- Kotak Amal BAZNAS Cianjur: Sedekah Kecil, Manfaat Besar untuk Sesama
- Dinas Pertanian Cianjur Perkuat Hilirisasi Produk Unggulan Daerah Bersama BRIN
- Pemerintah Cianjur Diperintahkan Hadir Lebih Dekat untuk Warga Terdampak Bencana
- Bersinergi untuk Membangun Cianjur: BAZNAS dan Pemkab Perkuat Pelayanan Masyarakat
- Pemkab Cianjur dan Kejaksaan Perkuat Sinergi Hukum demi Pembangunan yang Bersih
- Guru Jadi Benteng Utama: Disdikpora Cianjur Perkuat Sekolah Aman dari Kekerasan
- DPPKBP3A Cianjur Hadir di Sekolah, Bangun Generasi Sadar Kependudukan Sejak Dini
- Rekonsiliasi Pajak Daerah: Upaya untuk Menjaga Kepercayaan Publik di Cianjur
- Diskumdagin Cianjur Perkuat UMKM: Dari Legalitas hingga Pasar Digital
- DPMPTSP Cianjur Dorong Investasi Kesehatan demi Pertumbuhan Ekomomi Daerah
Parah! Pantas IPM di Cianjur Rendah, Buktinya Masih Ada Siswa Belajar di Lantai Sekolah

Keterangan Gambar : Tampak para siswa belajar di lantai ruang sekolah, sedangkan plafon di atas keadaannya membahayakan.
Pinusnews.id - Parah, ruang kelas II SDN Sukaluyu 1, Desa Sukalulu, Kecamatan Sukaluyu kondisinya memprihatinkan. Pantas saja IPM di Kabupaten terendah di Jawa Barat.
Betapa tidak, 28 murid kelas tersebut harus belajar di lantai, ditambah ruang kelas tak memiliki plafon dengan kondisi genteng yang bisa jatuh kapan saja.
Sanuyah, wali kelas II SDN Sukaluyu 1 mengungkapkan, kelas tersebut sudah begitu keadaannya sejak tiga tahun terakhir.
Baca Lainnya :
- Mayora Kolaborasi Gandeng Pemerintah, Tanam 3000 Pohon di Cianjur
- Dian Nunang Muslim Terpilih Jadi Ketua Karang Taruna Desa TanjungsariÂ
- Tim Milenial Peduli Bebaskan Orang Dipasung
- Cegah Penularan Covid-19, Kodim 0608 Cianjur bersama NPCI Bagikan Ribuan Masker
- Truk dan Kendaraan Besar Dilarang Melintas Jalur Puncak Saat Libur Panjang
"Sudah tiga tahun kelas ini belajar tanpa bangku. Untuk keamanan murid pun, kita hanya pasang triplek di atas agar genteng yang jatuh tak langsung kena anak-anak," ungkapnya, Senin, 26 Agustus 2024.
Kekhawatiran memuncak jika hujan turun, kelas yang kerap bocor, membuat anak-anak mencari tempat yang tidak basah saat kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung.
Pihaknya pun telah beberapa kali mengajukan perbaikan ruang kelas, namun hingga kini, tak kunjung terealisasi.
"Sudah diajukan dari kemarin-kemarin, tapi belum ada (perbaikan) sampai sekarang," jelasnya.
Terpisah, Kepala Bidang SD Disdikpora Kabupaten Cianjur, Arifin mengungkapkan, Kementerian PUPR sudah dua kali melakukan pengecekan ke SDN Sukaluyu 1.
"Sudah dua kali diperiksa, kita dorong juga dengan komunikasi agar ada percepatan. Mudah-mudahan ada realisasi pembangunan dalam waktu dekat," ungkapnya. (tim).











