Batik Diera Digital, Mengapa Tidak?

05 Sep 2022, 07:46:58 WIB Seni & Budaya
Batik Diera Digital, Mengapa Tidak?

Keterangan Gambar : Keterangan Gambar : Produk karya Rajafa Creations


pinusnews.id Cianjur -Perkembangan jaman semakin pesat, dari yang sifatnya tradisional maupun yang menggunakan teknologi digital.


Tidak bisa menapikan hal tersebut dan mau tak mau harus mengikuti kemajuan jaman dan perobahan peradaban, khususnya di bidang kreatifitas.

Baca Lainnya :


Pada akhirnya, semuanya menjadi sebuah pilihan, masih menyukai dan menggunakan hasil produk tradisional maupun produk digital, karena hanya dua konsep memajukan kreatifitas seni dan budaya, yakni pelestarian dan pengembangan.


Kreatifitas itu salah sstunya adalah produk Batik, melalui proses manual yaitu batik tulis atau canting dan batik cap, yang merupakan bagian dari pelestarian seni budaya, dan tetap mempertahankan keasliannya dalam proses pembuatannya.


Kemajuan teknologi dan pengembangan produksi pun merambah dunia 'perbatikan' yang menggunakan proses handprinting atau machine printing (seperti sablon), dengan kelebihannya yaitu bisa memproduksi secara massal.


Saat ini memasuki era digital pun mempengaruhi prose produksi batik, yaitu batik digital melalui proses printing sublimasi, dimana ada beberapa kelebihan tersendiri yaitu kualitas warna yang bisa 'fullcolors' juga tak mudah luntur. Selain itu juga bisa produksi satuan atau secara massal.


Sebenarnya ini bukan masalah persaingan usaha dan kreatifitas, tapi pada akhirnya kembali lagi ke masyarakat, apakah mau tetap menggunakan produk tradisional ataukah produk digital? 


Sementara masing-masing orang punya minat dan kesukaan serta disesuaikan dengan kondisi keuangan.


Dunia usaha dan kreatifitas akan terus semakin berkembang, tergantung kita menyikapinya. (Faluzia Julian).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment