- DPRD Cianjur Pimpin Refleksi dan Akselerasi Pembangunan pada Hari Jadi ke-349
- Bupati Cianjur Sambut Korban TPPO, Ingatkan Warga Urus TKI Secara Legal
- Cianjur Masih di Bawah: Tantangan IPM dan Upaya Perbaikan Bersama
- Peringati Milangkala Ke-349 Kabupaten Cianjur, KDM akan Tingkatkan Kualitas Pendidikan
- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
Ombak Pantai Apra Ngamuk Robohkan Gazebo di Cianjur Selatan

Keterangan Gambar : Tampak Gazebo yang runtuh diterjang ombak Pantai Apra, Sindangbarang, di Cianjur Selatan.
Pinusnews.id - Ombak raksasa setinggi 5 meter mengamuk di Pantai Apra, Desa Saganten, Kecamatan Sindangbarang, Cianjur Selatan, Jawa Barat.
Amukan laut ini memporak-porandakan sejumlah gazebo dan merobohkan fondasi penahan ombak milik warga yang sehari-hari mencari nafkah di pesisir.
Dodo Rusiadi (59), pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Apra, mengungkapkan bahwa fenomena gelombang tinggi ini memang sering menghantui wilayah tersebut. Namun kali ini, intensitasnya membuat banyak warga khawatir.
Baca Lainnya :
- Ini Hasil Penghitungan Suara Pilkada Cianjur 2020
- Geger, Mayat Pria Ditemukan Meninggal  dalam Rumah
- BNN RI Intip Program Desa Bersih Narkoba di Cianjur
- LPM Sindangraja Pertanyakan SK Ada Dua, Ini Penjelasan Pemdes
- PLN ULP Tanggeung: Hindari Cuaca Ekstrem dan Jauhi Jaringan Listrik
“Setiap menjelang akhir Agustus, gelombang besar selalu datang, bisa mencapai 4 sampai 5 meter. Kali ini kejadian sekitar pukul 07.45 WIB, dan sudah menghantam bangunan di pinggir pantai,” ungkap Dodo, Senin (11/8/2025).
BMKG memprediksi gelombang tinggi akan terus terjadi hingga Kamis mendatang. Potensi angin kencang yang menyertainya menjadi ancaman tambahan bagi warga, pengunjung, dan nelayan.
“Kami imbau semua orang untuk menjauh dari bibir pantai demi keselamatan,” tambahnya.
Kapolsek Sindangbarang, AKP Dadang Rustandi, juga menegaskan pentingnya kewaspadaan ekstra.
“Pengelola pantai harus intensif memantau situasi. Jangan sampai ada korban akibat mengabaikan peringatan,” tegasnya.
Dengan laut yang sedang murka, Pantai Apra kini bukan lagi surga wisata sementara, melainkan medan yang harus diwaspadai. (tim dens).











