- Bapperida Cianjur Gerakkan Reformasi Birokrasi 2026 Lewat Desk Verifikasi dan Monitoring
- Semangat Sportivitas, Perumdam Tirta Mukti Cianjur Apresiasi HAORNAS 2026
- Menyambung Harapan: Kinerja Dinas PUTR Cianjur Wujudkan Jalan Padasuka–Cireundeu untuk Masyarakat
- BKAD Cianjur: Pakta Integritas Perkokoh Tata Kelola Keuangan Daerah yang Transparan dan Akuntabel
- Dari Apel Pagi ke Aksi Nyata: Disperkim Cianjur Tunjukkan Wajah Kemanusiaan
- DPMPTSP Cianjur Hadirkan Layanan Pendidikan, Percepat Izin Operasional Sekolah
- DPRD Cianjur Gelar Rapat Paripurna: Jawaban Eksekutif atas Pandangan Umum Fraksi
- Hilman Saukani: BAZNAS dan Dekopinda Merajut Sinergi Zakat yang Menggerakkan Umat
- Ruhli Solehudin: Sekolah Rakyat Cianjur Masih Pending, Lahan 10 Hektare Jadi Kendala Utama
- Dari Abu Menuju Harapan: Aksi Cepat PMI Cianjur Lindungi Warga di Tengah Hujan Vulkanik
Kemana Satgas Jam Malam Pelajar di Cianjur?

Keterangan Gambar : Tampak seorang anak tidur di teras Alfamart perempatan B Elka, yang mengaku sebagai siswa di SDN Salahuni.
Pinusnews.id - Subuh baru menyapa langit Cianjur, lampu kota masih menggantung lesu. Di salah satu sudut perempatan B Elka, di depan Alfamart yang buka 24 jam, aku melihat pemandangan yang menusuk nurani: seorang anak lelaki, usia sekolah dasar, tidur lelap di lantai dingin minimarket. Tak berselimut, tanpa bantal, hanya bersandar pada dinding dingin dan kenyataan yang lebih dingin dari itu.
Waktu menunjukkan pukul 6 pagi. Sementara anak-anak lain mungkin baru saja terbangun dari mimpi hangat di rumahnya, anak ini baru saja menyelesaikan malamnya di ruang publik yang seharusnya tak jadi tempat istirahat seorang bocah.
Aku bangunkan pelan. Ia membuka mata dengan kantuk yang tak wajar, seperti lelah berhari-hari. Saat kutanya sekolahnya, ia menjawab lugu, “Saya masih sekolah di SDN Selahuni, Pak.”
Baca Lainnya :
- BPBD Cianjur : Tebing Pasir atau Hutan Rawan Longsor di Cianjur, Sudah Terakomodir 2021
- Rustiman KPU Cianjur : 99 Persen Masyarakat Tahu 9 Desember Ada Apa?
- Perlu Perhatian Serius, Tebing Pasir Cilumping di Cibeber Rawan LongsorÂ
- Ikrar Bersama, Forkopimcam Mande Deklarasi Pilkada Aman Damai
- Kapolda Jabar Bersama Pangdam III/Siliwangi Berkunjung ke Cianjur, Ada Apa?
Semalam ia keluyuran, katanya. Entah kemana. Entah siapa yang mengawasi. Entah siapa yang seharusnya peduli.
Aku hanya bisa memberinya sepotong roti dan sebotol air mineral—sumbangan kecil dari empati yang tak punya wewenang. Tapi hatiku bertanya keras: kemana Satgas Jam Malam Pelajar yang dulu digadang-gadang Pemerintah Kabupaten? Apakah mereka hanya turun saat ada kamera dan konferensi pers?
Apakah Dinsos sedang sibuk menyusun laporan tahunan? Apakah Disdikpora sedang fokus pada proyek pembangunan ruang kelas? Apakah Dinas Perlindungan Anak hanya bekerja saat ada lomba kabupaten layak anak?
Anak ini bukan sekadar statistik. Ia adalah tamparan bagi sistem yang mengklaim peduli, tapi tak hadir saat dibutuhkan. Sementara kita bicara soal revolusi pendidikan, literasi digital, dan angka partisipasi sekolah—seorang bocah SD tertidur di emperan toko tanpa satu pun tangan negara yang menyelimutinya.
Jangan salahkan dia bila nanti tumbuh liar. Salahkah sistem yang membiarkannya merasa lebih aman di minimarket daripada di rumah dan sekolah?
Jika malam adalah ancaman bagi pelajar, maka pagi ini adalah dakwaan atas kelalaian kita semua. (Torik Imanurdin).











