- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
Lagi, Program MBG di Cianjur Membuat Malapetaka, 30 Siswa SDN Taruna Bakti Keracunan

Keterangan Gambar : Salah satu korban keracunan setelah makan makanan dari Program MBG. (foto istimewa).
Pinusnews.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Cianjur kembali tercoreng. Sebanyak 30 siswa SD Negeri Taruna Bakti, Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, tumbang setelah menyantap menu MBG, pada Kamis (25/9/2025) kemarin.
Gejala keracunan massal pun membuat suasana sekolah berubah panik.
Diketahui, korban kebanyakan adalah siswa kelas 4 dan 5, bahkan seorang guru kelas 1 ikut merasakan gejala serupa. Kepala SDN Taruna Bakti, Nani Hertiani, menyebut satu siswa harus dirujuk ke Puskesmas Cugenang, sementara 29 lainnya menjalani perawatan di rumah masing-masing dengan pengawasan tenaga medis.
Baca Lainnya :
- Awas Copet di Angkot Cianjur Makin Menggila
- Giat Operasi Yustisi di Kawasan Wisata Cibodas, Cianjur
- Cianjur Tingkatkan Disiplin Prokes
- Giat Natur 2021, Polsek Warungkondang Dirikan Tiga Pos Pengamanan
- Peduli Sosial, Komunikasi di Cianjur Bagikan Masker dan Bersihkan Taman Kota
“Paling banyak itu kelas 4 dan 5, tapi ada juga kelas 1 yang sakit perut. Guru kelas 1 pun muntah-muntah setelah mencicipi makanan,” ujar Nani.
Gejala yang dialami siswa mulai dari mual, muntah, sakit perut, hingga pusing. Guru kelas 1, Yayu Wahyuni, bahkan mengaku langsung menghentikan siswanya makan setelah mencicipi makanan yang terasa aneh.
“Rasanya pahit, bau, tidak enak. Saya larang anak-anak makan, tapi sebagian sudah terlanjur. Saya sendiri muntah dan sampai sekarang masih pusing,” ungkapnya.
Menu MBG saat itu terdiri dari kentang goreng, tempe, ayam suwir, dan buncis. Berdasarkan keterangan pihak sekolah, dugaan kuat keracunan bersumber dari tempe yang sudah tidak layak konsumsi.
“Tempenya bau, pahit, dan agak menghitam,” tambah Nani.
Tragisnya, kasus ini bukan pertama kali terjadi. Dalam sebuah dari catatan pemberitaan, ternyata sudah tujuh kali kasus keracunan massal akibat MBG terjadi di Kabupaten Cianjur, dengan total 166 korban dari tingkat SD hingga SMA. (tim dens).











