- Bersinergi untuk Membangun Cianjur: BAZNAS dan Pemkab Perkuat Pelayanan Masyarakat
- Pemkab Cianjur dan Kejaksaan Perkuat Sinergi Hukum demi Pembangunan yang Bersih
- Guru Jadi Benteng Utama: Disdikpora Cianjur Perkuat Sekolah Aman dari Kekerasan
- DPPKBP3A Cianjur Hadir di Sekolah, Bangun Generasi Sadar Kependudukan Sejak Dini
- Rekonsiliasi Pajak Daerah: Upaya untuk Menjaga Kepercayaan Publik di Cianjur
- Diskumdagin Cianjur Perkuat UMKM: Dari Legalitas hingga Pasar Digital
- DPMPTSP Cianjur Dorong Investasi Kesehatan demi Pertumbuhan Ekomomi Daerah
- TP PKK Cianjur Perkuat Pembinaan Kecamatan untuk Keluarga Berdaya dan Sejahtera
- Kabid SMP Disdikpora Cianjur Apresiasi Edukasi Hukum Pelajar Lewat Jaksa Masuk Sekolah
- Tugu Kujang Cianjur: Ketika Pusaka Sunda Tertidur di Tengah Jalan
Bupati Cianjur Jadi Pembina Upacara Peringatan HANTARU ke-65 Tahun 2025

Keterangan Gambar : Momen Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian, pada peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang (HANTARU) ke-65 tahun 2025.
Pinusnews.id - Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian, bertindak sebagai Pembina upacara pada peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang (HANTARU) ke - 65 Tahun 2025, bertempat di Lapang Upacara Kantor Pertanahan Kabupaten Cianjur, Rabu 24 September 2025.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Bupati Cianjur, menyampaikan tema HANTARU tahun ini, “Tanah Terjaga, Ruang Tertata, Wujudkan Asta Cita,” memberi pengingat penting bahwa kebijakan agraria dan tata ruang hanya akan bermakna saat kebijakan tersebut, memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Mulai dari kepastian hukum tanah yang dimiliki, ruang usaha untuk berkembang, lahan sawah dan pangan yang terlindungi untuk ketahanan pangan, dan ruang hidup yang aman dan nyaman untuk keluarga," tuturnya.
Baca Lainnya :
- Giat Operasi Yustisi di Kawasan Wisata Cibodas, Cianjur
- Cianjur Tingkatkan Disiplin Prokes
- Giat Natur 2021, Polsek Warungkondang Dirikan Tiga Pos Pengamanan
- Peduli Sosial, Komunikasi di Cianjur Bagikan Masker dan Bersihkan Taman Kota
- Jelang Nataru, Ribuan Miras Bermerek Diamankan, Langsung Dimusnahkan
Inilah cara kita mewujudkan Asta Cita: dengan memastikan tanah terjaga dan ruang tertata, sehingga benar-benar dirasakan rakyat, hari ini dan di masa mendatang.
Lebih lanjut Menteri Agraria dan Tata Ruang mengungkapkan bahwa momentum HANTARU ini mengingatkan kita bahwa tanah dan ruang tidak otomatis melahirkan kesejahteraan. Kesejahteraan lahir dari bagaimana kita mengelolanya, menjaga keberlanjutannya dan menghadirkan manfaatnya.
"Dari tanah yang terdaftar, tumbuh kepastian hukum. Dari sawah yang terlindungi, lahir ketahanan pangan. Dari ruang yang tertata, muncul kepastian peluang usaha dan investasi. Di situlah letak makna sejati pengelolaan agraria dan tata ruang, bukan semata mengatur bidang tanah, tetapi juga menata kehidupan bangsa," jelasnya. (tim dens).











