- Dari Abu Menuju Harapan: Aksi Cepat PMI Cianjur Lindungi Warga di Tengah Hujan Vulkanik
- Disdikpora Cianjur: Imbau Warga Sekolah dari Abu Vulkanik dengan Pembelajaran Daring
- Lewat SADA Jabar, Sekda Herman Dorong Kepala Desa Aktif Tingkatkan IPM
- 282 Ruang Kelas yang Hilang: Potret Kesenjangan Infrastruktur SMP di Cianjur
- Presiden Prabowo: Tertibkan Kawasan Hutan SecaraTegas, Transparan, dan Akuntabel
- Sanroh BAZNAS Cianjur: Menyegarkan Hati, Mengokohkan Amanah
- Sekolah di Ujung Kampung: Janji Bupati Cianjur untuk Pendidikan yang Layak
- SADA JABAR, Aplikasi Baru Permudah Program Pemprov Jabar Lebih Tepat Sasaran
- 3.500 Beasiswa untuk Masa Depan: Janji Nyata Disdikpora Cianjur demi Pendidikan yang Merata
- Rembug Warga di Cidamar: Bupati Cianjur Ajak Masyarakat Jaga Alam, Dukung Pembangunan
Upayakan Redistribusi Curah Hujan, BNPB Laksanakan OMC di Jawa Barat

Keterangan Gambar : Foto istimewa.
Pinusnews.id - Masa peralihan musim dari kemarau ke penghujan di Indonesia pada saat ini ditandai dengan munculnya cuaca ekstrem seperti hujan, angin, dan petir.
Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada 23-25 Oktober 2025, sejumlah daerah di Indonesia berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dan cuaca ekstrem.
Provinsi Jawa Barat menjadi wilayah yang memiliki ancaman hujan dengan intensitas sangat lebat. Curah hujan dengan intensitas sangat lebat antara 100-150 mm/hari diprediksi jatuh pada tanggal 24 Oktober 2025.
Baca Lainnya :
- Plt. Bupati Cianjur Berikan Penghargaan Wajib Pajak Terbaik
- Penyaluran APBD Mentok, Puluhan Tahun Jalan di Kampung Halimun Rusak Parah
- Banyak Bantuan Tidak Tepat Sasaran, Dinsos Cianjur Evaluasi data KPM
- Pengendara Diputar Balik, TNI-POLRI Razia di Pantai Wisata Cianjur
- Pelantikan Pengurus Syarikat Islam Kab. Cianjur Masa Jihad 2020-2025
Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Karawang, Purwakarta, Subang, Kota Cirebon, Garut, Pangandaran, dan Majalengka.
Guna meminimalisir risiko dampak bencana yang dapat ditimbulkan karena curah hujan tinggi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
OMC bertujuan untuk menjaga curah hujan yang turun di suatu daerah agar tidak melampaui batas normal. Operasi yang dipusatkan di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma ini direncanakan pelaksanaannya selama tiga hari pada 23-25 Oktober 2025.
Dengan menggunakan pesawat Cessa Caravan 2028 PK-YNA, penerbangan hari pertama OMC telah dilakukan pada 23 Oktober 2025 sebanyak dua sorti. Sorti pertama dilakukan penyemaian 800 Kalsium Oksida (CaO) pada pukul 13.54 - 15.05 WIB dengan target penyemaian wilayah Bogor.
Sedangkan sorti kedua dilakukan pada pukul 19.49 - 22.10 WIB dengan target penyemaian daerah Lautan Selatan Jawa dengan menggunakan 800 Natrium KLorida (NaCl).
Perbandingan data curah hujan spasial yang tercatat dalam Pantauan Radar BMKG hingga pukul 18.30 WIB menunjukkan persentase pengurangan curah hujan dalam kegiatan OMC Provinsi Jawa Barat pada Kamis (23/10) sebesar 81%.
Berdasarkan perbandingan data kejadian bencana di Provinsi Jawa Barat sebelum dan saat pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), tercatat bahwa pada periode 19–22 Oktober 2025 terdapat dua laporan kejadian banjir di dua lokasi berbeda. Namun, setelah pelaksanaan OMC pada 23 Oktober 2025, tidak terdapat laporan kejadian banjir.
BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada dalam menyikapi masa peralihan musim dan cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi saat ini. Sebagai langkah pencegahan dan kesiapsiagaan, masyarakat dapat membersihkan saluran drainase di lingkungan masing-masing untuk menjaga kelancaran aliran air, pemangkasan pohon yang terlalu tinggi, dan menyimpan dokumen serta perlatan berharga pada tempat yang lebih aman, dan menyiapkan tas siaga bencana. (tim dens).











