- TP PKK Cianjur Perkuat Pembinaan Kecamatan untuk Keluarga Berdaya dan Sejahtera
- Kabid SMP Disdikpora Cianjur Apresiasi Edukasi Hukum Pelajar Lewat Jaksa Masuk Sekolah
- Tugu Kujang Cianjur: Ketika Pusaka Sunda Tertidur di Tengah Jalan
- DPPKBP3A Cianjur Perkuat Kolaborasi untuk Generasi Bebas Stunting
- BAZNAS Cianjur Hadir di Rakornas 2026, Perkuat Zakat yang Produktif dan Berdampak
- Dinas PUTR Cianjur: Integritas Menjadi Kunci Pelayanan yang Bersih dan Terpercaya
- Disdikpora Cianjur Percepat Pemenuhan SLF Sekolah demi Izin Operasional
- Dari Keterampilan Menuju Kemandirian: DPW PUTR Cianjur Hadir untuk Perempuan dan Keluarga
- BAZNAS Cianjur Doakan dan Ajak Masyarakat Peduli Korban Banjir Padang
- DPRD Cianjur Percepat Penyempurnaan Perubahan APBD 2026 demi Layanan Publik yang Lebih Baik
Ombak Pantai Apra Ngamuk Robohkan Gazebo di Cianjur Selatan

Keterangan Gambar : Tampak Gazebo yang runtuh diterjang ombak Pantai Apra, Sindangbarang, di Cianjur Selatan.
Pinusnews.id - Ombak raksasa setinggi 5 meter mengamuk di Pantai Apra, Desa Saganten, Kecamatan Sindangbarang, Cianjur Selatan, Jawa Barat.
Amukan laut ini memporak-porandakan sejumlah gazebo dan merobohkan fondasi penahan ombak milik warga yang sehari-hari mencari nafkah di pesisir.
Dodo Rusiadi (59), pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Apra, mengungkapkan bahwa fenomena gelombang tinggi ini memang sering menghantui wilayah tersebut. Namun kali ini, intensitasnya membuat banyak warga khawatir.
Baca Lainnya :
- Ini Hasil Penghitungan Suara Pilkada Cianjur 2020
- Geger, Mayat Pria Ditemukan Meninggal  dalam Rumah
- BNN RI Intip Program Desa Bersih Narkoba di Cianjur
- LPM Sindangraja Pertanyakan SK Ada Dua, Ini Penjelasan Pemdes
- PLN ULP Tanggeung: Hindari Cuaca Ekstrem dan Jauhi Jaringan Listrik
“Setiap menjelang akhir Agustus, gelombang besar selalu datang, bisa mencapai 4 sampai 5 meter. Kali ini kejadian sekitar pukul 07.45 WIB, dan sudah menghantam bangunan di pinggir pantai,” ungkap Dodo, Senin (11/8/2025).
BMKG memprediksi gelombang tinggi akan terus terjadi hingga Kamis mendatang. Potensi angin kencang yang menyertainya menjadi ancaman tambahan bagi warga, pengunjung, dan nelayan.
“Kami imbau semua orang untuk menjauh dari bibir pantai demi keselamatan,” tambahnya.
Kapolsek Sindangbarang, AKP Dadang Rustandi, juga menegaskan pentingnya kewaspadaan ekstra.
“Pengelola pantai harus intensif memantau situasi. Jangan sampai ada korban akibat mengabaikan peringatan,” tegasnya.
Dengan laut yang sedang murka, Pantai Apra kini bukan lagi surga wisata sementara, melainkan medan yang harus diwaspadai. (tim dens).











