- BAZNAS Cianjur Ringankan Beban Korban Bencana di NTT
- Isfhan Anggota DPR RI ke Naringgul: Mengawal 5 Pilar HAM agar Nyata dirasakan Warga
- Berhasil Kawal Program 3 Juta Rumah, Pemprov Jabar Terima Apresiasi dari Kemendagri
- DLH Cianjur Pimpin Operasi Bersih Sungai Cisarua: Gotong Royong Pulihkan Aliran, Cegah Banjir
- Diskumdagin Cianjur Tegaskan Integritas: Langkah Nyata Perbaiki Pelayanan Publik
- Siapkan Tenaga Kerja Kompeten di Pasar Global, 1.280 Lulusan SMA, SMK, MA Jabar Diberi Pelatihan Ker
- DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Pimpinan Siap Mundur
- BAZNAS Cianjur Hadirkan Harapan Lewat Distribusi Air Bersih di Desa Sukamaju
- Buka Muktamar ke-35 NU, Presiden Prabowo: NU Institusi Bersejarah dan Berjasa Besar bagi Indonesia
- Bidang SMP Disdikpora Cianjur Gerak Cepat Antisipasi Kekurangan Guru Menjelang 2026–2027
Yusman Faisal: Terjadi Tujuh Kasus Keracunan Makanan Selama Januari-Oktober 2024

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal.
Pinusnews.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur mencatat tujuh kasus keracunan makanan selama periode Januari-Oktober 2024 dengan korban meninggal dunia satu orang.
Penyebab keracunan rata-rata karena bakteri Escherichia Coli (E.coli) dari makanan yang tidak higienis.
“Rata-rata di momen yang banyak massanya. Penyebab, kalau pemicu keracunan masih dari makanan, mungkin dari cara pengolahan, kebersihan, atau higienis dan sanitasi lingkungan yang kurang bersih. Juga distribusi makanan yang terlalu lama, kan tidak boleh kurang dari empat jam, harusnya setelah dimasak,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal kepada wartawan, di Bale Prayoga Pemda Cianjur, Kamis 10 Oktober 2024.
Baca Lainnya :
- Tim Pol PP Cianjur Obrak-Abrik Pengedar Miras
- Ratusan Minuman Beralkohol Roso-Roso Diamankan Polres Cianjur di Rumah Kontrakan
- Jenazah PMI Tertahan Di Saudi Arabia, LSM FPMI Kirim Surat Ke Presiden Jokowi
- Nelayan Tenggelam di Pantai Cigebang Karawangwangi Cidaun
- Pemotor Luka-Luka, Tabrak Mobil Truk Sedang Parkir di Pacet Cianjur
“Biasanya E.coli itu pencemaran air, kemudian dari makann yang membusuk juga E.coli-nya besar,” kata Yusman.
Yusman menegaskan, pihaknya sejak Juni sudah membuat surat edaran terkait kewaspadaan dini terhadap keracunan makanan.
“Kita sudah membuat surat edaran lagi lebih detail tentang integrasi pelayanan. Artinya, kolaborasi baik itu di lintas program maupun lintas sektor untuk lebih dalam hal pengawasan terhadap kejadian-kejadian serupa yang mungkin akan terjadi di masa yang akan datang,” jelasnya.
Data Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur terkait keracunan pangan periode Januari-Oktober 2024:
1. Wilayah kerja Puskesmas Cibaregbeg pada 22 Januari 2024 dengan jumlah penderita sebanyak 58 orang, rawat jalan 46 orang, di rawat di Puskesmas sebanyak 12 orang, di rujuk 2 orang, meninggal 0.
2. Wilayah kerja Puskesmas Kalapanunggal pada 18 April 2024 dengan jumlah penderita 53 orang, rawat jalan 34 orang, di rawat di Puskesmas 19 orang, rujuk 0, meninggal 0 orang.
3. Wilayah kerja Puskesmas Cijati pada 21 April 2024, jumlah penderita 65 orang, rawat jalan 9 orang, di rawat di Puskesmas 56 orang, rujuk 0, meninggal 1 orang.
4. Wilayah kerja Puskesmas Gekbrong pada 30 Mei 2024 dengan jumlah penderita 29 orang, rawat jalan 25 orang, rawat inap 4 orang, meninggal 0.
5. Wilayah kerja Puskesmas Sukaluyu, pada 30 September 2024 dengan jumlah penderita sebanyak 78 orang.
6. Wilayah kerja Puskesmas Cidaun pada 3 Oktober dengan jumlah penderita sebanyak 14 orang.
7. Wilayah kerja Puskesmas Ciranjang pada 6 Oktober dengan jumlah penderita sebanyak 77 orang. (dens).











