Kembali dari Rantau yang Gagal: BAZNAS Cianjur Pulihkan Nasib Dua Warga Sukajadi

05 Agu 2026, 10:09:11 WIB Cianjur
Kembali dari Rantau yang Gagal: BAZNAS Cianjur Pulihkan Nasib Dua Warga Sukajadi

Keterangan Gambar : Foto istimewa.


Pinusnews.id - Alur hidup tak selalu mulus, terkadang rencana dan harapan harus berhadapan dengan kenyataan pahit. Dua warga Desa Sukajadi, Cianjur, hidupnya terpuruk menyedihkan setelah tujuh bulan berjuang di tanah rantau yang tak memberi hasil. Mereka menumpang harap di perantauan, namun nasib berkata lain hingga akhirnya terdampar tanpa kepastian.

Kisah hidup kedua orang itu menjadi pelajaran bahwa di balik wajah urban dan janji kemakmuran, ada pula cerita-cerita kerapuhan yang butuh perhatian.

Perjalanan pulang keduanya bukan semata soal langkah pergi dan kembali, melainkan rangkaian upaya bersama yang menyentuh sisi kemanusiaan. Terkait hal ini, BAZNAS Kabupaten Cianjur, Dinas Sosial, dan perangkat Desa Sukajadi mengambil peran penting, memfasilitasi kepulangan hingga memastikan dua warga itu bisa kembali ke pelukan keluarga. 

Baca Lainnya :

Intervensi cepat dan koordinasi berbagai lembaga telah membuat proses yang berat menjadi mungkin dilalui dengan lebih ringan bagi mereka yang terdampak bekerja diperantauan.

Peran BAZNAS Cianjur tampil nyata dalam momen ini. Ketua dan jajaran BAZNAS menyediakan bantuan yang membuka jalan bagi kepulangan 2 orang itu, bukan sekadar bantuan materil tetapi juga bantuan moral yang memberi harapan.

"Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Ketua BAZNAS Kabupaten Cianjur dan jajaran, Kepala Dinas Sosial Cianjur, serta Kepala Desa Sukajadi, atas bantuan yang telah diberikan," kata Rustandi, salah satu penerima manfaat. Ucapan itu mencerminkan betapa besar arti tindakan lembaga lokal ketika seseorang sedang di titik terendah.

Pengalaman ini juga menegaskan pentingnya jejaring sosial dan kelembagaan dalam merespons krisis kecil yang dialami warga. Bukan hanya soal dana atau logistik, melainkan koordinasi yang cepat, empati petugas, serta komunikasi antarinstansi yang membuat bantuan sampai pada yang membutuhkan.

Dari Desa Sukajadi ke Gorontalo dan kembali lagi, proses ini menunjukkan bahwa ketika komunitas dan lembaga bekerja bersama, dampak kemanusiaan terasa nyata.

Harapan terbesar kini adalah agar kedua warga yang kembali mendapat dukungan lanjutan untuk bangkit kembali, mulai dari akses pekerjaan, pemulihan psikologis, hingga jaminan sosial yang mencegah terulangnya nasib serupa.

Semoga langkah BAZNAS Cianjur dan rekanan menjadi teladan, bahwa kepedulian terorganisir dapat mengubah kisah pilu menjadi titik awal pemulihan.

"Semoga setiap kebaikan dan kepedulian yang diberikan menjadi amal jariyah serta dibalas dengan pahala yang berlipat oleh Allah SWT," harap Rustandi, menutup sepenggal kisah hidupnya dengan rasa syukur. (dens).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment