- DPPKBP3A Cianjur Hadir di Sekolah, Bangun Generasi Sadar Kependudukan Sejak Dini
- Rekonsiliasi Pajak Daerah: Upaya untuk Menjaga Kepercayaan Publik di Cianjur
- Diskumdagin Cianjur Perkuat UMKM: Dari Legalitas hingga Pasar Digital
- DPMPTSP Cianjur Dorong Investasi Kesehatan demi Pertumbuhan Ekomomi Daerah
- TP PKK Cianjur Perkuat Pembinaan Kecamatan untuk Keluarga Berdaya dan Sejahtera
- Kabid SMP Disdikpora Cianjur Apresiasi Edukasi Hukum Pelajar Lewat Jaksa Masuk Sekolah
- Tugu Kujang Cianjur: Ketika Pusaka Sunda Tertidur di Tengah Jalan
- DPPKBP3A Cianjur Perkuat Kolaborasi untuk Generasi Bebas Stunting
- BAZNAS Cianjur Hadir di Rakornas 2026, Perkuat Zakat yang Produktif dan Berdampak
- Dinas PUTR Cianjur: Integritas Menjadi Kunci Pelayanan yang Bersih dan Terpercaya
Tingkatkan Daya Saing, Pemprov Jabar Gelar Program Inkubasi untuk Ratusan IKM

Keterangan Gambar : Istimewa
Pinusnews.id - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Program Inkubasi Industri Kecil Menengah (IKM) 2026 yang berkolaborasi dengan akademisi. Program tersebut bertujuan untuk memperkuat kesiapan IKM Jawa Barat bersaing di pasar nasional maupun global.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar Nining Yuliastiani mengatakan, akan ada 200 IKM terpilih yang bisa mengikuti program Inkubasi IKM 2026.
Bagi pelaku IKM yang berminat, pendaftaran dibuka secara daring melalui tautan https://bit.ly/LinkPendaftaranIKMIstimewa mulai 26 Februari hingga 17 Maret 2026.
Baca Lainnya :
- Politisi Partai Nasdem, Rela Sisihkan Gaji Untuk Jompo dan Anak Yatim
- Dodit Ardian Penjabat Sekda Cianjur Gantikan Cecep Alamsyah
- Satpol PP Cianjur Gelar Operasi Yustisi
- BPNT di Desa Sukamulya, Dikelola BUMDes Secara Mandiri
- 8 Kades Ontrog Kantor Camat Warungkondang, Ada Apa?
Saat masa inkubasi, peserta akan mendapatkan pendampingan intensif selama tiga bulan. Berbagai fasilitas disiapkan, mulai dari diagnosis kesehatan bisnis, kelas mentor terkait manajemen usaha, marketing, branding, hingga penyusunan pitching deck.
Peserta juga akan memperoleh pelatihan eksklusif bersama praktisi bisnis dan akademisi dari Science Techno Park (STP) Direktorat Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi Universitas Indonesia (UI), serta fasilitasi sertifikasi, seperti Halal, HAKI Merek, atau Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) bagi yang membutuhkan.
Program Inkubasi IKM 2026 telah diawali dengan acara gelar wicara yang dilaksanakan secara daring, Kamis (25/2/2026). Kegiatan ini menghadirkan Kepala Disperindag Jabar Nining Yuliastiani, CEO PT Sainsgo Karya Indonesia (Maskit) Yolla Miranda, serta Direktur STP UI Chairul Hudaya sebagai narasumber. Sementara, para peserta yang mengikuti kegiatan ini terdiri dari pelaku IKM se-Jabar, asosiasi, serta perwakilan Disperindag kabupaten/kota di Jabar.
Dalam pemaparannya, Nining menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi IKM Jabar, mulai dari kesenjangan kapasitas dan standar kualitas, keterbatasan sumber daya hingga rendahnya daya saing terhadap produk impor.
“Kami ingin IKM di Jabar tidak hanya bertahan, tetapi naik kelas dan mampu mengakses pasar yang lebih luas. Melalui kerja sama dengan STP UI, kami berharap IKM dapat terfasilitasi secara lebih terstruktur, baik dalam hal standardisasi, sertifikasi, hingga kesiapan ekspor,” ujarnya, Kamis (25/2/2026).
Ia menegaskan bahwa pengembangan IKM tidak cukup hanya mengandalkan promosi. “Produk IKM harus bisa masuk dalam rantai pasok industri dan menjadi bagian dari value chain lokal yang mampu menggantikan bahan impor. Tantangan terbesar kita saat ini adalah aspek keberlanjutan dan keberanian untuk terus berkembang,” tegas Nining.
Menurutnya, Pemprov Jabar secara konsisten memberikan fasilitasi standardisasi setiap tahun melalui dukungan pemerintah daerah maupun pusat.
Program inkubasi akan memperkuat kapasitas manajerial pelaku IKM agar lebih modern, termasuk melalui digitalisasi keuangan. Dalam program inkubasi tersebut juga dibuka peluang bagi IKM untuk mengakses investor. (tim dens).











