- DPRD Cianjur Pimpin Refleksi dan Akselerasi Pembangunan pada Hari Jadi ke-349
- Bupati Cianjur Sambut Korban TPPO, Ingatkan Warga Urus TKI Secara Legal
- Cianjur Masih di Bawah: Tantangan IPM dan Upaya Perbaikan Bersama
- Peringati Milangkala Ke-349 Kabupaten Cianjur, KDM akan Tingkatkan Kualitas Pendidikan
- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
Parah! Pantas IPM di Cianjur Rendah, Buktinya Masih Ada Siswa Belajar di Lantai Sekolah

Keterangan Gambar : Tampak para siswa belajar di lantai ruang sekolah, sedangkan plafon di atas keadaannya membahayakan.
Pinusnews.id - Parah, ruang kelas II SDN Sukaluyu 1, Desa Sukalulu, Kecamatan Sukaluyu kondisinya memprihatinkan. Pantas saja IPM di Kabupaten terendah di Jawa Barat.
Betapa tidak, 28 murid kelas tersebut harus belajar di lantai, ditambah ruang kelas tak memiliki plafon dengan kondisi genteng yang bisa jatuh kapan saja.
Sanuyah, wali kelas II SDN Sukaluyu 1 mengungkapkan, kelas tersebut sudah begitu keadaannya sejak tiga tahun terakhir.
Baca Lainnya :
- Mayora Kolaborasi Gandeng Pemerintah, Tanam 3000 Pohon di Cianjur
- Dian Nunang Muslim Terpilih Jadi Ketua Karang Taruna Desa TanjungsariÂ
- Tim Milenial Peduli Bebaskan Orang Dipasung
- Cegah Penularan Covid-19, Kodim 0608 Cianjur bersama NPCI Bagikan Ribuan Masker
- Truk dan Kendaraan Besar Dilarang Melintas Jalur Puncak Saat Libur Panjang
"Sudah tiga tahun kelas ini belajar tanpa bangku. Untuk keamanan murid pun, kita hanya pasang triplek di atas agar genteng yang jatuh tak langsung kena anak-anak," ungkapnya, Senin, 26 Agustus 2024.
Kekhawatiran memuncak jika hujan turun, kelas yang kerap bocor, membuat anak-anak mencari tempat yang tidak basah saat kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung.
Pihaknya pun telah beberapa kali mengajukan perbaikan ruang kelas, namun hingga kini, tak kunjung terealisasi.
"Sudah diajukan dari kemarin-kemarin, tapi belum ada (perbaikan) sampai sekarang," jelasnya.
Terpisah, Kepala Bidang SD Disdikpora Kabupaten Cianjur, Arifin mengungkapkan, Kementerian PUPR sudah dua kali melakukan pengecekan ke SDN Sukaluyu 1.
"Sudah dua kali diperiksa, kita dorong juga dengan komunikasi agar ada percepatan. Mudah-mudahan ada realisasi pembangunan dalam waktu dekat," ungkapnya. (tim).











