- Bidang SMP Disdikpora Cianjur Gerak Cepat Antisipasi Kekurangan Guru Menjelang 2026–2027
- Disbudpar Cianjur: Strategi Promosi dan Revitalisasi untuk Menutup Kesenjangan Retribusi
- Gerakan Pramuka Diharapkan Mampu Ciptakan Indonesia Emas 2045
- Disdikpora Cianjur Setarakan Peluang Sekolah Swasta dalam SPMB 2026
- Disperkim Cianjur Tegakkan Ketertiban Lingkungan lewat Penataan dan Pelayanan
- Kepala Sekolah Diminta Wujudkan Perubahan Nyata Usai Pelatihan BCKS
- Kemenangan untuk Sesama: BAZNAS Cianjur Salurkan Donasi Karnaval untuk Korban Gempa NTT
- Pelantikan 19 Pejabat di Cianjur: Percepat Pelayanan dan Hadirkan Program Nyata
- Sekda Herman : Mendongeng Jadi Ruang Ciptakan Generasi Unggul
- Campakamulya Tampil Memukau di Karnaval Cianjur Fest: Mapag Panen Pare Hideung
Bupati Cianjur Akan Membangun Rumah Buat Pasutri yang Hidupnya Miskin

Keterangan Gambar : Bupati Cianjur Herman Suherman yang berjanji akan membangun rumah layak huni bagi pasutri Aya dan Nana.
Pinusnews.id - Pemkab Cianjur akhirnya merespon informasi adanya pasangan suami istri (Pasutri) di Kampung Tegalega, RT02/RW07, Desa Limbangansari, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Aya Suhara (56) dan Nana Sumarna (64) tinggal di sebuah rumah tidak layak huni dan hidup demikian miskin.
Menurut informasi, Bupati Cianjur Herman Suherman akan segera membantu Pasutri lansia itu dengan membangun rumah layak huni untuk ditempati pasutri tersebut.
Bupati Cianjur Herman Suherman berjanji, akan segera membuatkan rumah di tanah milik Pemdes Limbangansari, yang nantinya untuk tempat tinggal Aya dan Nana.
Baca Lainnya :
- Bupati Cianjur Akan Membangun Rumah Buat Pasutri yang Hidupnya Miskin
- Aduan Masyarakat Lewat Sapawarga ke Pemdaprov Jabar Dituntaskan
- Selama Arus Mudik hingga H2 Lebaran, Posko Kesehatan Jabar Tangani Enam Jenis Penyakit
- Penyakit tak Libur Saat Libur Lebaran, Waspadai Demam Berdarah dan HFMD
- Mudik dan Thanksgiving Day
“Jadi nanti akan dibuatkan rumah di tanah desa, yang membangunnya Pemkab Cianjur,” kata Herman, Sabtu, (13/04/2024).
Akan tetapi, kata Bupati Cianjur, rumah tersebut nantinya akan ditempati untuk sementara oleh Aya Suhara dan Nana Sumarna.
“Tetapi kalau sudah meninggal, akan diambil lagi oleh Pemerintah Desa Limbangansari,” paparnya.
Diketahui keduanya, Pasutri Lansia itu bermukim di sebuah rumah reyot terbuat dari sisa-sisa kayu dan bambu bekas, sedangkan atap dan pinggir atasnya dari seng dan genteng bekas yang dikumpulkan dari hasil memungut di tempat pembuangan puing.
Terlihat juga tumpukan kasur lusuh sebagai alas tidur dan buntelan pakaian tertumpuk di dalam gubuk berukuran 2×3 meter itu. Kemudian tirai lusuh dengan seutas tali menghiasi ruangan gubuk yang sempit, agar tirai tersebut membuat Aya dan istrinya sedikit terhindar dari dinginnya angin di malam hari yang masuk lewat samping gubuk.
Sedangkan, tanah tempat gubuk reyot yang didirikannya adalah milik warga setempat yang dipinta izin untuk ditempatinya. (dens).











