- DPRD Cianjur Pimpin Refleksi dan Akselerasi Pembangunan pada Hari Jadi ke-349
- Bupati Cianjur Sambut Korban TPPO, Ingatkan Warga Urus TKI Secara Legal
- Cianjur Masih di Bawah: Tantangan IPM dan Upaya Perbaikan Bersama
- Peringati Milangkala Ke-349 Kabupaten Cianjur, KDM akan Tingkatkan Kualitas Pendidikan
- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
Mengapa Ikan Teri Penting Untuk Generasi Emas?
1.jpg)
Keterangan Gambar : Torik Imanurdin.
Oleh Torik Imanurdin, S.Pd.,M.Pd
Anggota ICMI ORDA Cianjur
Pinusnews.id -Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) adalah upaya mulia negara untuk memastikan anak-anak tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing. Namun, muncul keluhan viral soal menu ikan teri dari seorang guru PAUD. Kritik ini memicu perdebatan: soal rasa, gengsi, dan pemahaman gizi.
Baca Lainnya :
- Januari 2021 Semua Sekolah di Cianjur Bisa Saja Dibuka, Asal..
- Satpol PP Cianjur Sambut Tahun Baru dengan Operasi Miras
- Awas Copet di Angkot Cianjur Makin Menggila
- Giat Operasi Yustisi di Kawasan Wisata Cibodas, Cianjur
- Cianjur Tingkatkan Disiplin Prokes
Padahal, ikan teri bukan sekadar lauk sederhana. Ia mengandung kalsium, protein, dan omega-3 yang sangat penting bagi kecerdasan dan pertumbuhan anak. Bahkan, dalam 100 gram ikan teri, kalsiumnya bisa lebih tinggi daripada segelas susu. Fakta ini diakui para ahli gizi, bukan sekadar opini.
Pertanyaan mendasar: mengapa makanan lokal sering diremehkan? Apakah karena tampilannya sederhana, atau karena dianggap tidak bergengsi? Justru di tengah perjuangan melawan stunting, merendahkan lauk bergizi menunjukkan kurangnya literasi gizi.
Guru dan pendidik adalah teladan. Kritik sah saja, tetapi harus berbasis ilmu dan etika, bukan sekadar sensasi. Sebab, komentar merendahkan bisa membentuk persepsi keliru di masyarakat.
Indonesia kaya akan pangan lokal bergizi: ikan teri, tempe, jagung, daun kelor. Semua ini bukan simbol kemiskinan, melainkan simbol kemandirian dan identitas bangsa. MBG sejatinya adalah strategi negara untuk mengangkat kembali martabat pangan lokal.
Mari kita ubah cara pandang: dari keluhan menjadi edukasi, dari gengsi menjadi apresiasi. Karena di balik ikan teri, tersimpan harapan besar bagi lahirnya generasi emas Indonesia.











