- TP PKK Cianjur Perkuat Pembinaan Kecamatan untuk Keluarga Berdaya dan Sejahtera
- Kabid SMP Disdikpora Cianjur Apresiasi Edukasi Hukum Pelajar Lewat Jaksa Masuk Sekolah
- Tugu Kujang Cianjur: Ketika Pusaka Sunda Tertidur di Tengah Jalan
- DPPKBP3A Cianjur Perkuat Kolaborasi untuk Generasi Bebas Stunting
- BAZNAS Cianjur Hadir di Rakornas 2026, Perkuat Zakat yang Produktif dan Berdampak
- Dinas PUTR Cianjur: Integritas Menjadi Kunci Pelayanan yang Bersih dan Terpercaya
- Disdikpora Cianjur Percepat Pemenuhan SLF Sekolah demi Izin Operasional
- Dari Keterampilan Menuju Kemandirian: DPW PUTR Cianjur Hadir untuk Perempuan dan Keluarga
- BAZNAS Cianjur Doakan dan Ajak Masyarakat Peduli Korban Banjir Padang
- DPRD Cianjur Percepat Penyempurnaan Perubahan APBD 2026 demi Layanan Publik yang Lebih Baik
Tingkatkan Wawasan Kepala OPD dan Dirut BUMD Mengenai Isu Ekonomi Global-Regional

Keterangan Gambar : Istimewa
Pinusnews.id - Pemdaprov Jabar terus mempertajam kapasitas dan kapabilitas para kepala perangkat daerah serta dirut BUMD agar berbagai program pembangunan terakselerasi dengan lebih cepat.
Peningkatan kompetensi para pimpinan perangkat daerah dan BUMD ini dikemas dalam acara Capacity Building Jabar Caang secara berseri. Kali ini tema yang diangkat "West Java Economic Outlook 2025" dengan menghadirkan Menteri Keuangan RI periode 2013 - 2014 Chatib Basri di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (26/6/2024).
Penjabat Gubernur Jabar Bey Machmudin mengatakan, cepat building bagi para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan BUMD bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam memimpin organisasinya.
Baca Lainnya :
- Komisi D Akan Panggil Disdikpora Kabupaten Cianjur Soal Kasus PIP
- Kepala Dinkes Cianjur: Bidan Tugasnya Berat, Bukan Hanya Layanan Klinis, Tapi Mengubah Pola Hidup Ma
- Sekda Cianjur Jadi Ketua Desk Pilkada Cianjur 2024, untuk Mendukung Kelancaran Pilkada
- Gernas BBI dan Bangga Berwisata Indonesia Perkuat sektor Pariwisata, UMKM, dan Ekonomi Kreatif
- Setelah Direnovasi, Makam Dalem Pancaniti Pencipta Mamaos Kini Bercahaya
Dengan menghadirkan pembicara berkompeten dan berpengalaman, Bey berharap setelah capaity bulding ini para pimpinan menularkan pengetahuan baru yang didapat di kantor.
"Saya mengharapkan mereka menularkan apa yang diterima kepada teman-teman staf di kantornya," ujar Bey Machmudin usai acara.
Bey menuturkan, menghadirkan Chatib Basri merupakan tahap awal. Nanti akan ada pembicara kelas nasional lain yang tidak kalah berpengalaman.
"Mendatang kita akan mengundang narasumber level nasional lain, misalnya Pak Ignatius Jonan. Capaity building ini tidak sekadar memberikan pengetahuan, tapi juga kemampuan atau skill dari kepala OPD," jelas Bey.
Dalam materinya, Chatib Basri mengajak para kepala perangkat daerah dan BUMD berdiskusi mengenai situasi ekonomi global dan dampaknya terhadap perekonomian nasional dan daerah, khususnya Jawa Barat.
Chatib Basri mengungkapkan, Jabar dengan segala potensinya, seperti alam dan jumlah penduduk yang hampir 50 juta, bisa meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen.
"Pertumbuhan ekonomi Jabar sudah relatif baik di 5 persen, tapi sebetulnya ada potensi-potensi yang bisa dikembangkan ke depan," kata Chatib Basri.
Menurut Chatib, sektor pariwisata dan UMKM memiliki masa depan cerah apabila pendampingan dari Pemdaprov Jabar dan akselerasinya di kabupaten dan kota, berjalan optimal.
"Ketika pasar di luar agak repot, kita juga harus melihat (pasar) lokalnya seperti apa," tutup Chatib.
Pemdaprov sendiri menargetkan pada 2025 laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Jabar di angka 5-6 persen dan menjaga inflasi tetap di kisaran angka 2 - 3 persen. Pada 2023 inflasi Jabar di angka 2,48 persen.
Pada RPJMD 2025 - 2030, Jabar mengusung tema pemerataan pembangunan dengan enam prioritas, dan yang pertama adalah pertumbuhan ekonomi berbasis peningkatan kapasitas UMKM, petani, nelayan dan budidaya untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya.
Sebagai penunjang, Pemdaprov juga memprioritaskan pengembangan infrastruktur konektivitas wilayah, pengelolaan lingkungan hidup, serta gerakan membangun desa.
Potensi lain yang dilirik ada 2025 adalah digitalisasi ekonomi dan industri berbasis teknologi. Dengan status Indonesia sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar dan tercepat di Asia Tenggara, ekonomi digital nasional pada 2025 diprediksi naik mencapai USD124 miliar.
Pemdaprov akan memanfaatkan peluang ini dengan terus mendukung pertumbuhan start up dengan menciptakan ekosistem bisnis digital yang sehat. (tim-dens).











