- BAZNAS Cianjur Ringankan Beban Korban Bencana di NTT
- Isfhan Anggota DPR RI ke Naringgul: Mengawal 5 Pilar HAM agar Nyata dirasakan Warga
- Berhasil Kawal Program 3 Juta Rumah, Pemprov Jabar Terima Apresiasi dari Kemendagri
- DLH Cianjur Pimpin Operasi Bersih Sungai Cisarua: Gotong Royong Pulihkan Aliran, Cegah Banjir
- Diskumdagin Cianjur Tegaskan Integritas: Langkah Nyata Perbaiki Pelayanan Publik
- Siapkan Tenaga Kerja Kompeten di Pasar Global, 1.280 Lulusan SMA, SMK, MA Jabar Diberi Pelatihan Ker
- DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Pimpinan Siap Mundur
- BAZNAS Cianjur Hadirkan Harapan Lewat Distribusi Air Bersih di Desa Sukamaju
- Buka Muktamar ke-35 NU, Presiden Prabowo: NU Institusi Bersejarah dan Berjasa Besar bagi Indonesia
- Bidang SMP Disdikpora Cianjur Gerak Cepat Antisipasi Kekurangan Guru Menjelang 2026–2027
Yusman Faisal: Kasus DBD, Sampai Bulan Nopember 2024 Tercatat 10 Orang Meninggal Dunia

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal.
Pinusnews.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, mencatat hingga bulan Nopember terdapat 2024 terdapat 10 orang yang meninggal dunia dari 1.720 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Cianjur.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinkes Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal, jumlah kasus DBD tersebut berdasarkan rekapitulasi data selama 10 bulan terakhir dan menilai jumlah kasusnya relatif cukup signifikan.
"Untuk kasus DBD tahun ini memang meningkat cukup tajam dibanding tahun sebelumnya. Kondisi ini dipicu karena perubahan iklim dari kemarau ke hujan. Sehingga kita harus tetap waspadai," ujar Yusman.
Baca Lainnya :
- Sehat Mahal Harganya, Penyebaran Covid-19 Bisa Dicegah Penerapan Disiplin 3M
- Arus Lalulintas Sempat Terganggu, Akibat Pohon Besar Tumbang di Pacet Cianjur
- Direktur Jendral PKTN Kunjungi Pasar Rakyat Cipanas Menuju sertifikasi SNI.
- Dudi Tegaskan ASN di Cianjur Harus Netral di Pilkada 2020
- Sejumlah Kampung di Agrabinta Cianjur Dikepung Banjir dan Longsor
Yusman Faisal juga mengatakan, peralihan dari musim kemarau ke musim hujan membuat kondisi suhu pun berubah.
"Tentunya patut waspada terhadap beberapa penyakit yang biasa muncul saat pancaroba, terlebih momen-momen panas ke musim hujan biasanya DBD cukup merebak," tegas Yusman Faisal.(dens).











