- DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Pimpinan Siap Mundur
- BAZNAS Cianjur Hadirkan Harapan Lewat Distribusi Air Bersih di Desa Sukamaju
- Buka Muktamar ke-35 NU, Presiden Prabowo: NU Institusi Bersejarah dan Berjasa Besar bagi Indonesia
- Bidang SMP Disdikpora Cianjur Gerak Cepat Antisipasi Kekurangan Guru Menjelang 2026–2027
- Disbudpar Cianjur: Strategi Promosi dan Revitalisasi untuk Menutup Kesenjangan Retribusi
- Gerakan Pramuka Diharapkan Mampu Ciptakan Indonesia Emas 2045
- Disdikpora Cianjur Setarakan Peluang Sekolah Swasta dalam SPMB 2026
- Disperkim Cianjur Tegakkan Ketertiban Lingkungan lewat Penataan dan Pelayanan
- Kepala Sekolah Diminta Wujudkan Perubahan Nyata Usai Pelatihan BCKS
- Kemenangan untuk Sesama: BAZNAS Cianjur Salurkan Donasi Karnaval untuk Korban Gempa NTT
BAZNAS Cianjur Perkuat Penanganan Penyaluran Bantuan pada Rembug Warga Desa Mekarjaya

Keterangan Gambar : Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian didampingi pihak BAZNAS Kabupaten Cianjur, menyalurkan bantuan untuk warga masyarakat yang berhak menerimanya, dalam kegiatan Rembug Warga di Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikadu, Cianjur Selatan, Senin, 22 Juni 2026.
Pinusnews.id - Rembug Warga yang digelar di Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikadu, Cianjur Selatan pada Senin (22 Juni 2026) menjadi momen penting bagi pemerintah daerah dan lembaga sosial untuk bertemu langsung dengan warga masyarakat secara luas.
Acara yang dipimpin Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian itu tidak hanya berfungsi sebagai forum musyawarah untuk menyerap aspirasi masyarakat, tetapi juga menjadi ajang pemberian layanan publik dan penyaluran bantuan. Kehadiran BAZNAS Kabupaten Cianjur menambah bobot kegiatan, karena lembaga tersebut membawa berbagai santunan yang langsung disalurkan kepada warga yang membutuhkan.
Peran BAZNAS Cianjur terlihat nyata dalam pelaksanaan penyaluran bantuan di lokasi Rembug Warga. BAZNAS Cianjur hadir bukan sekadar sebagai pemberi donasi, melainkan sebagai mitra operasional yang memastikan bantuan sampai pada penerima tepat sasaran.
Baca Lainnya :
- Kasus Positif Covid-19 di Cianjur Meningkat, Rakyat Ngantri Swab Test
- Astakira Jemput Pekerja Migran yang Depresi di Arab Saudi
- Wilman Singawinata, Wakil Ketua DPRD Cianjur : Pilih BUMDes Jadi Supplier
- Hujan Es Diiringi Angin Kencang Hantam Rumah Penduduk
- Oknum Catut Nama Bupati Cianjur untuk Menipu Pemilik Pontren
Dalam kesempatan itu, pengurus BAZNAS Cianjur bekerja bersama aparat desa dan petugas kecamatan untuk memverifikasi data penerima, sehingga proses distribusi berlangsung tertib dan terukur. Langkah ini memperlihatkan profesionalisme BAZNAS Cianjur dalam manajemen bantuan di tingkat lokal.
Kegiatan Rembug Warga sendiri dirancang sebagai ruang dialog terbuka yang menjembatani komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat desa. "Pemerintah hadir di tengah masyarakat desa untuk merespons dan memberikan solusi cepat terhadap berbagai permasalahan warga," ujar Bupati Mohammad Wahyu Ferdian.
Pernyataan Bupati Cianjur tersebut menggarisbawahi pentingnya sinergi antara pemerintah dan lembaga zakat seperti BAZNAS Cianjur untuk menjawab kebutuhan riil warga, baik dalam bentuk layanan administrasi, kesehatan, maupun bantuan sosial.
Selain penyaluran santunan, Rembug Warga juga menjadi panggung sosialisasi program-program pembangunan desa, termasuk penjabaran bantuan Rp25 juta per RT yang digulirkan pemerintah setempat. Kehadiran BAZNAS Cianjur melengkapi rangkaian layanan, karena banyak warga yang memerlukan dukungan finansial atau pendampingan administrasi untuk mengakses bantuan pemerintah.
Dengan demikian, BAZNAS Cianjur juga berperan sebagai jembatan untuk menghubungkan sumber daya sosial dan kebutuhan warga sehingga program-program pemerintah dapat dirasakan manfaatnya secara lebih luas dan cepat.
Kinerja BAZNAS Kabupaten Cianjur pada kegiatan ini patut diapresiasi karena menunjukkan komitmen lembaga dalam mempercepat distribusi bantuan di desa-desa. Melalui verifikasi lapangan, koordinasi dengan pemerintah desa, dan penyaluran santunan yang tertata, BAZNAS Cianjur membantu menjadikan Rembug Warga bukan hanya forum aspirasi, tetapi juga wadah nyata pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Ke depan, tentunya model kolaborasi semacam ini dapat diperkuat agar layanan publik dan bantuan sosial terus menyentuh lapisan warga yang paling membutuhkan. (dens).











