- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
Kampung Kertas di Cianjur Selatan, Bupati: Harus Zero Stunting
Editor: Arsila Fadwi

Keterangan Gambar : Bupati Cianjur H. Herman Suherman sedang menjelaskan maksud dan tujuan Kampung Kertas terkait persoalan stunting.
Pinusnews.id - Secara menyeluruh berdasarkan data Unicef dan WHO, dari 154 negara di dunia yang masih belum bisa menangani tingginya masalah stunting, ternyata Indonesia berasa diurutan ke 27 atau dari 149 juta (22 persen) anak usia batita dan balita di dunia yang terkena stunting.
Dari jumlah tersebut 6,3 juta anak stunting berada di Indonesia. Menurut Unicef stunting adalah anak kekurangan gizi dalam dua tahun usianya, ibu kekurangan nutrisi saat kehamilan, dan sanitasi yang buruk. Demikian diungkap www.paudia.kemendikbud.go.id. tertanggal 27 Juli 2023. Dan saat ini prevalensi nasional di Indonesia tahun 2023 mencapai 21,6 persen. Pemerintah pusat menargetkan tahun 2024 angka tersebut bisa berkurang menjadi 14 persen.
Untuk itu wajar bila Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mendapat penghargaan dari Gubernur Jawa Barat dan Pemerintah Pusat atas pencapaian terbaiknya menekan penderita stunting hingga mencapai angka dibawah 14 persen, atau tepatnya 13,6 persen.
Baca Lainnya :
- Inggris terus Kembangkan Kerja Sama Berbagai Bidang dengan Jawa Barat
- Kemenag: Jemaah Haji 2024 sudah Dapat Mencicil Pelunasan Biaya Haji
- Bagikan Bantuan Pangan CBP, Presiden: Jika APBN Cukup Akan Dilanjutkan
- Pembukaan Forum Konsultasi Publik RPJPD Kabupaten Cianjur Tahun 2025-2045
- HAKORDIA 2023, Jabar Terbaik dalam Pemberantasan Tipikor Bidang Pencegahan Tahun 2023
Namun hal itu tidak membuat Pemerintah kabupaten Cianjur berpuas diri. Terkait hal itu, Bupati Cianjur H. Herman Suherman menindak lanjutinya dengan menggulirkan kebijakan zero stunting. Salah satunya dengan program Kampung Keluarga Berkwalitas (Kampung Kertas) dengan menyisir desa-desa.
Pada hari Selasa (11/12/2023) lalu, Bupati Cianjur mengunjungi Desa Parakan Tugu Kecamatan Cijati, yang sebelumnya dilaksanakan giat Kampung Kertas di Kecamatan Cibinong.
Menurut Bupati Herman Suherman, kegiatan Kampung Kertas bertujuan memotivasi pemerintahan desa, kecamatan, ibu-ibu Penggerak PKK dan warga untuk pro aktif mencapai Cianjur Zero Stunting.
"Stunting adalah salah satu kendala dalam upaya mencapai generasi emas tahun 2045, oleh karenanya kita terus berupaya Cianjur terbebas dari masalah stunting," jelas Bupati. (Dens-Tim).











