- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
- Pemkab Cianjur Bagikan 100 Sertifikat dan 65 Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Agrabinta
- Wagub Erwan Serukan Masyarakat Jabar Berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026
- Dinas Pendidikan Cianjur Atasi 2.079 Calon Siswa Belum Tembus SPMB: Solusi dan Arahan untuk Orang Tu
Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, dan Kisah Perlawanannya
Reporter: Putri Sry

Keterangan Gambar : Istimewa (Dokumentasi Pribadi: Putri Sry / Pikiran Nusantara)
pinusnews.id Bandung- Sejarah menjadi bukti adanya perjuangan dan pengorbanan bangsa dalam membela kebebasan dan hak kemerdekaan dari tawanan penjajah. Begitupun Jawa Barat, dalam kendali penjajah rakyat Jawa Barat turut serta dalam mengembalikan hak-hak bangsa, khususnya penguasaan wilayah Jawa Barat. Perjuangan dan perlawanan yang dilakukan oleh Rakyat Jawa Barat dalam membela dan mempertahankan tanah air tentunya tidak hanya sekedar ucapan terima kasih saja. Maka tepat di Jalan Dipatiukur nomor 48 Bandung, dibuatlah sebuah monumen yang bernama Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat.
Monumen yang populer disebut Monju merupakan bukti sejarah perjuangan rakyat Jawa Barat dalam memperjuangkan kemerdekaan pada tahun 1945-1949. Monumen yang terbentang sepanjang 7,9 hektare ini dibangun sejajar dengan Gedung Sate yang berlokasi tak jauh dari Monju tepatnya bersebrangan di Jalan Diponegoro yang dipisahkan oleh alun-alun Gasibu dan monument Covid-19.
Monumen Perjuangan secara langsung diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat, Raden Nana Nuriana pada 23 Agustus 1995, dan sejak tahun 2010 monju dikelola oleh Arkeologi Sejarawan, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat (BPKSNT).
Baca Lainnya :
- 7 Fakta Menarik Tentang Angklung yang Jarang Orang Tahu
- Yuk Naik Bandros, dan Nikmatin Keseruannya
- Sedunia Merayakan Hari Angklung, Google Tampilkan Doodle Khusus
- H. Asep Pedagang Pasar Induk : Gelar Pangan Murah Lebih Bagus di Wilayah Kecamatan
- Baru Diresmikan Bupati, Starbucks Disidak, Lalu Disegel Aparat
Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat menjadi bentuk apresiasi terhadap para pahlawan dan pejuang yang bertaruh nyawa, dalam membela dan mempertahankan kemerdekaan rakyat Jawa Barat pada masa penjajahan. Harapannya Monju menjadi bentuk pewarisan nilai sejarah para pejuang untuk generasi saat ini dan yang akan datang, tentang bagaimana tumpah darah rakyat dalam membela hak-hak dan tanah air.
Pada tahun 2021, area taman Monju di revitalisasi ulang oleh pemerintah Kota Bandung, dengan harapan memberikan wajah baru dan daya tarik agar lebih dikenali oleh masyarakat.
Saat ini, biasanya setiap akhir pekan Monumen perjuangan ramai dikunjungi oleh wisatawan maupun warga lokal, dengan area yang begitu luasnya pun menjadi tempat rekreasi dan edukasi. Pada hari Minggu banyak yang melakukan aktivitas seperti olahraga, maupun berbelanja karena terdapat banyak pedagang kaki lima dengan berbagai macam jenis jajanan dari makanan, hingga pakaian.
Editor: Arsila Fadwi











