Disdikpora Cianjur Genjot Pembangunan 444 Ruang Kelas dan Target Tambahan 90 pada 2026

30 Jun 2026, 07:14:57 WIB Pendidikan
Disdikpora Cianjur Genjot Pembangunan 444 Ruang Kelas dan Target Tambahan 90 pada 2026

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Ruhli Solehudin.


Pinusnews.id - Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur menunjukkan kerja nyata dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan di daerah, dengan mempercepat pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas di berbagai sekolah. Upaya ini menjawab kebutuhan mendesak akan ruang belajar yang memadai, sekaligus menangani kondisi ruang kelas yang mengalami kerusakan ringan sampai berat. Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka pendek Disdikpora Cianjur untuk memastikan proses belajar mengajar berlangsung lancar dan aman.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Cianjur, Ruhli Solehudin, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menuntaskan persoalan sarana pendidikan. Menurut Ruhli, pemerintah daerah tidak hanya memetakan kebutuhan ruang belajar, tetapi juga mengambil langkah konkret untuk memperbaiki dan menambah fasilitas yang rusak atau kurang layak. 
"Pemerintah daerah terus berupaya mengatasi kebutuhan ruang belajar serta menangani kondisi ruang kelas yang mengalami kerusakan ringan, sedang, maupun berat," ujarnya kepada wartawan di Cianjur, Senin 29 Juni 2026.
Pada tahun anggaran 2025, pencapaian pembangunan ruang kelas oleh Pemkab Cianjur berjalan signifikan. Berkat sinergi pendanaan dari APBD, alokasi provinsi, dukungan pemerintah pusat, dan kontribusi pihak swasta, sebanyak 444 ruang kelas berhasil dibangun maupun direhabilitasi.
Angka tersebut menjadi bukti keberhasilan koordinasi antar-pemangku kepentingan dan efektivitas program yang dijalankan Disdikpora untuk memperbaiki infrastruktur pendidikan secara masif. "Alhamdulillah pada tahun 2025 dari sumber APBD, provinsi, dan nasional telah terfasilitasi pembangunan sekitar 444 ruang kelas," imbuh Ruhli Solehudin.
Memasuki 2026, Disdikpora Cianjur menetapkan target yang lebih ambisius untuk menambah kapasitas ruang kelas. Dari alokasi APBD Kabupaten telah disiapkan anggaran untuk pembangunan dan rehabilitasi sekitar 90 ruang kelas.
Target ini menunjukkan kesinambungan program dan komitmen daerah untuk melanjutkan upaya perbaikan sarana pendidikan setelah capaian tahun sebelumnya. Persiapan anggaran tersebut menegaskan bahwa perencanaan kualitas pendidikan menjadi prioritas dalam kebijakan anggaran daerah.
Selain mengandalkan APBD, Ruhli menyampaikan bahwa pihaknya aktif mengupayakan tambahan pendanaan melalui program revitalisasi dari pemerintah pusat dan skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Pendekatan pembiayaan campuran ini memperbesar peluang realisasi proyek di lapangan dan mengurangi beban satu sumber anggaran saja. 
"Alhamdulillah, sampai saat ini bantuan dari pemerintah pusat, baik melalui jalur reguler maupun aspirasi, sudah berjalan di lapangan," ujarnya, menambahkan bahwa kuota revitalisasi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi akan diajukan sesuai ketentuan.
Proses teknis pembangunan yang efisien menjadi fondasi keyakinan Disdikpora Cianjur bahwa target dapat tercapai tepat waktu. Ruhli menjelaskan bahwa satu ruang kelas membutuhkan waktu konstruksi sekitar 60 hari kerja, sehingga perencanaan dan pengawasan yang baik diperlukan agar seluruh proyek rampung sebelum akhir Desember 2026. Optimisme ini didukung oleh pengalaman realisasi program tahun sebelumnya serta koordinasi antar-institusi yang terus diperkuat.
Dengan pencapaian 444 ruang kelas pada 2025 dan target penambahan 90 ruang kelas pada 2026, Disdikpora Cianjur menegaskan peran sentralnya dalam memperbaiki kualitas sarana pendidikan di kabupaten. Langkah-langkah strategis, dari mobilisasi berbagai sumber pendanaan hingga pengelolaan proyek yang efisien, memperlihatkan komitmen serius pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa secara bertahap.
"Kami berharap seluruh program pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas dapat berjalan dengan baik sehingga kebutuhan sarana belajar di Kabupaten Cianjur dapat terpenuhi secara bertahap," harap Ruhli Solehudin. (dens).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment