- DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Pimpinan Siap Mundur
- BAZNAS Cianjur Hadirkan Harapan Lewat Distribusi Air Bersih di Desa Sukamaju
- Buka Muktamar ke-35 NU, Presiden Prabowo: NU Institusi Bersejarah dan Berjasa Besar bagi Indonesia
- Bidang SMP Disdikpora Cianjur Gerak Cepat Antisipasi Kekurangan Guru Menjelang 2026–2027
- Disbudpar Cianjur: Strategi Promosi dan Revitalisasi untuk Menutup Kesenjangan Retribusi
- Gerakan Pramuka Diharapkan Mampu Ciptakan Indonesia Emas 2045
- Disdikpora Cianjur Setarakan Peluang Sekolah Swasta dalam SPMB 2026
- Disperkim Cianjur Tegakkan Ketertiban Lingkungan lewat Penataan dan Pelayanan
- Kepala Sekolah Diminta Wujudkan Perubahan Nyata Usai Pelatihan BCKS
- Kemenangan untuk Sesama: BAZNAS Cianjur Salurkan Donasi Karnaval untuk Korban Gempa NTT
Berikut Sejarah Gedung Sate, yang Tak Banyak Diketahui
Oleh: Putri Sry Rahmawaty

Keterangan Gambar : Istimewa (Dokumentasi Pribadi: Putri Sry / Pikiran Nusantara)
pinusnews.id Cianjur- Gedung sate merupakan salah
satu banguanan yang menjadi ciri dari Kota Bandung, gedung ini memang bukan
sekedar gedung, melainkan memiliki nilai sejarah yang perlu kamu ketahui.
Gedung sate memiliki sejarah panjang
yang sudah ada sejak masa Kolonial Belanda, menurut sejarahnya peletakan batu
pertama gedung ini dilakukan pada tanggal 27 Juli 1920 yang dihadiri langsung
oleh putri tertua Wali Kota Bandung yakni Johanna Catherina Coops, B. Coops,
serta Petronella Roelofsen sebagai perwakilan dari Gubernur Jenderal di
Batavia.
Perancang gedung bersejarah ini dilakukan oleh beberapa arsitek Ir. J. Gerber
dari Fakultas Teknik Delft Nederland, Ir. Eh. De Roo, dan Ir. G. Hendriks, dan
dari Gemeente vna Bandoeng. Selain menonjolkan unsur tradisional nusantara,
Gedung Sate juga terinspirasi gaya bangunan Italia di Zaman Renaissance.
Baca Lainnya :
- Sepak Terjang Anies Baswedan dalam Pengelolaan Metropolitan
- Jodoh, Ketetapan dan Sebuah Pengorbanan yang Harus Diperjuangkan
- Mengenal Fakta Dari Hypophrenia
- Kerap Dianggap Sepele, Berikut Cara Keramas Yang Baik Dan Benar
- Alasan Mengapa Koyo Dapat Menghilangkan Nyeri Otot
Pembangunan Gedung sate berlangsung
selama empat tahun, dan selesai pada September 1924, yang diperkirakan dilakukan
oleh sekitar 2.000 orang pekerja dan 150 orang pemahat yang berasal dari
berbagai wilayah sekitar Bandung.
Awalnya gedung ini digunakan untuk
aktivitas Departemen Lalu Lintas dan Pekerjaan umum hingga pernah menjadi pusat
Pemerintahan Hindia Belanda di Bandung. Pada 3 Desember terjadi peristiwa
bersejarah di gedung ini yaitu adanya korban yang jatuh sebanyak 7 orang karena
ingin mempertahankan Gedung Sate ini dari pasukan Gurkha. Untuk mengenang 7
pemuda tersebut, maka dibuatlah tugu batu yang ada di halaman belakang Gedung
Sate. Kemudian pada 3 Desember 1970 atas perintah dari Menteri Pekerjaan Umum,
tugu tersebut akhirnya dipindah ke halaman depan gedung tersebut.
Sejak 1980, Gedung Sate Bandung disebut sebagai Kantor Gubernur karena menjadi
pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat. Pada tahun 1977, dibangun gedung baru
yang masih bergaya seperti Gedung Sate yang digunakan khusus bagi Pimpinan dan
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat untuk bertugas dan menjalankan fungisnya.
Hingga saat ini Gedung Sate tak pernah sepi pengunjung, baik wisatawan dari
dalam atau luar negeri pasti menyempatkan diri datang ke gedung ini, selain
hanya untuk berfoto di depan gedung, hal ini juga dilakukan untuk berwisata
sejarah.
Penulis: Putri Sry Rahmawaty (Magang)











