- DPRD Cianjur Pimpin Refleksi dan Akselerasi Pembangunan pada Hari Jadi ke-349
- Bupati Cianjur Sambut Korban TPPO, Ingatkan Warga Urus TKI Secara Legal
- Cianjur Masih di Bawah: Tantangan IPM dan Upaya Perbaikan Bersama
- Peringati Milangkala Ke-349 Kabupaten Cianjur, KDM akan Tingkatkan Kualitas Pendidikan
- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
Manfaat Investasi di Pasar Modal untuk Mencapai Kebebasan Finansial

Keterangan Gambar : Foto Istimewa.
Pinusnews.id - Kebebasan finansial adalah kondisi ketika seseorang mampu memenuhi keinginannya tanpa perlu bergantung pada pendapatan aktif, karena sudah memiliki cukup aset. Salah satu cara untuk mencapai kebebasan finansial adalah melalui investasi di pasar modal, yang menawarkan berbagai instrumen seperti saham, obligasi, surat utang negara, reksa dana, dan Exchanged Traded Fund (ETF).
Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Barat Achmad Dirgantara mengatakan bahwa investasi di pasar modal memungkinkan dana berkembang seiring waktu melalui capital gain dan dividen. Sejarah menunjukkan, indeks saham di bursa efek mengalami kenaikan signifikan dalam jangka panjang, meskipun terdapat fluktuasi pasar dalam jangka pendek.
“Investasi saham dan obligasi memungkinkan investor memperoleh pendapatan pasif secara rutin. Dengan menjadi pemegang saham, investor memiliki potensi untuk menerima dividen setiap tahun, yang memberikan sumber pendapatan tambahan yang dapat digunakan untuk kebutuhan hidup atau diinvestasikan kembali. Selain itu, saham memberikan potensi capital gain dari transaksi jual dan beli saham di BEI,” kata Ahmad, Senin (24/2/2025).
Baca Lainnya :
- Heboh, Ada Mayat Lelaki Tanpa Identitas Tergeletak di Sungai Cigombong
- Buruh Cianjur Kecewa, Hasil Audensi tak Menemukan Titik Temu
- UMK 2021 Tak Naik, Ribuan Buruh di Cianjur Unjuk Rasa
- Sebanyak 7.978 Personel Pengamanan Pilkada Serentak 2020 di Jabar
- Mobil Muatan Ikan Terjun Bebas ke Jurang, Tiga Orang Luka-Luka
Sementara obligasi menurut Achmad, memberikan kupon (bunga) tetap, yang ideal bagi investor yang mencari hasil investasi yang lebih stabil. Kupon obligasi atau surat utang umumnya dibayar tiap semester atau tiap kuartal. Sama seperti saham, obligasi bisa diperjualbelikan di pasar sekunder BEI, sehingga memiliki potensi keuntungan berupa capital gain.
“Namun harus diingat, menjualbelikan saham dan obligasi sama-sama memiliki risiko capital loss, atau kerugian dalam nilai transaksi jika harga saham atau harga obligasi mengalami penurunan harga, dibanding harga beli. Salah satu cara untuk mengurangi dampak risiko adalah dengan melakukan diversifikasi portofolio investasi,” ucapnya.
Investasi di pasar modal memungkinkan investor melakukan diversifikasi sebagai manajemen risiko, karena ada banyak jenis instrumen di pasar modal. Satu jenis investasi saja, yaitu saham, tercatat sebanyak 943 saham sampai dengan Desember 2024 di BEI. Strategi diversifikasi membantu mengurangi risiko jika harga salah satu aset turun, karena investor memiliki eksposur terhadap berbagai sektor dan instrumen.
Menurut Achmad, selain saham dan obligasi, instrumen reksa dana dan ETF memberikan akses ke portofolio yang terdiversifikasi, dan dikelola oleh profesional yaitu manajer investasi. Manajer investasi memiliki strategi diversifikasi yang baik untuk memastikan investasi tetap tumbuh meskipun tetap memiliki risiko sesuai jenis reksa dananya.
“Investor dapat memilih instrumen yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan mereka. Ada beberapa tipe investor, yaitu agresif, moderat, dan konvensional. Investor agresif adalah investor yang berani mengambil risiko tinggi, dengan potensi keuntungan yang besar pula. Pilihan untuk investor agresif adalah saham dan ETF dengan pertumbuhan tinggi,” paparnya.
Dengan strategi investasi yang tepat, seseorang dapat membangun portofolio yang cukup besar untuk membiayai kehidupan di masa pensiun tanpa bergantung pada gaji atau anak-anak mereka. Sebagai contoh, jika seseorang memiliki portofolio investasi senilai Rp5 miliar dan mengadopsi strategi penarikan 4% per tahun, maka ia dapat menarik sekitar Rp200 juta per tahun tanpa menghabiskan modal pokoknya. Namun, strategi ini perlu dikombinasikan dengan evaluasi berkala untuk memastikan portofolio tetap tumbuh di atas inflasi.
“Investasi di pasar modal adalah langkah penting dalam membangun kebebasan finansial, yang memungkinkan pertumbuhan aset, pendapatan pasif, dan perlindungan terhadap inflasi. Dengan kedisiplinan, pemahaman dengan kondisi terkini, serta berorientasi jangka panjang, pasar modal dapat menjadi alat utama dalam mewujudkan kebebasan finansial,” pungkas Achmad. (no-dens).











