- Bapenda Cianjur Perkuat Evaluasi PAD demi Pembangunan yang Lebih Maju
- Bupati dan BAZNAS Cianjur Hadir Cepat, Salurkan Bantuan untuk Penyintas Kebakaran di Cilaku
- Disdikpora Cianjur Membangun SD Negeri Hegarsari lewat Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026
- Bapperida Cianjur Perkuat Bukti Dukung Inovasi demi Reformasi Birokrasi yang Lebih Baik
- Provinsi Jabar Bentuk Tim Pemburu Anak Tidak Sekolah Sampai ke Desa
- Kotak Amal BAZNAS Cianjur: Sedekah Kecil, Manfaat Besar untuk Sesama
- Dinas Pertanian Cianjur Perkuat Hilirisasi Produk Unggulan Daerah Bersama BRIN
- Pemerintah Cianjur Diperintahkan Hadir Lebih Dekat untuk Warga Terdampak Bencana
- Bersinergi untuk Membangun Cianjur: BAZNAS dan Pemkab Perkuat Pelayanan Masyarakat
- Pemkab Cianjur dan Kejaksaan Perkuat Sinergi Hukum demi Pembangunan yang Bersih
Kadishub Cianjur Tedi Artiawan: Konsep Transportasi Angkot Tetap Pertimbangkan Kearifan Lokal

Keterangan Gambar : Gelaran audensi pengurus angkot dengan Bupati Cianjur dan Dishub Kabupaten Cianjur.
Pinusnews.id - Pihak pengurus jalur angkutan kota (angkot) menggelar audensi dengan Pemkab Cianjur, di ruang Garuda Pendopo Cianjur, pada Rabu 8 Januari 2025. Audensi membahas soal berbagai permasalahan angkutan umum di wilayah Cianjur.
Pengurus Jalur 06, Taufik mengatakan, stigma negatif terhadap angkutan umum di Cianjur harus segera diubah. Selain itu, manajemen dan komunikasi yang baik antara sopir angkot harus ditingkatkan.
"Kita tidak hanya berbicara tentang sopir angkot tetapi juga keluarga mereka. Melalui kerja sama dengan perusahaan, keluarganya bisa lebih diberdayakan," kata Taufik kepada wartawan.
Baca Lainnya :
- Miris, Jalan Penghubung Beberapa Desa di Naringgul Ibarat Kubangan Kerbau
- Polisi Amankan Empat Pemuda Pemalak Santri
- Pemotor Meninggal Tertimbun Longsor, Jalan Sukanagara-Pagelaran Tertutup
- Karena tak Pakai Masker, Puluhan Warga Cugenang Terjaring Razia
- Akibat Tanah Longsor, Akses Jalan Sukanagara dan Pagelaran Cianjur Selatan Lumpuh Total
Selain itu, Taufik juga menyoroti pentingnya operasi massal terkait kelayakan angkutan umum, termasuk kondisi kendaraan, surat-surat berkendara, dan kelayakan fisik sopir.
"Terkait modernisasi, angkot di Cianjur memang sudah tertinggal. Namun, perubahan harus dilakukan secara bertahap. Kami ingin menjadikan angkot sebagai moda transportasi yang nyaman dan terjangkau," ujar Taufik.
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur, Tedi Artiawan, mengatakan, audiensi tersebut telah menghasilkan beberapa langkah awal, termasuk sosialisasi dan edukasi kepada pengurus jalur dan pengemudi terkait pentingnya administrasi dan kelayakan kendaraan.
"Nanti akan dilakukan kajian menyeluruh tentang moda transportasi di Cianjur, apakah perlu meniru konsep angkutan umum seperti di Jakarta atau Depok, dengan tetap mempertimbangkan kearifan lokal," katanya.
Sementara itu, Bupati Cianjur, Herman Suherman menghimbau para sopir angkutan kota untuk mematuhi aturan lalu lintas demi menciptakan keamanan dan kenyamanan di jalan. Ia berharap kedisiplinan dapat mengurangi permasalahan seperti kemacetan, terminal bayangan, dan berebut jalur.
"Semoga melalui diskusi ini, keamanan dan kenyamanan angkutan umum di Cianjur dapat meningkat serta ditemukan solusi untuk permasalahan di lapangan," harap Bupati. (tim-dens).











