- Bapenda Cianjur dan Strategi Pepeling: Permudah Pembayaran, Genjot Pendapatan
- DPMPTSP Cianjur Siapkan Strategi RUPM untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
- Pemerintah Larang Operator Hilangkan Sisa Kuota Internet Pelanggan
- BAZNAS Cianjur Ringankan Beban Korban Bencana di NTT
- Isfhan Anggota DPR RI ke Naringgul: Mengawal 5 Pilar HAM agar Nyata dirasakan Warga
- Berhasil Kawal Program 3 Juta Rumah, Pemprov Jabar Terima Apresiasi dari Kemendagri
- DLH Cianjur Pimpin Operasi Bersih Sungai Cisarua: Gotong Royong Pulihkan Aliran, Cegah Banjir
- Diskumdagin Cianjur Tegaskan Integritas: Langkah Nyata Perbaiki Pelayanan Publik
- Siapkan Tenaga Kerja Kompeten di Pasar Global, 1.280 Lulusan SMA, SMK, MA Jabar Diberi Pelatihan Ker
- DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Pimpinan Siap Mundur
5 Tips Survive Dalam Hadapi Resesi Ekonomi 2023
Penulis: Muhammad Mamur (Magang)

Keterangan Gambar : Animasi dan ilustrasi Resesi Ekonomi
pinusnews.id Bandung- Resesi Ekonomi tengah menjadi isu yang hangat di masyarakat. Hal ini telah menjadi perhatian pemerintah Indonesia dari tahun lalu, dimana resesi terjadi karena imbas dari pandemi covid -19 yang melanda dunia selama 2 tahun terakhir ini, sehingga sirkulasi ekonomi terhambat karena runtuhnya aktivitas perdagangan dan jual beli.
International Money Found (IMF) menyampaikan bahwa sepertiga dari negara di dunia akan mengalami resesi. Sedangkan negara yang tidak terkena akan turut merasakan dampak dari resesi, oleh karena itu pemerintah menghimbau Indonesia untuk siap siaga terhadap ancaman ekonomi ini.
Tahun 2023 telah memasuki akhir Januari, dimana perlambatan ekonomi makin dirasakan oleh masyarakat. Walaupun Indonesia termasuk negara yang masih dalam kategori aman, tapi tak menutup kemungkinan kejadian krisis terdahulu akan terulang kembali, oleh karena itu ada beberapa tips masyarakat agar bisa survive dalam menghadapi ancaman resesi.
Baca Lainnya :
- Peltu Rohadi Hadiri HUT Serdadu Eks Tri Matra Nusantara Ke-3 di Kota Bunga Pacet
- Cianjur Bangkit Bersama Rakyat di Desa Sarampad, Cugenang
- Presiden Jokowi Buka Rakernas Program Banggakencana di Jakarta
- Dedi Supriadi : Forum Konsultasi Publik Sudah Terjadwalkan Setiap Tahunnya
- Korban Indosurya Tuntut Keadilan, Usai Vonis Lepas Henry Surya
Pertama adalah dengan menabung pada pos dana darurat, hal ini dilakukan agar masyarakat mempunyai tabungan jika hal yang tidak diinginkan terjadi. Cara kedua adalah mengurangi hutang konsumtif, karena ini dapat mengancam keuangan untuk hal-hal yang tidak penting.
Ketiga, adalah membuat penyusunan keuangan, hal ini dilakukan bertujuan untuk mengatur sirkulasi keuangan dengan skala prioritas yang diutamakan. Keempat, memanfaatkan peluang agar menjadi penghasilan tambahan, disamping pendapatan utama.
Cara terakhir adalah dengan memiliki asuransi, beragam asuransi seperti kesehatan dan keselamatan kerja harus dimiliki oleh masyarakat. Ini dilakukan untuk menghindari pengeluaran yang berlebih di masa yang akan datang.











