- DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Pimpinan Siap Mundur
- BAZNAS Cianjur Hadirkan Harapan Lewat Distribusi Air Bersih di Desa Sukamaju
- Buka Muktamar ke-35 NU, Presiden Prabowo: NU Institusi Bersejarah dan Berjasa Besar bagi Indonesia
- Bidang SMP Disdikpora Cianjur Gerak Cepat Antisipasi Kekurangan Guru Menjelang 2026–2027
- Disbudpar Cianjur: Strategi Promosi dan Revitalisasi untuk Menutup Kesenjangan Retribusi
- Gerakan Pramuka Diharapkan Mampu Ciptakan Indonesia Emas 2045
- Disdikpora Cianjur Setarakan Peluang Sekolah Swasta dalam SPMB 2026
- Disperkim Cianjur Tegakkan Ketertiban Lingkungan lewat Penataan dan Pelayanan
- Kepala Sekolah Diminta Wujudkan Perubahan Nyata Usai Pelatihan BCKS
- Kemenangan untuk Sesama: BAZNAS Cianjur Salurkan Donasi Karnaval untuk Korban Gempa NTT
Pemda Cianjur Lagi Cari Investor untuk Kerja Sama Pengelolaan Sampah

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur, Komarudin.
Pinusnews.id - Pemda Cianjur kini tengah berusaha keras menangani sampah, yang setiap harinya terkumpul sebanyak 300 ton sampah.
Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur, Komarudin, untuk mengatasi persoalan sampah di Cianjur ini sedang diusahakan bekerja sama dengan investor.
"Kami sekarang sedang mencari investor yang tidak membebani APBD, dan mencoba pendampingan dari sisi regulasi saja, tidak memakai dana APBD," kata Komarudin, usai rapat di Pendopo Cianjur, Senin (20/5/2024).
Baca Lainnya :
- HARKITNAS 2024 Dua Dekade ke Depan Momen Krusial Masa Depan Indonesia
- Pemprov Jabar dan GIP: Sepaham Bangun Industri Pariwisata Jabar dan Ambil Hikmah Kejadian Subang
- Kemenkes dan Starlink Akan Sediakan Internet di Puskesmas Daerah Terpencil-Perbatasan-Kepulauan
- 20 Kades di Cianjur Lakukan Penyelewengan Anggaran Ketahanan Pangan
- Bupati Cianjur: Kades Jangan Hanya Duduk di Kantor, Harus Aktif Kerja di Masyarakat
Komarudin mengungkapkan, untuk mengolah sampah tersebut mayoritas investor yang masuk ke Cianjur, rata-rata mereka meminta pendampingan anggaran, tapi pihaknya menolak.
"Jika dihitung sehari sekitar Rp200.000 per ton. Sedangkan sampah di Cianjur per harinya 300 ton. Ini berarti sudah 600 juta sehari kalau kali setahun kan besarnya sekitar 42 miliaran, dan kami tidak mampu menyediakan dana sebesar itu, makanya Kami sekarang sedang mencari investor," imbuh Komarudin.
Selain itu, Komarudin juga menjelaskan bahwa bila sampah itu diolah oleh investor, pasti ada hasilnya yang tidak harus setor ke pemerintah daerah, namun ada kebijakan lain semisal pajak daerah.
"Terpenting antara Pemda Cianjur dengan investor harus saling menguntungkan, terutama dalam memecahkan masalah persampahan di Cianjur, yang harus segera dituntaskan," tegas Komarudin.
Disebutkan, pihak Dinas Lingkungan Hidup Cianjur pun sudah mempersiapkan rencana kerja dengan mensosialisasikan kepada masyarakat tentang rumusan-rumusan terkait penanganan sampah di Cianjur.
"Persoalan sampah di Cianjur ini membutuhkan beragam cara serta partisipasi aktif dari semua pihak. Selain itu dorongan dana supaya lebih jelas arahnya dalam menangani persampahan ini," pungkas Komarudin. (dens).











