- DLH Cianjur Pimpin Operasi Bersih Sungai Cisarua: Gotong Royong Pulihkan Aliran, Cegah Banjir
- Diskumdagin Cianjur Tegaskan Integritas: Langkah Nyata Perbaiki Pelayanan Publik
- Siapkan Tenaga Kerja Kompeten di Pasar Global, 1.280 Lulusan SMA, SMK, MA Jabar Diberi Pelatihan Ker
- DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Pimpinan Siap Mundur
- BAZNAS Cianjur Hadirkan Harapan Lewat Distribusi Air Bersih di Desa Sukamaju
- Buka Muktamar ke-35 NU, Presiden Prabowo: NU Institusi Bersejarah dan Berjasa Besar bagi Indonesia
- Bidang SMP Disdikpora Cianjur Gerak Cepat Antisipasi Kekurangan Guru Menjelang 2026–2027
- Disbudpar Cianjur: Strategi Promosi dan Revitalisasi untuk Menutup Kesenjangan Retribusi
- Gerakan Pramuka Diharapkan Mampu Ciptakan Indonesia Emas 2045
- Disdikpora Cianjur Setarakan Peluang Sekolah Swasta dalam SPMB 2026
Dari ucapan, Ya Udah Dimasak Aja, ke Sikap Tegas, Ujian Komitmen Pemerintah pada Kebebasan Pers

Keterangan Gambar : Torik Imanurdin.
Ditulis oleh: Torik Imanurdin (Aktivis '98)
Pinusnews.id - Pernyataan Kepala Kantor Komunikasi Presiden yang merespons teror terhadap wartawan Tempo dengan candaan “Ya udah dimasak aja” bukan hanya tidak pantas, tetapi juga mencerminkan ketidaksensitifan pemerintah terhadap ancaman serius terhadap kebebasan pers.
Dalam sistem demokrasi, pers bukan sekadar pengamat, tetapi pilar utama yang memastikan transparansi dan akuntabilitas. Ancaman dan teror terhadap jurnalis bukan sekadar serangan terhadap individu, melainkan upaya membungkam kebebasan berpendapat yang seharusnya dilindungi negara.
Baca Lainnya :
- Razia ke Karaoke, Polres Cianjur Amankan Enam Orang Pemakai Narkoba
- Material Longsoran Dibersihkan, Jalur Naringgul Cianjur Bisa Dilintasi
- Polres Cianjur Razia Tempat Hiburan, Tamu dan Pemandu Lagu Kelabakan
- Satpol PP Cianjur Amankan Pengedar Miras dan Obat Faftar GÂ
- Tempat Limbah Mebel di Sukaluyu Musnah Terbakar
Alih-alih meremehkan insiden ini, pemerintah seharusnya menunjukkan sikap tegas bahwa mereka tidak akan membiarkan intimidasi terhadap jurnalis.
Jika pemerintah benar-benar berkomitmen pada demokrasi, maka seharusnya pernyataan yang keluar adalah:
"Pemerintah akan melindungi pers dengan sekuat tenaga, bahkan ketika kritik diarahkan kepada kami. Kami mengutuk segala bentuk teror terhadap jurnalis dan akan memastikan bahwa para pelaku diproses hukum. Kebebasan pers adalah fondasi demokrasi, dan kami tidak akan mentoleransi siapa pun yang berusaha merusaknya."
Pernyataan seperti ini tidak hanya lebih bertanggung jawab, tetapi juga menegaskan bahwa pemerintahan Prabowo benar-benar mendukung demokrasi, bukan sekadar slogan kosong. Karena pada akhirnya, sikap pemerintah terhadap kebebasan pers akan menjadi salah satu indikator utama seberapa jauh komitmen mereka terhadap demokrasi yang sehat dan berdaya.











