- Dari Abu Menuju Harapan: Aksi Cepat PMI Cianjur Lindungi Warga di Tengah Hujan Vulkanik
- Disdikpora Cianjur: Imbau Warga Sekolah dari Abu Vulkanik dengan Pembelajaran Daring
- Lewat SADA Jabar, Sekda Herman Dorong Kepala Desa Aktif Tingkatkan IPM
- 282 Ruang Kelas yang Hilang: Potret Kesenjangan Infrastruktur SMP di Cianjur
- Presiden Prabowo: Tertibkan Kawasan Hutan SecaraTegas, Transparan, dan Akuntabel
- Sanroh BAZNAS Cianjur: Menyegarkan Hati, Mengokohkan Amanah
- Sekolah di Ujung Kampung: Janji Bupati Cianjur untuk Pendidikan yang Layak
- SADA JABAR, Aplikasi Baru Permudah Program Pemprov Jabar Lebih Tepat Sasaran
- 3.500 Beasiswa untuk Masa Depan: Janji Nyata Disdikpora Cianjur demi Pendidikan yang Merata
- Rembug Warga di Cidamar: Bupati Cianjur Ajak Masyarakat Jaga Alam, Dukung Pembangunan
Turunnya Angka Kecelakaan Cianjur 2025: Kesiapan Lodaya Hadapi Ancaman Jalan Provinsi Rusak

Keterangan Gambar : Foto istimewa.
Pinusnews.id - Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kembali menjadi sorotan akibat tingginya angka kecelakaan lalu lintas. Baru-baru ini, jalan provinsi di wilayah ini—seperti arteri utama yang menghubungkan Cianjur dengan kota-kota tetangga—menjadi saksi bisu berbagai insiden mematikan. Ironisnya, meski pemerintah daerah dan polisi berupaya keras, perbaikan jalan provinsi ini sering kali tertunda, tidak mendapat perhatian cepat dari Pemprov Jawa Barat.
Sebagaii contohnya banyak Lubang dan retak, yang tak kunjung cepat diperbaiki bukan hanya mengganggu lalu lintas, tapi juga jadi pemicu utama kecelakaan. Kondisi ini memperburuk faktor lain seperti kelalaian pengemudi atau kendaraan tak laik jalan, menjadikannya bom waktu di musim hujan seperti sekarang.
Pagi Senin, 2 Februari 2026, Polres Cianjur menggelar Apel Pasukan Operasi Keselamatan Lodaya 2026 di Lapangan Apel Polres, Jalan KH Abdullah bin Nuh. Dipimpin Wakapolres Kompol Mohamad Ardi Wibowo, apel ini melibatkan personel Polres Cianjur, Polsek jalur, Dinas Perhubungan, serta Jasa Raharja.
Baca Lainnya :
- Kunjungan Kerja Danrem 061– Suryakencana ke Cianjur
- Komisi D DPRD Cianjur Pertanyakan Rencana Pembangunan BLK TKI
- Penemuan Mayat Pria Gegerkan Warga Ciranjang.
- Cianjur Dapat Penghargaan Harmony Award 2020 dari Kementrian Agama RI.
- Pelaku UMKM PT. Bukit Naga Mas, Santuni Puluhan Anak Yatim di Cianjur
Operasi ini berlangsung 14 hari, dari 2 hingga 15 Februari 2026, mencakup seluruh wilayah Polda Jawa Barat. Wakapolres menekankan bahwa kegiatan ini sesuai amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dengan tujuan memastikan kesiapan personel melalui pemeriksaan pra-operasi.
Skala operasi ini masif: 2.606 personel dikerahkan, terdiri dari 480 personel Satgas Polda dan 2.126 personel Satgas Polres. Pendekatannya seimbang—40% preemtif (pencegahan dini seperti sosialisasi), 40% preventif (patroli dan edukasi), serta 20% represif (penindakan pelanggaran).
Sebanyak 95% penindakan dilakukan via sistem ETLE (elektronik), dan hanya 5% manual. Strategi ini menunjukkan komitmen polisi untuk menekan pelanggaran secara efisien, terutama di jalur rawan seperti jalan provinsi Cianjur yang rusak parah.
Kabar baiknya, KBO Lantas Polres Cianjur, Iptu Atim Kosasih, SE, melaporkan tren positif: angka kecelakaan lalu lintas tahun 2025 turun dibanding 2024. Namun, penyebab dominan tetap sama—faktor manusia (kelalaian, kelelahan pengemudi), kondisi jalan buruk, dan kendaraan tak laik jalan.
Di sinilah letak paradoksnya: meski operasi seperti Lodaya sukses menurunkan angka kecelakaan, jalan provinsi di Cianjur tetap jadi penghalang utama. Perbaikan yang lambat dari pemerintah provinsi membuat upaya polisi seperti berjuang di medan berlumpur; lubang-jalan di jalur seperti Cianjur-Cipanas atau menuju Sukabumi sering memicu tabrakan beruntun, terutama bagi pengendara roda dua.
Operasi Lodaya 2026 diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat, tapi tanpa sinergi lintas instansi—termasuk percepatan perbaikan jalan provinsi oleh Pemprov Jawa Barat—penurunan kecelakaan hanya sementara.
Pemerintah daerah perlu prioritaskan anggaran darurat untuk jalan rusak ini, sementara polisi terus edukasi pengemudi soal adaptasi di kondisi ekstrem. Hanya dengan pendekatan holistik, Cianjur bisa jadi wilayah lalu lintas yang aman, bukan lagi zona bahaya. (dens).











