- DPRD Cianjur Pimpin Refleksi dan Akselerasi Pembangunan pada Hari Jadi ke-349
- Bupati Cianjur Sambut Korban TPPO, Ingatkan Warga Urus TKI Secara Legal
- Cianjur Masih di Bawah: Tantangan IPM dan Upaya Perbaikan Bersama
- Peringati Milangkala Ke-349 Kabupaten Cianjur, KDM akan Tingkatkan Kualitas Pendidikan
- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
PSI Cianjur Salurkan 150 Paket Sembako bagi Duafa, Yatim, Orang Tak Mampu di Momen Idul Adha 1447 H

Keterangan Gambar : Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Cianjur, Anggarda Giri Rajati, saat memberikam bantuan kepada kaum duafa, yatim, dan orang tidak mampu di momen Idul Adha 1447 H.
Pinusnews.id - DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Cianjur menunjukkan wajah partai yang dekat dengan warga lewat aksi tebar 150 paket sembako menyambut Idul Adha 1447 Hijriah. Inisiatif ini, yang dipimpin langsung oleh Ketua DPD PSI Kabupaten Cianjur, Anggarda Giri Rajati, S.H., bukan sekadar acara seremonial; ia menegaskan bahwa partai politik dapat berperan sebagai penghubung nyata antara kebijakan dan kehidupan sehari-hari masyarakat. Bentuk aksi yang sederhana—mengantar paket dari rumah ke rumah—membawa pesan kuat tentang prioritas kemanusiaan dalam kerja politik lokal.
Keterlibatan langsung Anggarda dalam proses penyaluran paket sembako bagi kaum duafa, yatim piatu dan orang tidak mampu memberi bobot moral pada kegiatan tersebut. Hadir bersama pengurus dan kader, ia tidak hanya menjadi wajah kegiatan tetapi juga pelaksana di lapangan. Tindakan ini mengilustrasikan gaya kepemimpinan yang mengutamakan kerja tim dan keterlibatan personal, dua unsur yang esensial agar bantuan sosial tidak terhenti pada niat baik tetapi sampai ke tangan mereka yang membutuhkan.
Proses verifikasi daftar penerima yang dilakukan pengurus hingga ranting menunjukkan pendekatan yang rapi dan bertanggung jawab. Dengan menyasar lansia yang hidup sendiri, keluarga duafa, dan anak yatim—kelompok yang sering terlewat dalam agenda santunan besar—DPD PSI Cianjur memperlihatkan prioritas yang matang dan sensitif terhadap celah bantuan publik. Langkah ini memperkuat argumen bahwa program sosial partai dilakukan berdasar data lapangan, bukan atas dasar popularitas semata.
Baca Lainnya :
- Orang Misterius Bacok Deri Sampai Tangannya PutusÂ
- PT. SAC Bantu Pemerintah dalam Program Usaha Petani Porang di Cianjur
- 60 Pasien ODGJ Yayasan Rumah Pulih Jiwa Telah Sembuh, Tapi Pemda Cianjur Tutup Mata
- Pesantren Roboh, Belasan Santri Tertimpa Bangunan
- Mobil Angkutan Umum Tertimpa Pohon, 2 Sopir Dilarikan ke Rumah SakitÂ
Anggarda menegaskan motif kemanusiaan kegiatan ini dengan kalimat yang mudah dipahami dan menyentuh: “Idul Adha bagi kami bukan hanya soal ibadah kurban, tetapi juga soal bagaimana semangat berbagi itu sampai ke pintu-pintu warga yang paling memerlukan.” ungkapan ini mencerminkan nilai-nilai yang diusung PSI Cianjur—bahwa kehadiran partai harus terukur melalui aksi, bukan sekadar retorika politik menjelang pemilu.
Praktik distribusi rumah-kerumah yang menggunakan mobil operasional bertuliskan DPD PSI Cianjur Jabar menunjukkan bagaimana komunikasi visual dan tindakan kongkret saling melengkapi. Ketika pengurus dan kader turun langsung menyerahkan paket berisi beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan pokok lain, itu bukan hanya memberi bantuan material tetapi juga memberi afirmasi sosial: warga yang paling rentan dilihat dan diperhatikan.
Penting juga dicatat kesinambungan aksi-aksi sosial yang dilakukan DPD PSI Cianjur, dari buka puasa bersama hingga santunan pada Ramadan lalu, yang diikuti oleh tebar sembako Idul Adha. Pola konsistensi ini menempatkan kegiatan Idul Adha sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, bukan kegiatan sekali silang. Konsistensi semacam ini membangun kredibilitas organisasi politik di mata publik dan membentuk jaringan kepercayaan yang tahan terhadap narasi politik oportunistik.
Dalam pernyataannya, Anggarda menolak pendekatan partai yang hanya hadir pada momen-momen ketika membutuhkan suara: “Kami ingin PSI Cianjur dikenal bukan karena banyaknya spanduk, tapi karena kehadirannya.” Ucapan itu merefleksikan visi kepemimpinan yang menolak politik transaksional dan memilih kerja nyata untuk membangun legitimasi. Sikap ini relevan untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap fungsi sosial partai di tingkat lokal.
Aksi penyaluran 150 paket sembako ini layak dipandang sebagai contoh praktek politik lokal yang etis dan efektif. Di tangan Anggarda Giri Rajati, PSI Cianjur memperlihatkan bahwa kepemimpinan partai bisa menyatu dengan pelayanan sosial yang terukur dan berkelanjutan. Jika gerak politik mengikuti pola kehadiran seperti ini—konkrit, berkelanjutan, dan terverifikasi—maka hubungan antara partai dan masyarakat akan berkembang menjadi kemitraan yang saling menguatkan, bukan sekedar hubungan transaksional. (dens).











