- Kotak Amal BAZNAS Cianjur: Sedekah Kecil, Manfaat Besar untuk Sesama
- Dinas Pertanian Cianjur Perkuat Hilirisasi Produk Unggulan Daerah Bersama BRIN
- Pemerintah Cianjur Diperintahkan Hadir Lebih Dekat untuk Warga Terdampak Bencana
- Bersinergi untuk Membangun Cianjur: BAZNAS dan Pemkab Perkuat Pelayanan Masyarakat
- Pemkab Cianjur dan Kejaksaan Perkuat Sinergi Hukum demi Pembangunan yang Bersih
- Guru Jadi Benteng Utama: Disdikpora Cianjur Perkuat Sekolah Aman dari Kekerasan
- DPPKBP3A Cianjur Hadir di Sekolah, Bangun Generasi Sadar Kependudukan Sejak Dini
- Rekonsiliasi Pajak Daerah: Upaya untuk Menjaga Kepercayaan Publik di Cianjur
- Diskumdagin Cianjur Perkuat UMKM: Dari Legalitas hingga Pasar Digital
- DPMPTSP Cianjur Dorong Investasi Kesehatan demi Pertumbuhan Ekomomi Daerah
Dari ucapan, Ya Udah Dimasak Aja, ke Sikap Tegas, Ujian Komitmen Pemerintah pada Kebebasan Pers

Keterangan Gambar : Torik Imanurdin.
Ditulis oleh: Torik Imanurdin (Aktivis '98)
Pinusnews.id - Pernyataan Kepala Kantor Komunikasi Presiden yang merespons teror terhadap wartawan Tempo dengan candaan “Ya udah dimasak aja” bukan hanya tidak pantas, tetapi juga mencerminkan ketidaksensitifan pemerintah terhadap ancaman serius terhadap kebebasan pers.
Dalam sistem demokrasi, pers bukan sekadar pengamat, tetapi pilar utama yang memastikan transparansi dan akuntabilitas. Ancaman dan teror terhadap jurnalis bukan sekadar serangan terhadap individu, melainkan upaya membungkam kebebasan berpendapat yang seharusnya dilindungi negara.
Baca Lainnya :
- Razia ke Karaoke, Polres Cianjur Amankan Enam Orang Pemakai Narkoba
- Material Longsoran Dibersihkan, Jalur Naringgul Cianjur Bisa Dilintasi
- Polres Cianjur Razia Tempat Hiburan, Tamu dan Pemandu Lagu Kelabakan
- Satpol PP Cianjur Amankan Pengedar Miras dan Obat Faftar GÂ
- Tempat Limbah Mebel di Sukaluyu Musnah Terbakar
Alih-alih meremehkan insiden ini, pemerintah seharusnya menunjukkan sikap tegas bahwa mereka tidak akan membiarkan intimidasi terhadap jurnalis.
Jika pemerintah benar-benar berkomitmen pada demokrasi, maka seharusnya pernyataan yang keluar adalah:
"Pemerintah akan melindungi pers dengan sekuat tenaga, bahkan ketika kritik diarahkan kepada kami. Kami mengutuk segala bentuk teror terhadap jurnalis dan akan memastikan bahwa para pelaku diproses hukum. Kebebasan pers adalah fondasi demokrasi, dan kami tidak akan mentoleransi siapa pun yang berusaha merusaknya."
Pernyataan seperti ini tidak hanya lebih bertanggung jawab, tetapi juga menegaskan bahwa pemerintahan Prabowo benar-benar mendukung demokrasi, bukan sekadar slogan kosong. Karena pada akhirnya, sikap pemerintah terhadap kebebasan pers akan menjadi salah satu indikator utama seberapa jauh komitmen mereka terhadap demokrasi yang sehat dan berdaya.











