- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
- Pemkab Cianjur Bagikan 100 Sertifikat dan 65 Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Agrabinta
- Wagub Erwan Serukan Masyarakat Jabar Berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026
- Dinas Pendidikan Cianjur Atasi 2.079 Calon Siswa Belum Tembus SPMB: Solusi dan Arahan untuk Orang Tu
Tingkatkan Daya Saing, Pemprov Jabar Gelar Program Inkubasi untuk Ratusan IKM

Keterangan Gambar : Istimewa
Pinusnews.id - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Program Inkubasi Industri Kecil Menengah (IKM) 2026 yang berkolaborasi dengan akademisi. Program tersebut bertujuan untuk memperkuat kesiapan IKM Jawa Barat bersaing di pasar nasional maupun global.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar Nining Yuliastiani mengatakan, akan ada 200 IKM terpilih yang bisa mengikuti program Inkubasi IKM 2026.
Bagi pelaku IKM yang berminat, pendaftaran dibuka secara daring melalui tautan https://bit.ly/LinkPendaftaranIKMIstimewa mulai 26 Februari hingga 17 Maret 2026.
Baca Lainnya :
- Politisi Partai Nasdem, Rela Sisihkan Gaji Untuk Jompo dan Anak Yatim
- Dodit Ardian Penjabat Sekda Cianjur Gantikan Cecep Alamsyah
- Satpol PP Cianjur Gelar Operasi Yustisi
- BPNT di Desa Sukamulya, Dikelola BUMDes Secara Mandiri
- 8 Kades Ontrog Kantor Camat Warungkondang, Ada Apa?
Saat masa inkubasi, peserta akan mendapatkan pendampingan intensif selama tiga bulan. Berbagai fasilitas disiapkan, mulai dari diagnosis kesehatan bisnis, kelas mentor terkait manajemen usaha, marketing, branding, hingga penyusunan pitching deck.
Peserta juga akan memperoleh pelatihan eksklusif bersama praktisi bisnis dan akademisi dari Science Techno Park (STP) Direktorat Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi Universitas Indonesia (UI), serta fasilitasi sertifikasi, seperti Halal, HAKI Merek, atau Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) bagi yang membutuhkan.
Program Inkubasi IKM 2026 telah diawali dengan acara gelar wicara yang dilaksanakan secara daring, Kamis (25/2/2026). Kegiatan ini menghadirkan Kepala Disperindag Jabar Nining Yuliastiani, CEO PT Sainsgo Karya Indonesia (Maskit) Yolla Miranda, serta Direktur STP UI Chairul Hudaya sebagai narasumber. Sementara, para peserta yang mengikuti kegiatan ini terdiri dari pelaku IKM se-Jabar, asosiasi, serta perwakilan Disperindag kabupaten/kota di Jabar.
Dalam pemaparannya, Nining menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi IKM Jabar, mulai dari kesenjangan kapasitas dan standar kualitas, keterbatasan sumber daya hingga rendahnya daya saing terhadap produk impor.
“Kami ingin IKM di Jabar tidak hanya bertahan, tetapi naik kelas dan mampu mengakses pasar yang lebih luas. Melalui kerja sama dengan STP UI, kami berharap IKM dapat terfasilitasi secara lebih terstruktur, baik dalam hal standardisasi, sertifikasi, hingga kesiapan ekspor,” ujarnya, Kamis (25/2/2026).
Ia menegaskan bahwa pengembangan IKM tidak cukup hanya mengandalkan promosi. “Produk IKM harus bisa masuk dalam rantai pasok industri dan menjadi bagian dari value chain lokal yang mampu menggantikan bahan impor. Tantangan terbesar kita saat ini adalah aspek keberlanjutan dan keberanian untuk terus berkembang,” tegas Nining.
Menurutnya, Pemprov Jabar secara konsisten memberikan fasilitasi standardisasi setiap tahun melalui dukungan pemerintah daerah maupun pusat.
Program inkubasi akan memperkuat kapasitas manajerial pelaku IKM agar lebih modern, termasuk melalui digitalisasi keuangan. Dalam program inkubasi tersebut juga dibuka peluang bagi IKM untuk mengakses investor. (tim dens).











