- DPRD Cianjur Pimpin Refleksi dan Akselerasi Pembangunan pada Hari Jadi ke-349
- Bupati Cianjur Sambut Korban TPPO, Ingatkan Warga Urus TKI Secara Legal
- Cianjur Masih di Bawah: Tantangan IPM dan Upaya Perbaikan Bersama
- Peringati Milangkala Ke-349 Kabupaten Cianjur, KDM akan Tingkatkan Kualitas Pendidikan
- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
Memprihatinkan, Murid SDN Sukawangi 2 Warungkondang Cianjur Belajar Di Lantai

Keterangan Gambar : Tampak sejumlah murid SDN Sukawangi 2 Warungkondang Cianjur, belajar di lantai.
Pinusnews.id - Sungguh ini sebuah pemandangan yang sangat memprihatinkan terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sukawangi 2, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur.
Selama dua tahun terakhir, ratusan siswa di sekolah ini terpaksa belajar di lantai. Penyebabnya, tak lain karena meja dan kursi belajar tak kunjung tiba setelah sekolah mereka luluh lantak diterjang gempa bumi hebat.
Kepala SDN Sukawangi 2, Andy Irawan, mengungkapkan bahwa kerusakan bangunan sekolah dan seluruh fasilitas terjadi sejak gempa bumi besar mengguncang Kabupaten Cianjur beberapa tahun lalu.
Baca Lainnya :
- Petugas Perekaman Disdukcapil Cianjur Terjun ke Kecamatan dan Desa
- Penipu Berkedok Paket Kurban Dijebloskan ke Penjara
- Warga Karangnunggal Cibeber Keluhkan Pemotongan Bantuan Rutilahu, Lalu Ini Jelas Kades
- Tebing Hutan Ciuja Naringgul Diterjang Longsor, Jalan Bandung-Cianjur Terganggu
- Tukang Kebun Meninggal Tersengat Listrik
"Bangunan sekolah yang rusak porak poranda memang telah dibangun kembali pemerintah, namun fasilitas sekolah yang juga hancur seperti meja, kursi, dan lemari belum mendapat penggantian secara menyeluruh," terang Andy, Kamis (22/5/2025) kemarin.
Meski ruang kelas sudah dibangun kembali oleh pemerintah, fasilitas penting seperti meja dan kursi belum diganti seluruhnya hingga kini. Akibatnya, siswa kelas empat hingga kelas enam harus rela menimba ilmu di lantai.
Andy menambahkan, pihak sekolah telah berulang kali mengajukan permohonan bantuan mebeler kepada Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur dan pemerintah pusat. Namun, hampir tiga tahun berlalu, belum ada realisasi dan tanggapan.
"Kondisi ini tentu sangat berat dirasakan para siswa. Karena tidak hanya mengganggu kenyamanan belajar, tetapi juga berisiko terhadap kesehatan siswa akibat posisi duduk yang tidak ergonomis," jelas Andi.
Para siswa pun tak bisa menyembunyikan keluh kesah mereka. Muhammad Dhafa, siswa kelas enam, mengaku awalnya belajar di lantai terasa seru. Namun lama kelamaan, ia merasa tidak nyaman, sering pegal, dan kedinginan.
"Ya mau bagaimana lagi, dinyamanin aja, kalau pegel dan dingin sudah tidak dirasakan lagi. Belajarkan harus tetap dilaksanakan, apalagi mau ujian. Saya berharap nanti belajar bisa ada meja dan kursi lagi," keluh Dhafa.
Senada, siswa lainnya, Arvih, mengakui bahwa belajar di lantai membuatnya tidak nyaman, terlebih saat musim hujan. “Kalau pegel dan dingin mah sudah tidak dirasakan lagi, apalagi kalau musim hujan, tambah tersiksa karena lantai semakin dingin," tuturnya.
Meskipun para siswa mulai terbiasa, kondisi ini jauh dari kata ideal untuk menunjang kegiatan belajar mereka. Pihak sekolah sangat berharap pemerintah segera memberikan perhatian dan bantuan untuk memperbaiki fasilitas belajar yang sangat dibutuhkan. (tim-dens).











