- Tugu Kujang Cianjur: Ketika Pusaka Sunda Tertidur di Tengah Jalan
- DPPKBP3A Cianjur Perkuat Kolaborasi untuk Generasi Bebas Stunting
- BAZNAS Cianjur Hadir di Rakornas 2026, Perkuat Zakat yang Produktif dan Berdampak
- Dinas PUTR Cianjur: Integritas Menjadi Kunci Pelayanan yang Bersih dan Terpercaya
- Disdikpora Cianjur Percepat Pemenuhan SLF Sekolah demi Izin Operasional
- Dari Keterampilan Menuju Kemandirian: DPW PUTR Cianjur Hadir untuk Perempuan dan Keluarga
- BAZNAS Cianjur Doakan dan Ajak Masyarakat Peduli Korban Banjir Padang
- DPRD Cianjur Percepat Penyempurnaan Perubahan APBD 2026 demi Layanan Publik yang Lebih Baik
- Kabid SMP Ipan Sopandi: Disdikpora Cianjur Wajibkan Bahasa Sunda di Sekolah
- BAZNAS Cianjur Perkuat Kolaborasi dengan DPRD demi Kesejahteraan Warga
Empati Mensos Risma untuk Anak Penjual Keripik

Keterangan Gambar : Menteri Sosial Tri Rismaharini bersama Noreen Elvani (7) yang berjualan keripik pisang, yang merupakan siswi kelas 1 SD di Sukabumi.
Pinusnews.id - Menteri Sosial Tri Rismaharini tidak lelah memedulikan masyarakat prasejahtera. Salah satunya adalah Noreen Elvani (7), siswi kelas 1 SD di Sukabumi, Jawa Barat. Sehari-hari, sepulang sekolah, anak ketiga dari lima bersaudara ini membantu ibunya berjualan keripik pisang di Secapa Gunung Puyuh.
Kisah Noreen masuk dalam media scanning Kementerian Sosial dan langsung menarik perhatian Mensos. "Semalam ada kabar tentang Noreen ini, dia jualan di pasar membantu orang tuanya karena bapaknya habis tertabrak mobil dan tidak bisa bekerja," kata Mensos setelah bertemu dengan keluarga Noreen di Kelurahan Gunung Puyuh, Kecamatan Gunung Puyuh, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (19/2).
Dikatakan Mensos, Kementerian Sosial akan memfasilitasi pengobatan ayah Noreen hingga tuntas. Selain itu, Kemensos akan membantu pemberdayaan ekonomi keluarga Noreen. Sementara itu, saat ditanya perihal Noreen yang sudah membantu ibunya berjualan, Mensos menjawab boleh asalkan hak-hak Noreen sebagai anak tetap terpenuhi.
Baca Lainnya :
- Bupati: Setiap Tahun Cianjur Kelebihan Beras, Tapi Aneh Harganya Mahal
- Jalin Terus Sinergi dan Kolaborasi Tangani Kebencanaan di Jawa Barat
- Bupati Buka Giat Orientasi P3K di Lingkungan Pemkab Cianjur Tahun 2024
- Masyarakat Diimbau Tak Khawatir, Bey Pastikan Stok Beras di Jabar Aman Terkendali
- Semangat Sembuh Setelah Dibantu Mensos Risma
"Kalau tidak ada paksaan, tidak apa-apa. Niat Nooren untuk membantu orangtuanya patut dihargai. Tapi hak anak harus tetap terpenuhi seperti hak untuk sekolah, hak untuk bermain dan sebagainya. Jadi, tidak apa-apa menurut saya. Karena kan tidak semua keluarga (secara ekonomi) beruntung," katanya.
Sementara itu, ibu kandung Noreen, Eliyani Fitria (40) mengaku sangat terharu dengan kedatangan Mensos Risma ke kediamannya. "Seneng, sedih, lebih ke terharu. Ternyata masih ada orang yang punya jabatan, orang berada tapi masih mau melihat orang yang seperti saya ini, yang tidak mampu," katanya.
Dikatakan Eliyani, Mensos banyak memberikan motivasi untuk dirinya dan suami untuk sembuh dan pulih seperti semula. Mensos memotivasi agar orang tua bisa menjadi teladan atau contoh bagi anak-anaknya. Selain itu, Mensos Risma juga memborong keripik pisang sebanyak 36 bungkus.
"Tadi beliau beli 36 bungkus, totalnya Rp720.000. Tapi dikasih Rp1 juta. Katanya Rp280.000 untuk ditabung sama Noreen," ujarnya.
Sementara itu, responS kasus Noreen akan terus berlanjut, terutama untuk pemeriksaan kesehatan ayah Noreen. Kemensos telah memberikan bantuan berupa kebutuhan hidup layak, sembako, perlengkapan rumah tangga, pompa dan peralatan usaha. (tim).











