- DPRD Cianjur Gelar Rapat Paripurna: Jawaban Eksekutif atas Pandangan Umum Fraksi
- Hilman Saukani: BAZNAS dan Dekopinda Merajut Sinergi Zakat yang Menggerakkan Umat
- Ruhli Solehudin: Sekolah Rakyat Cianjur Masih Pending, Lahan 10 Hektare Jadi Kendala Utama
- Dari Abu Menuju Harapan: Aksi Cepat PMI Cianjur Lindungi Warga di Tengah Hujan Vulkanik
- Disdikpora Cianjur: Imbau Warga Sekolah dari Abu Vulkanik dengan Pembelajaran Daring
- Lewat SADA Jabar, Sekda Herman Dorong Kepala Desa Aktif Tingkatkan IPM
- 282 Ruang Kelas yang Hilang: Potret Kesenjangan Infrastruktur SMP di Cianjur
- Presiden Prabowo: Tertibkan Kawasan Hutan SecaraTegas, Transparan, dan Akuntabel
- Sanroh BAZNAS Cianjur: Menyegarkan Hati, Mengokohkan Amanah
- Sekolah di Ujung Kampung: Janji Bupati Cianjur untuk Pendidikan yang Layak
BPBD Cianjur: Jangan Pernah Remehkan Laut Selatan, Ombaknya Bertenaga Besar dan Sulit Diprediksi

Keterangan Gambar : Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Asep Kusmana Wijaya.
Pinusnews.id - Pesisir selatan Cianjur kini dalam status siaga penuh! Gelombang laut setinggi tiga meter lebih mengamuk, memporakporandakan perahu nelayan, merusak warung-warung di tepi pantai, hingga menghantam hutan cemara di Pantai Apra, Kecamatan Sindangbarang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur langsung bergerak cepat. Puluhan personel dan relawan diterjunkan untuk melakukan patroli pantai siang dan malam, menyisir setiap jengkal garis pesisir demi mencegah jatuhnya korban jiwa.
“Gelombang bisa datang tiba-tiba dan mematikan. Kami minta nelayan menunda melaut dan wisatawan menjauhi bibir pantai, dan antisipasi cuaca ekstrem,” tutur Kepala BPBD Cianjur, Asep Kusmana Wijaya, Rabu (13/8/2025).
Baca Lainnya :
- Peranan PT. Bukit Naga Mas Kembangkan UMKM di Cianjur
- Ini Hasil Penghitungan Suara Pilkada Cianjur 2020
- Geger, Mayat Pria Ditemukan Meninggal  dalam Rumah
- BNN RI Intip Program Desa Bersih Narkoba di Cianjur
- LPM Sindangraja Pertanyakan SK Ada Dua, Ini Penjelasan Pemdes
BPBD Cianjur mencatat ada puluhan perahu nelayan tenggelam, perahu hilang tanpa jejak, Warung dan area wisata di tepi pantai rusak parah.
Meskipun tempat wisata belum ditutup, pengelola diminta memperketat imbauan keselamatan.
“Jangan pernah meremehkan laut selatan. Ombaknya bertenaga besar dan sulit diprediksi,” imbuh Asep Kusmana Wijaya.
Disebutkan, patroli gabungan BPBD, aparat desa, dan relawan kini menjaga titik-titik rawan, memastikan warga dan pengunjung tetap aman. Namun, ancaman gelombang raksasa diperkirakan belum akan mereda dalam beberapa hari ke depan akibat cuaca ekstrem. (dens).











