- Dari Abu Menuju Harapan: Aksi Cepat PMI Cianjur Lindungi Warga di Tengah Hujan Vulkanik
- Disdikpora Cianjur: Imbau Warga Sekolah dari Abu Vulkanik dengan Pembelajaran Daring
- Lewat SADA Jabar, Sekda Herman Dorong Kepala Desa Aktif Tingkatkan IPM
- 282 Ruang Kelas yang Hilang: Potret Kesenjangan Infrastruktur SMP di Cianjur
- Presiden Prabowo: Tertibkan Kawasan Hutan SecaraTegas, Transparan, dan Akuntabel
- Sanroh BAZNAS Cianjur: Menyegarkan Hati, Mengokohkan Amanah
- Sekolah di Ujung Kampung: Janji Bupati Cianjur untuk Pendidikan yang Layak
- SADA JABAR, Aplikasi Baru Permudah Program Pemprov Jabar Lebih Tepat Sasaran
- 3.500 Beasiswa untuk Masa Depan: Janji Nyata Disdikpora Cianjur demi Pendidikan yang Merata
- Rembug Warga di Cidamar: Bupati Cianjur Ajak Masyarakat Jaga Alam, Dukung Pembangunan
Upaya Pemda Cianjur dalam Pencegahan Stunting melalui Kolaborasi Multi-Pihak

Keterangan Gambar : Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian, berkolaborasi Multi-Pihak seperti dengan berbagai dinas terkait, organisasi sosial, keagamaan, sektor swasta, dan organisasi non-pemerintah untuk penurunan stunting secara berkelanjutan.
Pinusnews.id - Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Cianjur melakukan upaya pencegahan stunting secara terpadu dan kolaboratif dengan fokus pada tiga pilar utama, yaitu intervensi gizi, pendampingan keluarga berisiko stunting, dan inovasi program berbasis masyarakat.
Strategi ini mengintegrasikan peran berbagai dinas terkait, kelompok masyarakat, hingga sektor swasta dan organisasi non-pemerintah untuk mempercepat penurunan angka stunting secara berkelanjutan.
Pemda Cianjur menyediakan program makanan tambahan (PMT) bagi balita dengan berat badan kurang dan ibu hamil yang mengalami kurang energi kronis. Program ini memanfaatkan sumber pangan lokal untuk memastikan keberlanjutan dan ketersediaan nutrisi yang tepat.
Baca Lainnya :
- Samsat Cianjur Tutup, 2 Januari 2021 DibukaÂ
- Plh. Sekda Cianjur Monitoring Harga Bahan Pokok Jelang Natal dan Tahun Baru 2021
- Nah Ini Dia, Cianjur Terima Bantuan Keuangan dari Provinsi
- Covid-19 Makin Merajalela, KBM di Cianjur Terancam Ditunda
- Plt. Bupati Cianjur Berikan Penghargaan Wajib Pajak Terbaik
Selain itu, terdapat pengaturan khusus dalam program bantuan sosial bagi Keluarga Berisiko Stunting (KRS), agar bantuan dapat lebih terfokus dan efektif.Di sisi edukasi, Pemda aktif melakukan penyuluhan dan konseling gizi kepada ibu hamil dan keluarga, untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola makan bergizi seimbang.
Dukungan sosial turut diperkuat dengan sosialisasi bahaya konsumsi kental manis pada balita yang dilakukan oleh organisasi masyarakat seperti Muslimat NU, bekerjasama dengan pemerintah daerah.
Pendekatan personal dilakukan melalui pendataan dan pendampingan langsung bagi keluarga yang termasuk dalam Keluarga Berisiko Stunting. Tim penyalur PMT dan program "orang tua asuh" secara rutin mengunjungi rumah-rumah untuk memantau kondisi anak dan memberikan bantuan yang dibutuhkan, serta memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai target.
Di tingkat desa, Pemkab Cianjur menginisiasi berbagai program inovatif seperti "Kelompok Peduli Stunting" (Kepiting) di Desa Ciherang. Program ini melibatkan tim penyalur PMT dan orang tua asuh yang aktif mengawasi dan membina keluarga berisiko.
Inovasi lainnya adalah program "Canting Batik Cegah dan Atasi Stunting," yang menggabungkan kegiatan budaya dengan pelayanan kesehatan terpadu sebagai upaya pencegahan stunting secara kreatif dan kontekstual.
Sementara itu, di tingkat kabupaten, Program Quick Wins diterapkan untuk mempercepat capaian penurunan angka stunting. Selain itu, pelantikan "Bunda PAUD Kabupaten" menandai sinergi yang kuat antara sektor pendidikan anak usia dini dengan program kesehatan keluarga, memperkuat fondasi tumbuh kembang anak yang optimal.
Kolaborasi Multi-Pihak yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, adalah untuk mendorong semangat gotong royong antara masyarakat dan pemerintah sebagai kekuatan utama dalam mengatasi stunting.
Strategi kolaborasi itu juga dilakukan dengan berbagai organisasi sosial dan keagamaan, seperti Muslimat NU, yang berperan aktif dalam edukasi dan pelaksanaan program pencegahan. Pendekatan lintas sektoral dan berbasis komunitas ini menjadi kunci keberhasilan upaya menurunkan angka stunting secara signifikan di wilayah Cianjur. (Deden Sukmayadi).











