- Kabid SMP Ipan Sopandi: Disdikpora Cianjur Wajibkan Bahasa Sunda di Sekolah
- BAZNAS Cianjur Perkuat Kolaborasi dengan DPRD demi Kesejahteraan Warga
- 1.546 Rumah Layak Huni, Harapan Baru Warga Cianjur
- Rekrutmen Planet Ban di Cianjur Dijadwalkan Ulang, Simak Jadwal Terbarunya
- Pelayanan Dekat, Aspirasi Terdengar: Bupati Cianjur Hadir di Rembug Warga Desa Cidadap
- Disnakertrans Cianjur Buka 14 Pelatihan Gratis untuk Siapkan Tenaga Kerja Kompeten
- BAZNAS Bangun Rumah Layak Huni untuk Lim dan Solihin, Tempat Pulang yang Lebih Nyaman
- Hiring Day Cianjur Buka Peluang Kerja, Disnakertrans Perkuat Penempatan Pencari Kerja
- Ketua PSI Cianjur Minta Membaca Putusan MK dengan Utuh, Menjaga Politik Tetap Jernih
- DTPHP Cianjur Kawal Penyaluran Pupuk Subsidi, Serapan NPK Tembus 61 Persen
Presiden Jokowi Dorong Penambahan Subsidi Pupuk untuk Tingkatkan Produksi Petani
Editor: Arsila Fadwi

Keterangan Gambar : Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutannya pada acara Pembinaan Petani, Penyuluh Pertanian, dan Babinsa se-Provinsi Jawa Tengah, di Alun-alun Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah, pada Rabu, 13 Desember 2023. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr.
Pinusnews.id - Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa pemerintah akan menambah subsidi pupuk untuk meningkatkan produksi pangan para petani. Presiden pun menyampaikan bahwa pemerintah akan terus melakukan pengawasan secara berkala untuk mencegah terjadinya permasalahan yang saat ini dikeluhkan oleh para petani.
Demikian disampaikan Presiden dalam sambutannya pada acara Pembinaan Petani, Penyuluh Pertanian, dan Babinsa se-Provinsi Jawa Tengah, di Alun-alun Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah, pada Rabu, 13 Desember 2023.
“Tadi disampaikan oleh Pak Menteri Pertanian, urusan pupuk, Pak Mentan tadi sudah menyanggupi pupuk 2024, 2023 akhir dan 2024 awal, beliau akan kontrol terus agar tidak ada masalah di lapangan. Subsidi pupuknya, subsidi pupuknya akan saya tambah, karena suplai pupuknya juga ada,” ucap Presiden.
Baca Lainnya :
- Jelang Nataru, Cianjur Gelar High Level Meeting Pengendalian Inflasi Daerah
- Sektor Pertambangan Berperan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat
- Dukung Netralitas Media, Wamenkominfo Dorong Ikuti Regulasi Pemilu
- Presiden Jokowi: Perkuat Sistem Pencegahan Korupsi Berbasis Teknologi di Tanah Air
- YPLHI Cianjur Akan Lakukan Gerakan Penyelamatan Pohon dari Pemasangan Alat Peraga Kampanye
Adapun terkait dengan angka subsidi pupuk, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa pemerintah masih akan menghitung angka tersebut terlebih dahulu. Presiden akan meminta Menteri Keuangan untuk menghitung kekurangan anggarannya.
“Nanti akan saya umumkan kalau saya sudah ketemu Menteri Keuangan, sebentar, semuanya itu dihitung, kurangnya berapa itu yang akan saya minta untuk diselesaikan oleh Menteri Keuangan. Pak Mentan ngitung dulu–memang prosedurnya seperti itu–minta persetujuan oleh DPR RI baru Menteri Keuangan bisa menambah,” tutur Presiden.
Selanjutnya, Kepala Negara menyebut bahwa ia memahami segala keluhan petani terkait permasalahan pupuk. Kepala Negara pun memastikan bahwa permasalahan pupuk akan menjadi fokus penyelesaian oleh pemerintah.
“Urusan pupuk, karena saya ini ngerti, Pak Menteri Pertanian itu juga bekas PPL (penyuluh pertanian lapangan), saya juga tiap hari masuk ke sawah ke desa untuk bertanya kepada petani. Problemnya memang di tahun tahun terakhir ini memang semuanya mengeluhkan para petani urusan pupuk,” ujar Presiden.
“Urusan pupuk akan menjadi fokus Menteri Pertanian dan akan kita selesaikan,” lanjutnya.
Selain itu, Presiden pun telah menyetujui prosedur pembelian pupuk subsidi agar lebih mudah diakses. Menurutnya, pembelian pupuk subsidi tidak hanya dapat menggunakan Kartu Tani, tetapi juga dengan menggunakan KTP.
“Saya sudah menyetujui, untuk pembelian pupuk asal di KTP-nya itu ada tulisan petani, silakan itu dipakai. Jadi bisa pakai Kartu Tani, bisa memakai juga KTP. Tapi jangan sampai KTP-nya nanti di sini tertulis pengusaha, beli pupuk,” tuturnya.
Lebih lanjut, Presiden Jokowi menginstruksikan PPL dan Babinsa untuk mendampingi para petani agar produksi beras di Provinsi Jawa Tengah dapat meningkat dengan baik. Kepala Negara pun mendorong peningkatan produksi bahan pangan agar harga tetap stabil.
“Kita semuanya bertekad agar produktivitas gabah, padi, dan beras di Jawa Tengah tahun depan sudah meningkat dan surplus sehingga seluruh petani sejahtera,” ucap Presiden.
Turut mendampingi Presiden yakni Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Pj. Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana, dan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq. (Dens/Tim).











