jabar Menurun
Tak hanya memaksimalkan guru pendidikan umum untuk double job, Ruhli juga mengatakan adanya kerjasama dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan pengawas PAI, sebagai langkah mencari guru agama dengan kompetensi dan latarbelakang kelayakannya.
“Saat ini jumlah guru honorer yang mengajar agama Islam di Cianjur hanya sedikit dari kuota 1.081, sementara untuk ASN dari kuota 251 juga belum maksimal, begitupun untuk P3K dari kuota 123 juga belum terpenuhi,” imbuhnya.
Ruhli menjelaskan, adanya kekurangan-kekurangan guru agama Islam di Cianjur sudah terjadi sejak beberapa tahun kebelakang. Dirinya berharap, tahun depan pemerintah pusat dapat menambah kuota untuk Cianjur agar tidak ada lagi kekurangan guru agama di Cianjur.
“Pemerintah pusat memberikan kuota kepada kita setiap tahunnya, jumlah tersebut masih sangat kurang dari yang kita butuhkan. Kami sudah berupaya baik dari legislatif maupun yudikatif kita komunikasi dengan Menpan-RB untuk memaksimalkan kuota yang didapat oleh Kabupaten Cianjur,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Ruhli, pihaknya juga mengangkat pengajuan sesuai dengan rekomendasi dari pimpinan, mengharapkan formasi-formasi setelah adanya existing, setelah adanya planning satuan pendidikan sangat kekurangan dan mengharapkan itu semua terisi.
“Pada intinya kita melaksanakan sesuai dengan kuota yang diterima dari pusat. Kami sudah berupaya baik dari legislatif maupun yudikatif kita komunikasi dengan Menpan-RB untuk memaksimalkan kuota yang didapat oleh Kabupaten Cianjur,” terangnya. (dens).











