- Bidang SMP Disdikpora Cianjur Gerak Cepat Antisipasi Kekurangan Guru Menjelang 2026–2027
- Disbudpar Cianjur: Strategi Promosi dan Revitalisasi untuk Menutup Kesenjangan Retribusi
- Gerakan Pramuka Diharapkan Mampu Ciptakan Indonesia Emas 2045
- Disdikpora Cianjur Setarakan Peluang Sekolah Swasta dalam SPMB 2026
- Disperkim Cianjur Tegakkan Ketertiban Lingkungan lewat Penataan dan Pelayanan
- Kepala Sekolah Diminta Wujudkan Perubahan Nyata Usai Pelatihan BCKS
- Kemenangan untuk Sesama: BAZNAS Cianjur Salurkan Donasi Karnaval untuk Korban Gempa NTT
- Pelantikan 19 Pejabat di Cianjur: Percepat Pelayanan dan Hadirkan Program Nyata
- Sekda Herman : Mendongeng Jadi Ruang Ciptakan Generasi Unggul
- Campakamulya Tampil Memukau di Karnaval Cianjur Fest: Mapag Panen Pare Hideung
Batik Diera Digital, Mengapa Tidak?

Keterangan Gambar : Keterangan Gambar : Produk karya Rajafa Creations
pinusnews.id Cianjur -Perkembangan jaman semakin pesat, dari yang sifatnya tradisional maupun yang menggunakan teknologi digital.
Tidak bisa menapikan hal tersebut dan mau tak mau harus mengikuti kemajuan jaman dan perobahan peradaban, khususnya di bidang kreatifitas.
Baca Lainnya :
- Komunitas Colony Cianjur Gelar Bhakti Sosial
- BUNG KARNO SEBAGAI GURU SANGAT \"STRENG\"
- Bupati Cianjur Lantik Para Kepala Desa di Wilayah Kecamatan Karangtengah
- Koramil Jajaran Kodim 0608/Cianjur Pantau SPBU Pasca Kenaikan BBM
- Kiat Mudah Meningkatkan Kecintaan Literasi
Pada akhirnya, semuanya menjadi sebuah pilihan, masih menyukai dan menggunakan hasil produk tradisional maupun produk digital, karena hanya dua konsep memajukan kreatifitas seni dan budaya, yakni pelestarian dan pengembangan.
Kreatifitas itu salah sstunya adalah produk Batik, melalui proses manual yaitu batik tulis atau canting dan batik cap, yang merupakan bagian dari pelestarian seni budaya, dan tetap mempertahankan keasliannya dalam proses pembuatannya.
Kemajuan teknologi dan pengembangan produksi pun merambah dunia 'perbatikan' yang menggunakan proses handprinting atau machine printing (seperti sablon), dengan kelebihannya yaitu bisa memproduksi secara massal.
Saat ini memasuki era digital pun mempengaruhi prose produksi batik, yaitu batik digital melalui proses printing sublimasi, dimana ada beberapa kelebihan tersendiri yaitu kualitas warna yang bisa 'fullcolors' juga tak mudah luntur. Selain itu juga bisa produksi satuan atau secara massal.
Sebenarnya ini bukan masalah persaingan usaha dan kreatifitas, tapi pada akhirnya kembali lagi ke masyarakat, apakah mau tetap menggunakan produk tradisional ataukah produk digital?
Sementara masing-masing orang punya minat dan kesukaan serta disesuaikan dengan kondisi keuangan.
Dunia usaha dan kreatifitas akan terus semakin berkembang, tergantung kita menyikapinya. (Faluzia Julian).











