- BAZNAS Cianjur Salurkan 2.000 School Kit: Bantu Siswa Kurang Mampu Sambut Tahun Ajaran 2026/2027
- Tegas Lindungi Pangan: DPMPTSP Cianjur Pastikan 45 Ha Lahan Ciranjang Tetap Pertanian
- Ruhli: Disdikpora Cianjur Pastikan Semua Sekolah Penuh, MPLS Lancar dan Pendaftaran Sukses
- DPKAD Cianjur Gelar Santunan Anak Yatim: Wujud Kepedulian di Hari Jadi Cianjur ke-349
- Dari Masjid Nabawi, H.Adin Wakil BAZNAS Cianjur Sampaikan Terima Kasih dan Doa untuk Muzaki
- Disiplin Jadi Pondasi Pelayanan Prima, Disdikpora Cianjur Tancapkan Budaya Kerja Profesional
- Pemprov Jabar Lepas 1.147 Mahasiswa Ikuti Program Probidik Gema Jabar, Bantu Guru Mengajar
- KKN 2026, IAI Al-Azhary Siapkan Mahasiswa Pembawa Solusi
- Herry Wirawan Pimpin ICMI Cianjur 2026–2031: Ini Bukan Soal Posisi Tapi Pengabdian
- Bupati Wahyu Didampingi Ruhli Terima Audensi Edelweiss Running Festival 2026
Ruhli: Disdikpora Cianjur Pastikan Semua Sekolah Penuh, MPLS Lancar dan Pendaftaran Sukses

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Ruhli Solehudin.
Pinusnews.id - Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur menarik napas lega memasuki tahun ajaran 2026/2027. Menurut laporan yang diterima dari sekolah-sekolah di wilayahnya, tidak ada satu pun sekolah yang mengalami kekurangan peserta didik baru. Kondisi ini menjadi sinyal positif bahwa upaya pemerintah daerah dalam mendorong partisipasi pendidikan membuahkan hasil.
Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, menjelaskan bahwa saat ini peserta didik baru sudah menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Tahapan MPLS dimulai pada Rabu, 15 Juli 2026, dan berlangsung beberapa hari ke depan. Program ini berlaku mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Ruhli menegaskan bahwa laporan dari sekolah menunjukkan jumlah pendaftar cukup merata. “Sampai sejauh ini, dari laporan sekolah tingkat SD dan SMP tidak ada yang menerima peserta didik baru kurang dari 10 atau lima orang,” ujar Ruhli.
Baca Lainnya :
- Operasi Yustisi, Penyemprotan Desinfektan dan Pembagian Masker
- Dana Milyaran Jangan Semena-Mena Digunakan Kepala Desa
- Plt. Bupati Cianjur : Camat Harus Sediakan Tempat Isolasi Mandiri
- Fakta Baru, Dewan Temukan Orang Kaya di Cianjur Dapat BPNT
- Hebat, Cianjur Punya Dana 15 Miliar untuk Jaminan Persalinan
Ungkapan Ruhli itu memperlihatkan sebaran pendaftar yang sehat di hampir seluruh sekolah, mengurangi risiko sekolah sepi murid yang kerap menjadi masalah di beberapa daerah.
Suksesnya penerimaan peserta didik baru tidak terjadi tiba-tiba. Disdikpora Cianjur sejak jauh-jauh hari melakukan sosialisasi intensif kepada warga sekolah dan orangtua calon murid. “Kita sebelumnya telah melakukan upaya segera melakukan sosialisasi sebelum MPLS. Jadi mereka wajib menghadirkan orangtua di lingkungan sekolah untuk memberikan pemahaman tentang MPLS,” kata Ruhli.
Pendekatan Disdikpora Cianjur ini membantu orangtua memahami pentingnya kehadiran anak di awal tahun ajaran dan membuat proses adaptasi anak ke sekolah lebih lancar.
Selain kinerja sosialisasi, keberhasilan ini juga terkait langkah-langkah manajerial Disdikpora Cianjur yang proaktif memantau kondisi tiap sekolah. Ruhli memastikan bahwa baik sekolah negeri maupun swasta menunjukkan kondisi hampir sama yakni tidak ada yang mengalami kekurangan peserta didik baru.
Bahkan Ruhli memberi gambaran koordinasi yang baik antara dinas, sekolah, dan masyarakat dalam memastikan layanan pendidikan berjalan stabil di Kabupaten Cianjur.
Ruhli juga menyinggung kebijakan efisiensi yang diberlakukan pemerintah pusat dan bagaimana Pemkab Cianjur menyesuaikannya. Ia menekankan ada batasan-batasan dalam efisiensi, terutama pada alokasi yang menyangkut hak guru dan operasional dasar sekolah.
“Namun, ada beberapa program yang tidak boleh dilakukan efisiensi, seperti Dana BOS, gaji, dan tunjangan,” jelas Ruhli. Kepastian ini penting agar kualitas layanan pendidikan tetap terjaga meski ada tekanan anggaran.
Untuk selanjutnya, Disdikpora Cianjur diharapkan mempertahankan momentum ini dengan memperkuat kualitas pembelajaran dan layanan di sekolah. Keberhasilan pendaftaran dan pelaksanaan MPLS hanyalah langkah awal, yang tak kalah penting adalah memastikan anak didik memperoleh pengalaman belajar yang bermakna.
Dengan koordinasi yang terus terjaga antara dinas, sekolah, dan orangtua, Kabupaten Cianjur berpeluang memperkuat fondasi pendidikan lokal untuk tahun-tahun mendatang. (dens).










