- DPRD Cianjur Pimpin Refleksi dan Akselerasi Pembangunan pada Hari Jadi ke-349
- Bupati Cianjur Sambut Korban TPPO, Ingatkan Warga Urus TKI Secara Legal
- Cianjur Masih di Bawah: Tantangan IPM dan Upaya Perbaikan Bersama
- Peringati Milangkala Ke-349 Kabupaten Cianjur, KDM akan Tingkatkan Kualitas Pendidikan
- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
BAZNAS Cianjur Cepat Tanggap: Bayar Utang dan Pulangkan Empat Warga Terlantar di Sumsel

Keterangan Gambar : Ketua BAZNAS Kabupaten Cianjur, H. Tata, bersama empat warga yang terlantar di Sumatera Selatan, dan pihak terkait lainnya. (Foto istimewa).
Pinusnews.id - BAZNAS Kabupaten Cianjur kembali menunjukkan peran pentingnya sebagai jembatan kepedulian sosial. Pada Kamis, 21 Mei 2026, lembaga amil zakat daerah ini menyerahkan bantuan berupa biaya pemulangan dan pelunasan hutang kepada empat warga asal Kecamatan Cikalongkulon, yang mengalami keterlantaran setelah bekerja di Sumatera Selatan (Sumsel). Penyerahan dilaksanakan di Aula BAZNAS Kabupaten Cianjur dengan kehadiran perwakilan Dinas Sosial dan desa masing‑masing penerima manfaat.
Cerita keempat warga itu bermula dari janji upah tinggi yang disampaikan seorang agen kerja: sekitar Rp400.000 per hari. Harapan untuk memperbaiki ekonomi keluarga membuat mereka berangkat jauh meninggalkan kampung. Namun realitas di lokasi kerja jauh berbeda; mereka hanya menerima antara Rp40.000 hingga Rp60.000 per hari untuk pekerjaan memanen tebu dengan target lebih dari satu ton per hari. Kondisi ini tidak hanya melelahkan secara fisik tetapi juga menciptakan tekanan ekonomi hingga menimbulkan utang kepada perusahaan.
Beban utang dan kondisi kerja yang tidak manusiawi akhirnya memaksa para pekerja pulang. Mereka memilih kembali ke Cianjur karena tidak mampu bertahan dan khawatir utang akan semakin besar.
Baca Lainnya :
- PT. SAC Bantu Pemerintah dalam Program Usaha Petani Porang di Cianjur
- 60 Pasien ODGJ Yayasan Rumah Pulih Jiwa Telah Sembuh, Tapi Pemda Cianjur Tutup Mata
- Pesantren Roboh, Belasan Santri Tertimpa Bangunan
- Mobil Angkutan Umum Tertimpa Pohon, 2 Sopir Dilarikan ke Rumah SakitÂ
- Babak Baru, Usai Pencuri Motor Babak Belur Dihajar Warga, satu Pelaku Kabur
“Kami tidak sanggup lagi, utang makin menumpuk dan tenaga sudah habis,” kata salah satu dari mereka saat bercerita tentang keputusan pulang. Keputusan pulang itu kemudian memicu respon cepat dari pemerintah daerah dan lembaga sosial setempat.
BAZNAS Kabupaten Cianjur mengambil langkah nyata dengan menyalurkan bantuan bagi masing‑masing penerima sebesar Rp2.500.000. Dana itu digunakan untuk membiayai pemulangan serta membantu pelunasan hutang yang mengikat mereka di lokasi kerja. Bentuk bantuan ini menegaskan fungsi BAZNAS bukan hanya menghimpun zakat, tetapi juga menyalurkannya secara tepat guna untuk menyelesaikan masalah sosial yang mendesak.
Menurut Ketua BAZNAS Cianjur, H. Tata, bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Cianjur melalui dana zakat yang rutin dihimpun setiap bulan. “Alhamdulillah, hari ini BAZNAS Kabupaten Cianjur dapat membantu saudara‑saudara kita yang mengalami kesulitan di perantauan. Bantuan ini berasal dari dana zakat ASN yang setiap bulan dihimpun melalui BAZNAS Kabupaten Cianjur. Semoga dapat meringankan beban mereka dan menjadi jalan untuk kembali memulai kehidupan bersama keluarga di kampung halaman,” ujar H. Tata, menegaskan sumber dan niat program tersebut.
Respon cepat dan sinergi BAZNAS dengan Dinas Sosial menjadi sorotan penting dalam penanganan kasus ini. Kehadiran perwakilan Dinas Sosial saat penyerahan bantuan menunjukkan koordinasi antarinstansi dalam upaya perlindungan sosial. Pihak Dinas Sosial memberi apresiasi terhadap langkah BAZNAS yang responsif, menilai tindakan itu sebagai contoh nyata bagaimana lembaga zakat dapat bekerja bersama pemerintah untuk membantu penyelesaian masalah sosial ekonomi.
Dampak bantuan bagi para penerima terasa signifikan. Salah satu penerima, Kang Agus, menyatakan rasa syukur karena bisa kembali ke keluarga dan menutup utang yang membebani. “Terima kasih kepada BAZNAS Cianjur dan Dinas Sosial Cianjur atas bantuan yang sangat maksimal kepada kami. Alhamdulillah berkat bantuan ini kami bisa pulang dan berkumpul lagi bersama keluarga di Cianjur,” ujarnya.
Kasus ini juga menyisakan pelajaran bagi calon pekerja perantauan dan pihak terkait: pentingnya verifikasi agen kerja, perlindungan tenaga kerja, serta akses informasi tentang hak dan risiko bekerja di luar daerah.
Sementara itu, BAZNAS Cianjur menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan manfaat zakat, baik melalui program tanggap darurat maupun program pencegahan sosial. Keberhasilan penanganan empat warga Cikalongkulon menjadi bukti operasional bahwa zakat yang dikelola dengan baik dapat menjadi solusi cepat atas masalah kemanusiaan.
Kisah empat warga yang dipulangkan ini menegaskan fungsi ganda BAZNAS Kabupaten Cianjur: menghimpun solidaritas kolektif dan menyalurkannya secara konkret untuk memulihkan kehidupan sesama warga. Dengan respons yang cepat, koordinasi lintas lembaga, dan pemanfaatan dana zakat ASN yang transparan, BAZNAS memperlihatkan model intervensi sosial yang efektif.
Ke depan, momentum ini seharusnya dimanfaatkan untuk memperkuat program pencegahan, edukasi bagi calon pekerja migran, dan skema kerja sama yang lebih erat antara lembaga keagamaan, pemerintah, dan komunitas lokal. (dens).











