- DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Pimpinan Siap Mundur
- BAZNAS Cianjur Hadirkan Harapan Lewat Distribusi Air Bersih di Desa Sukamaju
- Buka Muktamar ke-35 NU, Presiden Prabowo: NU Institusi Bersejarah dan Berjasa Besar bagi Indonesia
- Bidang SMP Disdikpora Cianjur Gerak Cepat Antisipasi Kekurangan Guru Menjelang 2026–2027
- Disbudpar Cianjur: Strategi Promosi dan Revitalisasi untuk Menutup Kesenjangan Retribusi
- Gerakan Pramuka Diharapkan Mampu Ciptakan Indonesia Emas 2045
- Disdikpora Cianjur Setarakan Peluang Sekolah Swasta dalam SPMB 2026
- Disperkim Cianjur Tegakkan Ketertiban Lingkungan lewat Penataan dan Pelayanan
- Kepala Sekolah Diminta Wujudkan Perubahan Nyata Usai Pelatihan BCKS
- Kemenangan untuk Sesama: BAZNAS Cianjur Salurkan Donasi Karnaval untuk Korban Gempa NTT
Ombak Pantai Apra Ngamuk Robohkan Gazebo di Cianjur Selatan

Keterangan Gambar : Tampak Gazebo yang runtuh diterjang ombak Pantai Apra, Sindangbarang, di Cianjur Selatan.
Pinusnews.id - Ombak raksasa setinggi 5 meter mengamuk di Pantai Apra, Desa Saganten, Kecamatan Sindangbarang, Cianjur Selatan, Jawa Barat.
Amukan laut ini memporak-porandakan sejumlah gazebo dan merobohkan fondasi penahan ombak milik warga yang sehari-hari mencari nafkah di pesisir.
Dodo Rusiadi (59), pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Apra, mengungkapkan bahwa fenomena gelombang tinggi ini memang sering menghantui wilayah tersebut. Namun kali ini, intensitasnya membuat banyak warga khawatir.
Baca Lainnya :
- Ini Hasil Penghitungan Suara Pilkada Cianjur 2020
- Geger, Mayat Pria Ditemukan Meninggal  dalam Rumah
- BNN RI Intip Program Desa Bersih Narkoba di Cianjur
- LPM Sindangraja Pertanyakan SK Ada Dua, Ini Penjelasan Pemdes
- PLN ULP Tanggeung: Hindari Cuaca Ekstrem dan Jauhi Jaringan Listrik
“Setiap menjelang akhir Agustus, gelombang besar selalu datang, bisa mencapai 4 sampai 5 meter. Kali ini kejadian sekitar pukul 07.45 WIB, dan sudah menghantam bangunan di pinggir pantai,” ungkap Dodo, Senin (11/8/2025).
BMKG memprediksi gelombang tinggi akan terus terjadi hingga Kamis mendatang. Potensi angin kencang yang menyertainya menjadi ancaman tambahan bagi warga, pengunjung, dan nelayan.
“Kami imbau semua orang untuk menjauh dari bibir pantai demi keselamatan,” tambahnya.
Kapolsek Sindangbarang, AKP Dadang Rustandi, juga menegaskan pentingnya kewaspadaan ekstra.
“Pengelola pantai harus intensif memantau situasi. Jangan sampai ada korban akibat mengabaikan peringatan,” tegasnya.
Dengan laut yang sedang murka, Pantai Apra kini bukan lagi surga wisata sementara, melainkan medan yang harus diwaspadai. (tim dens).











