- DPRD Cianjur Pimpin Refleksi dan Akselerasi Pembangunan pada Hari Jadi ke-349
- Bupati Cianjur Sambut Korban TPPO, Ingatkan Warga Urus TKI Secara Legal
- Cianjur Masih di Bawah: Tantangan IPM dan Upaya Perbaikan Bersama
- Peringati Milangkala Ke-349 Kabupaten Cianjur, KDM akan Tingkatkan Kualitas Pendidikan
- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
Paslon Bupati-Wakil Bupati No 3: Tak Akan Bedakan Bantuan ke Pesantren Modern dan Salafiyah

Keterangan Gambar : Suasana debat kandidat para paslon bupati-wakil bupati Cianjur tahun 2024 di sebuah hotel di Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat 25 Oktober 2024.
Pinusnews.id - Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Cianjur nomor urut 3, Deden Nasihin-Neneng Efa Fatimah, berjanji tidak akan membeda-bedakan anggaran bantuan bagi pesantren modern maupun salafiyah. Hal itu disampaikan pada debat kandidat sesi perdana yang digelar di salah satu hotel di Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat, 25 Oktober 2024.
Deden mengatakan, pasangan nomor urut 3 tak mau ada dikotomi terhadap pesantren, terutama berkaitan dengan keberpihakan bantuan anggaran. Baginya, baik pesantren modern maupun salafiyah harus mendapatkan porsi yang sama.
“Bantuan anggaran bagi pesantren harus merujuk kepada azas keadilan. Pesantren salafiyah harus mendapatkan porsi anggaran yang sama dengan pesantren modern,” kata Deden.
Baca Lainnya :
- Dinas Pertanian Buka Bazar Murah untuk Umum
- Jasad Nelayan Tengelam di Pantai Cigebang Cianjur Ditemukan
- Ratusan Minuman Beralkohol Roso-Roso Diamankan Polres Cianjur di Rumah Kontrakan
- Nelayan Tenggelam di Pantai Cigebang Karawangwangi Cidaun
- Pemotor Luka-Luka, Tabrak Mobil Truk Sedang Parkir di Pacet Cianjur
Program ini harus terealisasi. Terlebih, selama ini Kabupaten Cianjur dikenal sebagai kota tatar santri yang tentunya harus terus dipertahankan, salah satunya memajukan pesantren.
“Kota Santri jangan hanya jadi jargon tetapi harus terealisasi dengan baik. Pemerintah daerah harus hadir dan men-support anggaran untuk kemajuan dan kemaslahatan pesantren,” tegas Deden.
Majunya pesantren, maka Deden meyakini akan berdampak kepada upaya mendongrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Cianjur.
“Sehingga anak didik kita ke depan tumbuh dengan sehat, baik secara kualitas mental maupun spiritualnya,” pungkasnya. (dens).











