- DLH Cianjur Pimpin Operasi Bersih Sungai Cisarua: Gotong Royong Pulihkan Aliran, Cegah Banjir
- Diskumdagin Cianjur Tegaskan Integritas: Langkah Nyata Perbaiki Pelayanan Publik
- Siapkan Tenaga Kerja Kompeten di Pasar Global, 1.280 Lulusan SMA, SMK, MA Jabar Diberi Pelatihan Ker
- DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Pimpinan Siap Mundur
- BAZNAS Cianjur Hadirkan Harapan Lewat Distribusi Air Bersih di Desa Sukamaju
- Buka Muktamar ke-35 NU, Presiden Prabowo: NU Institusi Bersejarah dan Berjasa Besar bagi Indonesia
- Bidang SMP Disdikpora Cianjur Gerak Cepat Antisipasi Kekurangan Guru Menjelang 2026–2027
- Disbudpar Cianjur: Strategi Promosi dan Revitalisasi untuk Menutup Kesenjangan Retribusi
- Gerakan Pramuka Diharapkan Mampu Ciptakan Indonesia Emas 2045
- Disdikpora Cianjur Setarakan Peluang Sekolah Swasta dalam SPMB 2026
Paslon Bupati-Wakil Bupati No 3: Tak Akan Bedakan Bantuan ke Pesantren Modern dan Salafiyah

Keterangan Gambar : Suasana debat kandidat para paslon bupati-wakil bupati Cianjur tahun 2024 di sebuah hotel di Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat 25 Oktober 2024.
Pinusnews.id - Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Cianjur nomor urut 3, Deden Nasihin-Neneng Efa Fatimah, berjanji tidak akan membeda-bedakan anggaran bantuan bagi pesantren modern maupun salafiyah. Hal itu disampaikan pada debat kandidat sesi perdana yang digelar di salah satu hotel di Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat, 25 Oktober 2024.
Deden mengatakan, pasangan nomor urut 3 tak mau ada dikotomi terhadap pesantren, terutama berkaitan dengan keberpihakan bantuan anggaran. Baginya, baik pesantren modern maupun salafiyah harus mendapatkan porsi yang sama.
“Bantuan anggaran bagi pesantren harus merujuk kepada azas keadilan. Pesantren salafiyah harus mendapatkan porsi anggaran yang sama dengan pesantren modern,” kata Deden.
Baca Lainnya :
- Dinas Pertanian Buka Bazar Murah untuk Umum
- Jasad Nelayan Tengelam di Pantai Cigebang Cianjur Ditemukan
- Ratusan Minuman Beralkohol Roso-Roso Diamankan Polres Cianjur di Rumah Kontrakan
- Nelayan Tenggelam di Pantai Cigebang Karawangwangi Cidaun
- Pemotor Luka-Luka, Tabrak Mobil Truk Sedang Parkir di Pacet Cianjur
Program ini harus terealisasi. Terlebih, selama ini Kabupaten Cianjur dikenal sebagai kota tatar santri yang tentunya harus terus dipertahankan, salah satunya memajukan pesantren.
“Kota Santri jangan hanya jadi jargon tetapi harus terealisasi dengan baik. Pemerintah daerah harus hadir dan men-support anggaran untuk kemajuan dan kemaslahatan pesantren,” tegas Deden.
Majunya pesantren, maka Deden meyakini akan berdampak kepada upaya mendongrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Cianjur.
“Sehingga anak didik kita ke depan tumbuh dengan sehat, baik secara kualitas mental maupun spiritualnya,” pungkasnya. (dens).











